METODE ISTIDLAL AL-URF DALAM PENAFSIRAN AYAT HUKUM TENTANG BUDAYA NGAMPATI; ANALISIS TERHADAP PENAFSIRAN QURAISH SHIHAB
bar_chart Dilihat 45 kali
subject Abstrak
Tradisi lokal merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Muslim Indonesia, termasuk budaya Ngampati yang dilaksanakan pada usia kehamilan empat bulan sebagai bentuk doa dan ungkapan syukur. Namun, keberadaan tradisi ini sering menimbulkan perbedaan pandangan terkait kedudukannya dalam hukum Islam, apakah termasuk praktik yang dibenarkan atau justru menyimpang dari syariat. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana proses, makna, dan fungsi budaya Ngampati dalam konstruksi sosial masyarakat serta bagaimana metode istidlal al-‘urf digunakan dalam menafsirkan ayat-ayat hukum yang relevan menurut perspektif M. Quraish Shihab. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kedudukan budaya Ngampati dalam Islam dan menganalisis penerapan metode istidlal al-‘urf dalam penafsiran ayat hukum yang berkaitan dengan tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah tafsir tematik (maudhu‘i) dan pendekatan ushul fiqh. Sumber data primer terdiri dari Al-Qur’an dan Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, khususnya penafsiran terhadap QS. Ali ‘Imran ayat 25 dan QS. An-Nisa ayat 19. Adapun sumber data sekunder meliputi kitab-kitab ushul fiqh, buku tafsir, jurnal ilmiah, serta literatur yang membahas konsep al-‘urf dan budaya Ngampati. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Ngampati dapat dikategorikan sebagai ‘urf shahih selama tidak bertentangan dengan nash syariat, tidak mengandung unsur syirik, dan tidak diyakini sebagai kewajiban agama. Penafsiran M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat hukum yang dikaji menunjukkan bahwa nilai ma‘ruf, keadilan, dan kemaslahatan menjadi dasar penting dalam memahami relasi antara teks Al-Qur’an dan tradisi masyarakat. Dengan demikian, metode istidlal al-‘urf berperan signifikan dalam menempatkan budaya Ngampati secara proporsional dalam kerangka hukum Islam yang kontekstual dan moderat.
Informasi Tambahan
- Tipe Karya
- Skripsi
- Tanggal Diterbitkan
- calendar_today 01 Juni 2026
- Kata Kunci
- Al-‘urf Ayat hukum Budaya Ngampati Quraish Shihab.
- Status Penulis
- Mahasiswa
- Fakultas
- Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
- Program Studi
- Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
- ID Pengajuan
- SUB-00021
library_books Karya Sejenis
ANALISIS DAMPAK PERSELINGKUHAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DITINJAU DARI SOSIOLOGI HUKUM ISLAM
Olil Rahman - 2026
THE CORRELATION BETWEEN SELF-REGULATION AND STUDENTS' SPEAKING SKILL AT THE FIFTH SEMESTER OF THE ENGLISH EDUCATION PROGRAM AT THE STATE ISLAMIC INSTITUTE OF KERINCI
Albirru Nurman - 2026
ANALISIS KEMAMPUAN ARGUMENTASI BERBASIS PEMBUKTIAN PADA MATERI IDENTITAS TRIGONOMETRI
Ikhbal Wardana - 2026