Pencarian Karya
filter_alt Filter
ResetMenampilkan 42 hasil
EXPLORING SOLID WASTE MANAGEMENT BEHAVIORS AMONG UNDERGRADUATE BIOLOGY EDUCATION STUDENTS
Dinda Senia Putri ; Dharma Ferry
Environmental education is expected to foster responsible waste-management behavior among university students; however, empirical evidence on the stability of solid-waste management beliefs and attitudes across academic levels remains limited. In particular, few studies have examined whether progression in semester level is associated with differences in belief- and attitude-based behavioral tendencies among biology education students. This study aimed to analyze students’ solid waste management behavior based on two components of the Theory of Planned Behavior (TPB), namely beliefs and attitudes, and to examine whether these indicators differ across semesters. This research employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional survey approach involving undergraduate Biology Education students who had completed the Environmental Knowledge course. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using descriptive statistics and one-way ANOVA after meeting the assumptions of normality. The findings indicate that both belief and attitude indicators are generally categorized as very good across semesters. However, the ANOVA results reveal no statistically significant differences in belief scores across semesters (p = 0.262) or in attitude scores (p = 0.269), with small effect sizes indicating minimal practical differences. The findings reveal consistently high beliefs and positive attitudes toward solid waste management among Biology Education students, with no significant differences across semester levels, indicating relatively stable environmental orientations throughout academic progression.
ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING: STUDI MULTI-KASUS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS SEDERAJAT DI KECAMATAN DANAU KERINCI
M. Haikal Putra ; Ali Marzuki Zebua
Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Balanced Scorecard (BSC) dalam manajemen strategi pendidikan serta efektivitasnya dalam meningkatkan daya saing lembaga pada SMA Negeri 6 Kerinci dan MAN 3 Kerinci. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan kepala sekolah/madrasah, wakil kepala sekolah. Kemudian observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan empat perspektif BSC: keuangan, pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Negeri 6 Kerinci memiliki implementasi BSC yang lebih terintegrasi, terutama dalam pengelolaan sumber daya, strategi promosi, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran yang adaptif dan berbasis praktik pedagogis interaktif. Sebaliknya, MAN 3 Kerinci menunjukkan keunggulan pada pembinaan karakter religius dan pengembangan ekosistem pembelajaran digital berbasis web yang berkontribusi pada peningkatan profesionalisme guru, meskipun masih menghadapi keterbatasan pada aspek promosi, koordinasi internal, dan integrasi strategi. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbedaan model integrasi teknologi dalam kerangka BSC, yaitu pendekatan adaptif-kultural pada SMA Negeri 6 Kerinci dan sistem digital terpusat pada MAN 3 Kerinci, yang menegaskan bahwa efektivitas BSC ditentukan oleh integrasi strategi dan inovasi teknologi.
RAHASIA KEBERHASILAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK: KELUARGA SEBAGAI FAKTOR KUNCI
Agla Defaza ; Wulansari Vitaloka
Berdasarkan hasil penelitian, lingkungan keluarga memiliki peran utama dalam membentuk perkembangan sosial dan emosional anak usia dini. Suasana rumah yang harmonis dan penuh kasih sayang memberikan rasa aman dan stabilitas emosional bagi anak, memungkinkan mereka untuk tumbuh dengan kepercayaan diri yang baik. Selain itu, pola komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi faktor kunci dalam membangun keterampilan sosial anak. Anak yang terbiasa berdialog dan didengarkan oleh orang tuanya lebih mudah dalam mengekspresikan perasaan serta berinteraksi dengan teman sebaya. Faktor lain yang turut berpengaruh adalah keterlibatan anggota keluarga lain, seperti kakek-nenek, yang dapat memperkaya pengalaman sosial anak serta membantu mereka dalam mengelola emosi dan membangun hubungan interpersonal yang sehat. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti dampak penggunaan teknologi dalam kehidupan anak. Hasil menunjukkan bahwa anak yang terlalu banyak berinteraksi dengan gadget cenderung mengalami kesulitan dalam komunikasi tatap muka, yang Temuan ini sejalan dengan teori perkembangan anak yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam membangun kecerdasan emosional dan keterampilan sosial. Dengan memahami faktor-faktor ini, orang tua dapat menciptakan lingkungan keluarga yang lebih kondusif untuk mendukung perkembangan sosial dan emosional anak usia dini secara optimal.
