NILAI-NILAI DAKWAH DALAM TRADISI TAWOH SEBAGAI MEDIA PENYEMBUHAN PENYAKIT PADA MASYARAKAT SEMERAP

visibility View PDF

bar_chart Dilihat 24 kali

subject Abstrak

ABSTRAK NILAI-NILAI DAKWAH DALAM TRADISI TAWOH SEBAGAI MEDIA PENYEMBUHAN PENYAKIT PADA MASYARAKAT SEMERAP Oleh DELFIYA DUWITA PUTRI NIM. 2210302003 Tradisi Tawoh di Desa Semerap merupakan salah satu warisan budaya yang memadukan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal sebagai upaya menghadapi wabah penyakit menular. Namun, di tengah arus modernisasi yang menyebabkan banyak tradisi lokal mulai ditinggalkan, Tawoh justru tetap dipertahankan oleh masyarakat Semerap hingga sekarang sebagai wadah dakwah kultural. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai, pertama, bagaimana sejarah terbentuknya tradisi Tawoh, Kedua, bagaimana tradisi Tawoh diterima masyarakat sebagai bentuk dakwah kultural dan sarana penyembuhan penyakit, Ketiga, bagaimana proses pelaksanaan tradisi Tawoh sebagai media penyembuhan penyakit di desa Semerap, dan keempat, bagaimana tradisi Tawoh tetap lestari di tengah pesatnya perkembangan zaman modern. Berdasarkan persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah dan peran dakwah tradisi Tawoh, menganalisis penerimaan masyarakat terhadapnya, menjelaskan tahapan pelaksanaannya serta mengungkap faktor-faktor yang membuat tradisi ini tetap lestari di tengah perkembangan zaman modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku adat, tokoh agama, dan masyarakat Desa Semerap, observasi langsung terhadap pelaksanaan tradisi, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Cholaizi. Hasil penelitian menunjukkan tradisi Tawoh berawal dari upaya mengatasi wabah penyakit seperti campak, demam, dan muntaber melalui lima tahapan: musyawarah empat jenis, pemberitahuan masyarakat, pelaksanaan Qunut Nazilah, prosesi zikir mengelilingi desa, dan doa tolak bala. Tradisi ini mengandung nilai- nilai dakwah meliputi tauhid, tawakal, kebersihan, dan persaudaraan yang disampaikan melalui praktik sosial-keagamaan. Kelestarian tradisi didukung empat faktor: keterpaduan nilai adat dan agama berdasarkan prinsip "adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah", komitmen masyarakat lintas generasi, kepercayaan terhadap efektivitas penyembuhan spiritual dan fisik, serta nilai kebersamaan yang memperkuat solidaritas komunal. Tradisi Tawoh membuktikan dakwah Islam dapat dilaksanakan secara kontekstual dan adaptif melalui pelestarian tradisi lokal yang selaras dengan ajaran Islam.

Informasi Tambahan

Tipe Karya
Skripsi
Tanggal Diterbitkan
calendar_today 01 Juni 2026
Kata Kunci
Kata Kunci: Nilai-nilai Dakwah Tradisi Tawoh Penyembuhan Penyakit
Status Penulis
Mahasiswa
Fakultas
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Program Studi
Manajemen Dakwah
ID Pengajuan
SUB-00014