Pencarian Karya
filter_alt Filter
ResetMenampilkan 107 hasil
PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DALAM KONSEP TRIPUSAT PENDIDIKAN KIHAJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA
ABSTRAK Tina Karina. 2026. Skripsi. Pembentukan Karakter Peserta Didik Dalam Konsep Tripusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara Dan Relevansinya Dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) D Indonesia Kata Kunci : Karakter, Tripusat, PPK Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui pembentukan karakter peserta didik pada pendidikan formal, informal dan non formal (tripusat Pendidikan. 2) Untuk mengetahui relevansi pembentukan karakter peserta didik tripusat dengan PPK di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur terhadap sumber-sumber relevan berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan nasional terkait PPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter peserta didik melalui Tripusat Pendidikan merupakan pendekatan yang komprehensif dan selaras dengan kebijakan PPK di Indonesia. Sekolah berperan sebagai pusat internalisasi nilai dan pembelajaran karakter, keluarga sebagai fondasi utama penanaman moral dan sikap, serta masyarakat sebagai ruang praktik sosial bagi peserta didik. Relevansi Tripusat Pendidikan dengan PPK sangat kuat, baik secara filosofis maupun praktis. Tripusat tidak hanya mendukung nilai-nilai utama PPK, tetapi juga menyediakan mekanisme implementasi karakter yang berkelanjutan. Keberhasilan penerapannya menuntut kebijakan yang kontekstual, pemberdayaan aktor lokal, penguatan peran orang tua, integrasi budaya sekolah, serta sistem monitoring yang melibatkan keluarga dan masyarakat secara aktif.
EKSISTENSI TRADISI MBAN DI KERAPATAN ADAT HIANG TINGGI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena terdapat beberapa permasalahan dalam esistensi mban atau keberadaan mban tersebut diantaranya yaitu tentang keberadaan mban di dalam suatu pernikahan dan pandangan dari hukum islam terhadap pelaksanaan pernikahan di hiang tinggi, selain itu keberadaan mban di hiang tinggi pada saat sekarang ini sangatlah penting dlm terjadinya suatu pernikahan akan tetapi, keberadaan mban hanya dianggap sebagai perantara perjodohan saja oleh calon pengantin yang hendak menikah karna mereka yang akan menikah adalah generasi muda yang tidak mengetahui tugas dan peran mban itu masih penting sesudah pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap para pemangku adat, tokoh masyarakat, orang tua cerdik pandai dan alil ulama di wilayah kerapatan adat hiang tinggi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara induktif melalui redukdi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna untuk menggambarkan, dan menerapkan agar para generasi-generasi muda di wilayah kerapatan adat hiang tinggi mengetahui secara luas tentang tugas dan peran mban tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa eksistensi tradisi mban di hiang tinggi sangatlah penting dan sangan berperan di dalam pernikahan yang mereka urus, dan juga meski di dalam islam tidak ada ayat yang mengatakan secara langsung terkait keberadaan maupun tugas mban secara langsung, akan tetapi menurut pandangan hukum islam mban sangatlah penting karna bisa memberikan hal yang positif bagi pasangan yang menreka jodohkan, selain itu menjadi seorang mban juga bisa membantu satu sama lain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keberadaan mban di kerapatan adat hiang tinggi dalam hal menjodohkan atau menjadi perantara antara pasangan yang akan menikah sangatlah di butuhkan keberadaannya dan sangat penting menurut hukum islam karna sangat di butuhkan untuk menjaga pasangan yang mereka jodohkan untuk selalu hidup harmonis bersama-sama dalam menjalankan rumah tangga mereka.
CORRELATION AMONG SELF-EFFICACY, SELF-REGULATION, AND STUDENT LEARNING MOTIVATION IN THE ENGLISH DEPARTMENT OF THE STATE ISLAMIC INSTITUTE OF KERINCI ACADEMIC YEAR 2024/2025
This study aimed to examine the correlation between sefl-efficacy and motivation, between self-regulation and learning motivation, and the simultaneous correlation between self-efficacy and self-regulation with students’ learning motivation. This research employed a descriptive quantitative method with a correlational design. The population consisted of 106 students from the English Education Department at the State Islamic Institute (IAIN) of Kerinci, using a total sampling technique. Data were collected through adapted questionnaires measuring self-efficacy, self-regulation, and learning motivation, and analyzed using Pearson Product Moment correlation, multiple regression, and descriptive statistical analysis. The results of the study indicated that there is a positive and significant correlation between self-efficacy and learning motivation (r = 0,640, Sig. = 0.000 < 0.05), as well as between self- regulation and learning motivation (r = 0.655, Sig. = 0.000 < 0.05). Furthermore, the multiple regression analysis showed that self-efficacy and self- regulation simultaneously have a significant influence on learning motivation, with an F-value of 52.772 (Sig. = 0.000 < 0.05) and a coefficient of determination (R²) of 0.506. This indicates that 50.6% of the variance in students' learning motivation can be explained by the combination of self-efficacy and self- regulation. These two factors play an important role in enhancing students' learning motivation in English language learning.
