ANALISIS DAMPAK PERSELINGKUHAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DITINJAU DARI SOSIOLOGI HUKUM ISLAM

visibility View PDF

bar_chart Dilihat 50 kali

subject Abstrak

Keluarga merupakan tempat menumbuhkan kasih sayang yang disebut cinta antara suami dan istri serta anak-anak dalam keluarga. Keluarga yang didiam-diamkan seperti sakinah, akan tetapi keluarga yang didiam-diamkan akan menjadi hancur apabila adanya pengkhianatan dari salah satu pasangan suami-istri, salah satu perbuatan tersebut adalah perselingkuhan, karena selingkuh mengakibatkan konflik bahkan sampai melakukan perceraian. Perbuatan tersebut sangat dibenci Allah SWT karena memutuskan tali silaturahmi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, yang menunjukkan objek penelitian adalah dampak perselingkuhan ditinjau dari sosiologi hukum Islam dan faktor-faktor penyebab perselingkuhan, dan dampak perselingkuhan. Data penelitian ini berdasarkan penelitian lapangan, literature, Koran, majalah sumber data tambahan adalah internet. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa faktor-faktor penyebab perselingkuhan yang pertama karena kurangnya keimanan, dan kurangnya perhatian terhadap keluarga, dan karena adanya tren didesa tersebut, dan juga karena merasa bosan terhadap pasangan tersebut, dan juga adanya kesempatan, dan masalah hyper sex dan penyebab ekonomi yang sedikit susah. Dampak Perselingkuhan berdampak pada retaknya rumah tangga, rumah tangga tidak harmonis lagi, anak-anak terlantar, dan diambang perceraian. Dan juga psikologis anak juga terganggu, anak merasa malu dengan temannya, anak juga merasakan kesedihan yang amat mendalam, anak juga akan menjadi tidak fokus dalam belajar, anak juga akan memikirkan itu sampai ia dewasa nanti, pada anak-anak perasaan terhadap anak, kecemasan terhadap anak, berkurangnya nafsu makan terhadap anak, anak semakin menderita dan merasa malu. A family is a sanctuary for nurturing the affection and love shared between husband, wife, and children. A family is ideally envisioned as sakinah (peaceful); however, such harmony can be destroyed by betrayal from either spouse. One such act is infidelity, as it triggers conflict and often leads to divorce. This act is deeply disliked by Allah SWT because it severs the bonds of kinship (silaturahmi). This research was conducted using a qualitative method, focusing on the impact of infidelity from the perspective of Islamic legal sociology, as well as its causal factors. The research data is based on field studies, literature, newspapers, and magazines, with the internet serving as a supplementary data source. The results explain that the primary factors causing infidelity include a lack of faith, a lack of attention toward the family, local trends within the village, boredom with one’s spouse, available opportunities, issues regarding hypersexuality, and economic hardships. The impact of infidelity results in a fractured household, a loss of harmony, neglected children, and the brink of divorce. Furthermore, the psychological well-being of the children is disturbed; they feel ashamed in front of their peers, experience profound sadness, and lose focus on their studies. Children may carry this trauma into adulthood, manifesting as persistent anxiety, a loss of appetite, and deep-seated suffering and shame.

Informasi Tambahan

Tipe Karya
Skripsi
Tanggal Diterbitkan
calendar_today 01 Juni 2026
Kata Kunci
Dampak Perselingkuhan Sosiologi hukum islam/ Impact infidelity sociology of islamic law
Status Penulis
Mahasiswa
Fakultas
Fakultas Syari'ah
Program Studi
Hukum Keluarga Islam
ID Pengajuan
SUB-00087