PERAN SUPREVISI AKADEMIK KERALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KEDISPLINAN GURU SALAD MEMBUAT PERANGKAT PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA DI SD 040/XI KOTO LIMAU MANIS KEC. KOTO BARU KOTA SUNGAI PENUH

visibility View PDF

bar_chart Dilihat 29 kali

subject Abstrak

upervisi Akademik Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Kedisiplinan Guru dalam Membuat Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka di SDN 040/XI Koto Limau Manis Kec. Koto Baru Kota Sungai Penuh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran supervisi akademik kepala sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan guru dalam membuat perangkat pembelajaran kurikulum merdeka di SDN 040/XI Koto Limau Manis Kec. Koto Baru Kota Sungai Penuh. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, jenis data terdiri dari; data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data: reduksi data, penyajian data, dan mengambil kesimpulan. Teknik keabsahan data: Perpanjangan studi lapangan, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Adapun hasil penilitianya: 1. Perencanaan peran supervisi akademik di SDN 040/XI Koto Limau Manis telah terlaksana dengan baik melalui analisis kebutuhan, penyusunan program yang partisipatif, penetapan timeline yang jelas, serta tindak lanjut, 2. Pengorganisasian supervisi akademik di SDN 040/XI Koto Limau Manis telah sesuai dengan prosesdur pembagian tugas kerja, pembentukan tim supervisi, penjadwalan terencana, serta monitoring. 3. Pelaksanaan peran supervisi akademik di SDN 040/XI Koto Limau Manis sudah baik melalui penyusunan program, observasi kelas, serta pemberian umpan balik dan tindak lanjut, sehingga terjadinya peningkatan 82 % guru disiplin membuat perangkat pembelajaran, dan 4. Kendala dan solusi peran supervisi kepala sekolah akademik di SDN 040/XI Koto Limau Manis meliputi keterbatasan waktu kepala sekolah, rendahnya kedisiplinan dan keterbukaan sebagian guru, perbedaan kompetensi dalam penyusunan perangkat pembelajaran, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Solusi yang diperlukan penjadwalan yang sistematis, pendelegasian tugas, pendekatan pembinaan yang persuasif, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendampingan, serta optimalisasi sarana prasarana agar supervisi lebih efektif dalam meningkatkan kedisiplinan guru membuat perangkat pembelajaran.