TRADISI SURO DI DESA BENTO SEBAGAI REFLEKSI PENGAMALAN NILAI AYAT AL-QUR'AN HARMONI RELIGIUS DAN KULTURAL

visibility View PDF

bar_chart Dilihat 36 kali

subject Abstrak

Tradisi Suro di Desa Bento, Kecamatan Kayu Aro Barat merupakan salah satu warisan budaya yang masih lestari dan menajdi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Tradisi ini tidak hanya bermakna sebagai perayaan tahunan saja dalam kalender Jawa, tetapi mengandug nilai-nilai religius dan kultural yang saling bersinergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Suro sebagai refleksi pengamalan nilai ayat al-Qur’an yang mencerminkan harmoni antara aspek religius dan kultural dalam kehidupan masyarakat di Desa Bento. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Desa Bento memaknai tradisi Suro sebagai rasa syukur, memohon perlindungan atau keselamatan, takwa, dan ukhuwah yang sejalan dengan nilai-nilai al-Qur’an. Tradisi ini menjadi wujud nyata penggabungan ajaran Islam dengan budaya lokal, menciptakan harmoni religius dan kultural yang khas. Dengan demikian tradisi Suro bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga media penghayatan nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Informasi Tambahan

Tipe Karya
Skripsi
Tanggal Diterbitkan
calendar_today 10 September 2026
Kata Kunci
Tradisi Suro Desa Bento Al-Qur'an Hqrmoni Religius Budaya Lokal Nilai Kultural
Status Penulis
Mahasiswa
Fakultas
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Program Studi
Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ID Pengajuan
SUB-00201