A COMPARATIVE STUDY OF GRANDPARENTS’ AND PARENTS’ PARENTING STYLES IN SHAPING THE DISCIPLINE OF CHILDREN AGED 4–6 YEARS
Dea Afrimelya ; Wulansari Vitaloka
This study aims to analyze the differences between grandparents’ and parents’ parenting styles in shaping children’s discipline. The shifting caregiving roles in modern families, particularly due to parents’ work responsibilities, often place grandparents as the primary caregivers, leading to generational differences in values and approaches that may influence children’s discipline. This research employed a comparative quantitative approach involving 66 children in Koto Datuk Village. The sample was selected using purposive sampling, and data were collected through questionnaires based on discipline indicators proposed by Baumrind and Santrock. Data analysis was conducted using an Independent Sample t-Test through SPSS version 30. The findings reveal a significant difference between parents’ and grandparents’ parenting styles, where parents’ democratic parenting is more effective in fostering discipline compared to the more permissive approach typically practiced by grandparents. These results emphasize the importance of active parental involvement in childrearing and the need for educational support for grandparents as alternative caregivers in contemporary family settings.
MENINGKATKAN CITRA MEREK DENGAN MEMAKSIMALKAN KUALITAS PRODUK, PROMOSI DI MEDIA SOSIAL, DAN E-WOM SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP MINAT BELI PRODUK SKINCARE BENING
Dinda Fitria Ramadani ; Elex Sarmigi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra merek, kualitas produk, promosi di media sosial, dan E-WOM terhadap minat beli produk baik secara langsung maupun tidak langsung, dimana variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitas produk, citra merek, keputusan pembeli dan E-WOM dimana keputusan pembeli merupakan variabel (Y). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang dikumpulkan dengan bantuan kuesioner online menggunakan Google Forms. Populasi dari penelitian ini adalah Bening's Skincare di Kota Sungai Penuh, dengan sampel sebanyak 60 responden pengguna Bening skincare. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan aplikasi SmartPLS.1.2.9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas produk secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menunjukkan 0.000 < 0.05, dimana e-WOM berpengaruh positif secara langsung terhadap citra merek, kualitas produk terhadap citra merek, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian.
TECHNOLOGICAL, PEDAGOGICAL, AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) MAHASISWA TAHUN KETIGA CALON GURU MATEMATIKA
Calon guru harus memiliki pengetahuan tentang teknologi, pedagogi, dan konten matematika yang baik agar pembelajaran mencapai hasil yang optimal. Oleh karena itu, mahasiswa calon guru matematika harus dilengkapi dengan pemahaman tentang teknologi, pedagogi, dan konten matematika melalui berbagai mata kuliah. Namun, untuk mengevaluasi efektivitas mata kuliah tersebut dalam meningkatkan Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK), perlu dilakukan pengukuran secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tingkat TPACK mahasiswa tahun ketiga calon guru matematika. Penelitian ini melibatkan 20 mahasiswa tahun ketiga pendidikan matematika dari salah satu perguruan tinggi di Jambi, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Angket TPACK yang digunakan terdiri dari 7 komponen TPACK dengan 35 pernyataan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung memiliki TPACK pada tingkat sedang. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dari perguruan tinggi untuk mengoptimalkan TPACK mahasiswa melalui perkuliahan atau kegiatan di luar kelas selama masa studi yang tersisa.
ANALYSIS STUDENTS INTEREST IN AN INTEGRATIVE CONTEXT : A DESCRIPTIVE AND COMPARATIVE STUDY IN CHEMISTRY LEARNING
Hofifah Anzalina ; Ogi Danika Pranata ; Ramadani
Understanding students’ interest in learning chemistry is essential for educators to design effective teaching strategies and promote academic success. This study aims to investigates the learning interest in chemistry among students at different grade levels in SMAN 7 Kerinci, focusing on the integration of mathematics with chemistry lessons. Through descriptive and comparative analyses, we examine the factors influencing students’ interest in chemistry and its integrative context with mathematics. Our findings reveal that students’ interest in learning chemistry tends to decline as they progress through higher grade levels, with 11th grade students showing a higher interest compared to 12th grade students. Additionally, the integration of mathematics with chemistry poses challenges for students, impacting their interest levels. This study underscores the importance of innovative teaching approaches to enhance students’ interest and engagement in chemistry education. Further research is needed to explore the underlying factors influencing students’ interest in learning chemistry comprehensively. By understanding these factors, educators can develop targeted interventions to foster students’ interest and passion for chemistry, ultimately promoting academic success and nurturing future scientists and innovators.