ANALISIS DAMPAK PERSELINGKUHAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DITINJAU DARI SOSIOLOGI HUKUM ISLAM
Keluarga merupakan tempat menumbuhkan kasih sayang yang disebut cinta antara suami dan istri serta anak-anak dalam keluarga. Keluarga yang didiam-diamkan seperti sakinah, akan tetapi keluarga yang didiam-diamkan akan menjadi hancur apabila adanya pengkhianatan dari salah satu pasangan suami-istri, salah satu perbuatan tersebut adalah perselingkuhan, karena selingkuh mengakibatkan konflik bahkan sampai melakukan perceraian. Perbuatan tersebut sangat dibenci Allah SWT karena memutuskan tali silaturahmi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, yang menunjukkan objek penelitian adalah dampak perselingkuhan ditinjau dari sosiologi hukum Islam dan faktor-faktor penyebab perselingkuhan, dan dampak perselingkuhan. Data penelitian ini berdasarkan penelitian lapangan, literature, Koran, majalah sumber data tambahan adalah internet. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa faktor-faktor penyebab perselingkuhan yang pertama karena kurangnya keimanan, dan kurangnya perhatian terhadap keluarga, dan karena adanya tren didesa tersebut, dan juga karena merasa bosan terhadap pasangan tersebut, dan juga adanya kesempatan, dan masalah hyper sex dan penyebab ekonomi yang sedikit susah. Dampak Perselingkuhan berdampak pada retaknya rumah tangga, rumah tangga tidak harmonis lagi, anak-anak terlantar, dan diambang perceraian. Dan juga psikologis anak juga terganggu, anak merasa malu dengan temannya, anak juga merasakan kesedihan yang amat mendalam, anak juga akan menjadi tidak fokus dalam belajar, anak juga akan memikirkan itu sampai ia dewasa nanti, pada anak-anak perasaan terhadap anak, kecemasan terhadap anak, berkurangnya nafsu makan terhadap anak, anak semakin menderita dan merasa malu. A family is a sanctuary for nurturing the affection and love shared between husband, wife, and children. A family is ideally envisioned as sakinah (peaceful); however, such harmony can be destroyed by betrayal from either spouse. One such act is infidelity, as it triggers conflict and often leads to divorce. This act is deeply disliked by Allah SWT because it severs the bonds of kinship (silaturahmi). This research was conducted using a qualitative method, focusing on the impact of infidelity from the perspective of Islamic legal sociology, as well as its causal factors. The research data is based on field studies, literature, newspapers, and magazines, with the internet serving as a supplementary data source. The results explain that the primary factors causing infidelity include a lack of faith, a lack of attention toward the family, local trends within the village, boredom with one’s spouse, available opportunities, issues regarding hypersexuality, and economic hardships. The impact of infidelity results in a fractured household, a loss of harmony, neglected children, and the brink of divorce. Furthermore, the psychological well-being of the children is disturbed; they feel ashamed in front of their peers, experience profound sadness, and lose focus on their studies. Children may carry this trauma into adulthood, manifesting as persistent anxiety, a loss of appetite, and deep-seated suffering and shame.
EKSISTENSI PANUKAON DI DESA AMBAI KABUPATEN KERINCI TAHUN 1998-2024
Penelitian ini mengulas adanya keberadaan panukaon di Desa Ambai, Kabupaten Kerinci, pada periode tahun 1998 hingga 2024.
CORRELATION AMONG STUDENTS' SPEAKING LEARNING PROCESS PRESSURE, SOCIAL SUPPORT, AND THEIR ACADEMIC STRESS AT THE FOURTH SEMESTER OF THE ENGLISH DEPARTMENT OF STATE ISLAMIC INSTITUTE OF KERINCI ACADEMIC YEAR 2024/2025
Academic stress is a common phenomenon among university students, especially those who study foreign languages where speaking demands create additional psychological pressure. This study aims to investigate the correlation between speaking learning process pressure, social support, and academic stress among fourth-semester students of the English Department at the Institut Agama Islam Negeri Kerinci in the academic year 2024/2025. This study uses a descriptive quantitative approach with a correlational research design. The study uses total sampling, so all 20 students from two classes become the research sample. The data are collected using three adapted questionnaires. The statistical analysis includes validity, reliability, normality, heteroscedasticity, multicollinearity tests, and Pearson product-moment correlation analysis using SPSS 24.0. The validity test shows that all items are valid, with r-count values higher than the r-table (0.444). The Cronbach’s Alpha values for each variable are 0.831, 0.873, and 0.897. The findings show a strong positive correlation between speaking learning process pressure and academic stress (r = 0.687, p = 0.001), which explains 47.2% of the variance. Social support shows a strong negative correlation with academic stress (r = -0.624, p = 0.003), explaining 38.9% of the variance. The multiple correlation analysis shows a significant relationship (R = 0.779, p < 0.001) with the regression equation Y = 47.328 + 0.542X₁ − 0.394X₂, which explains 60.7% of the variance in academic stress.
ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA INTROVERT
gaya belajar introvert merupakan gaya belajar yang menggunakan metode lw bih ke gerakan atau praktek di karenakan siswa introvert lebih cenderung susah dalam mengemukakan pendapatnya