INTERNALISASI NILAI KARAKTER MANDIRI DAN TANGGUNG JAWAB MELALUI MOTHERLY APPROACH OLEH GURU KELAS IV DI SD NEGERI 119/III KOTO MAJIDIN HILIR

visibility View PDF

bar_chart Dilihat 59 kali

subject Abstrak

Pendidikan karakter pada jenjang sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik, khususnya dalam menumbuhkan nilai mandiri dan tanggung jawab. Namun implementasi pendidikan karakter di sekolah sering kali masih berorientasi pada aturan formal dan belum optimal menyentuh dimensi afektif serta relasional peserta didik. Kondisi ini mendorong pentingnya pendekatan pedagogis yang humanistik dan berbasis kasih sayang, salah satunya melalui motherly approach. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi nilai karakter mandiri dan tanggung jawab melalui motherly approach serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya di SD Negeri 119/III Koto Majidin Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Partisipan penelitian dipilih secara purposive meliputi guru kelas IV sebagai partisipan utama, serta kepala sekolah, siswa, orang tua, dan alumni sebagai partisipan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai berlangsung sebagai pengalaman pedagogis yang dimaknai siswa melalui relasi emosional yang hangat antara guru dan siswa. Internalisasi nilai berkembang secara bertahap melalui transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai yang termanifestasi dalam dimensi knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Pengalaman partisipan menunjukkan bahwa komunikasi lembut, perhatian personal, empati dan pengasuhan, pemberian kepercayaan dan pembiasaan, serta keteladanan moral guru menghadirkan rasa aman emosional yang mendukung tumbuhnya karakter mandiri dan tanggung jawab siswa. Selain itu, ditemukan bahwa faktor pendukung penerapan motherly approach meliputi kepribadian dan komitmen guru, relasi emosional guru-siswa, lingkungan sekolah yang kondusif, pembiasaan kegiatan positif, serta dukungan keluarga. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan dukungan sebagian orang tua, keterbatasan waktu pembelajaran, dan pengaruh lingkungan luar sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa motherly approach dapat menjadi pendekatan pedagogis alternatif dalam internalisasi pendidikan karakter berbasis relasi kasih sayang, komunikasi positif, dan kedekatan emosional di sekolah dasar.