ANALISIS DINAMIKA SELF EFFICACY DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Liza Anriyani ; Hengki Yandri ; Titin Kusayang
Kinerja guru selalu menjadi hal yang menarik untuk dibahas untuk melihat tingkat pencapaian hasil dan efektivitas guru dalam melaksanakan tugas mereka, termasuk kemampuan mereka untuk mengajar, memotivasi Siswa dan mengelola kelas, dan dorongan internal maupun eksternal, untuk memberikan kontribusi maksimal pada proses pembelajaran dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh self efficacy dan motivasi kerja terhadap Kinerja guru PAUD. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian survei dan kuesioner. Subjek penelitian ini berjumlah 60 orang dengan karakteristik guru PAUD di kabupaten Kerinci. Data penelitian di ungkap dengan menggunakan Skala Teacher Self efficacy, Multidimensional Work Motivation Scale, Skala Kinerja Guru PAUD, kemudian data hasil penelitian diolah menggunakan analisis regresi sederhana dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self efficacy dan motivasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru PAUD. Disarankan agar peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian secara luas, seperti tingkat provinsi atau bahkan nasional.
ECO-PEDAGOGIC BASED ON ECO-THEOLOGY: STRATEGIES FOR BUILDING STUDENTS' SPIRITUAL, SOCIAL, AND COGNITIVE CHARACTER
Abstract This study examines the strategy of implementing Eco-Pedagogy based on Eco-Theology at Sekolah Alam Insan Rabbani Sungai Penuh to form spiritual, social, and cognitive character. With a qualitative approach to case studies, data is obtained through observation, interviews, and documentation. The data was analysed by thematic analysis through six stages. The results of the research show that Eco-Pedagogy based on Eco-Theology at Sekolah Alam Insan Rabbani (SAIR) Sungai Penuh can shape students' character spiritually, socially, and cognitively through various programs that are integrated with the values of Islamic teachings. The Green Latte program instills the value of responsibility, care, and gratitude to God for His creation; outing class activities enrich the learning experience by making nature and local wisdom a living source of learning; waste management and greening practices train ecological habits as well as ethical awareness; As well as the canteen-free school policy to foster environmental awareness from an early age through the reduction of plastic waste. Thus, the Eco-Pedagogy implementation strategy based on Eco-Theology at SAIR is not only oriented to knowledge transfer, but also forms a generation of khalifah fil ard who have faith, knowledge, and ecological morals according to the mandate of Allah SWT.
HUBUNGAN PSIKOLOGI SPIRITUAL PENDIDIKAN TERHADAP FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KERINCI
Tesha Dwi Aprilita ; Pristian Hadi Putra
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) didefinisikan sebagai bentuk kecemasan social yang muncul Ketika individu merasa tertinggal dari pengalaman positif yang dialami orang lain, terutama melalui media social. Pada era digital dan modern seperti saat sekarang ini, fenomena "Fear of Missing Out" atau yang sering kita dengar dengan istilah FOMO telah menjadi hal yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di kalangan mahasiswa. Mahasiswa seringkali berada dalam periode hidup yang penuh tekanan, terhadap kesehatan mental mereka. pengaruh Psikologi spiritual pendidikan terhadap FOMO pada mahasiswa menyoroti kompleksitas tantangan psikososial yang dihadapi mahasiswa dalam era digital dan media sosial saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan uji korelasi dan pendekatan statistic deskriptif. Dengan sampel 108 mahasiswa di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri Kerinci. Artikel ini untuk mendalami hubungan Psikologi spiritual pendidikan terhadap perilaku FOMO pada mahasiswa, dengan tujuan mengidentifikasi potensi intervensi dan dukungan yang dapat membantu mahasiswa dalam penggunaan kata FOMO dan meningkatkan kesejahteraan mereka di lingkungan digital yang terus berubah.