Pencarian Karya
filter_alt Filter
ResetMenampilkan 107 hasil
KEBOLEHAN MENGGUGURKAN KANDUNGAN HASIL PEMERKOSAAN MENURUT PANDANGAN YUSUF AL- QARDAWI
Aborsi merupakan salah satu persoalan hukum Islam yang hingga kini masih menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan ulama, terutama terkait kehamilan akibat pemerkosaan. Di satu sisi, Islam sangat menjunjung tinggi hak hidup janin, sedangkan di sisi lain korban pemerkosaan mengalami penderitaan fisik dan psikologis yang memerlukan perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Yusuf Al-Qardawi mengenai kebolehan menggugurkan kandungan hasil pemerkosaan, metode istinbath hukum yang digunakan, serta manfaat dari kebolehan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kepustakaan (library legal research). Sumber data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab fikih, fatwa Yusuf AlQardawi, buku, jurnal, dan berbagai literatur yang relevan dengan permasalahan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan kajian pustaka, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yusuf Al-Qardawi pada dasarnya mengharamkan aborsi, namun memberikan keringanan (rukhsah) bagi korban pemerkosaan untuk menggugurkan kandungannya dalam kondisi tertentu, terutama sebelum janin berusia empat puluh hari. Kebolehan tersebut didasarkan pada pertimbangan kemaslahatan dan kondisi darurat yang dialami korban. Metode istinbath hukum yang digunakan adalah pendekatan maqashid al-syari’ah dengan mempertimbangkan prinsip darurat (al-dharurah) dan kemaslahatan (maslahah). Kebolehan tersebut bertujuan memberikan perlindungan terhadap kondisi psikologis korban serta mencegah dampak yang lebih besar terhadap kehidupan dan masa depannya.
STRATEGI GURU BAHASA ARAB DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI MTS SIULAK
Penelitian ini berjudul Strategi Guru Bahasa Arab dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di MTs Siulak , dengan latar belakang bahwa minat belajar merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi prestasi akademik siswa. Siswa dengan minat belajar tinggi cenderung lebih fokus, disiplin, dan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, sedangkan minat yang rendah dapat menjadi penghambat keberhasilan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Maharah Qirā’ah serta mengkaji faktor penyebab rendahnya minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas 8 A dan guru Bahasa Arab. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1).proses pembelajaran Maharah Qirā’ah dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pembukaan, inti, dan penutup. Pada tahap pembukaan, guru memulai dengan salam, membaca ayat Al-Qur’an, doa belajar, absensi, dan pemeriksaan tugas. Kegiatan inti mencakup penjelasan materi, contoh membaca teks Arab, latihan membaca bergiliran, serta penggunaan media pembelajaran seperti LKS, speaker, dan materi dari YouTube. Tahap penutup dilakukan dengan sesi tanya jawab, latihan soal, dan penutupan pembelajaran. 2).Faktor yang menyebabkan rendahnya minat belajar siswa antara lain kesulitan membaca teks Arab, materi yang dianggap sulit, perbedaan latar belakang pendidikan (MI dan SD), serta lingkungan kelas yang kurang kondusif. 3). Untuk mengatasinya, guru menerapkan strategi ekspositori, strategi aktif, dan strategi diferensiasi. Strategi ekspositori dilakukan melalui pemberian contoh membaca dan penguatan kosakata, strategi aktif dilakukan dengan menciptakan suasana relaks, penggunaan media audio-video, pemberian reward, dan mendorong siswa bertanya, sedangkan strategi diferensiasi dilakukan dengan pengelompokan siswa sesuai kemampuan membaca huruf Arab.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN SARANA DAN PRASARANA DI SMP NEGERI 8 KERINCI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam meningkatkan sarana dan prasarana di SMP Negeri 8 Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan staf sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam meningkatkan sarana dan prasarana dilakukan melalui perencanaan, pengadaan, pengelolaan, dan pemeliharaan fasilitas sekolah. Perencanaan dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan dan menentukan prioritas fasilitas sekolah. Pengadaan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan sekolah. Pengelolaan dilakukan melalui pengaturan penggunaan fasilitas, pembagian tugas, koordinasi, dan pengawasan. Sementara itu, pemeliharaan dilakukan melalui pengecekan kondisi fasilitas, perawatan, dan perbaikan sarana prasarana yang mengalami kerusakan. Namun, pelaksanaannya masih belum maksimal karena belum adanya jadwal yang teratur, pengawasan yang kurang konsisten, koordinasi yang belum optimal, serta masih adanya fasilitas yang belum tertata dan terawat dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, evaluasi, dan kerja sama seluruh warga sekolah agar sarana dan prasarana dapat mendukung proses pembelajaran secara efektif, nyaman, dan kondusif.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENIGKATKAN KUALITAS PENGAJARAN DI IAIN KERINCI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas pengajaran di SMP Negeri 8 Kerinci. Fokus penelitian meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pengorganisasian sumber daya manusia telah dilaksanakan dengan cukup baik dan terarah, ditandai dengan adanya pembagian tugas sesuai kompetensi serta koordinasi yang dilakukan secara berkala. Namun, dalam aspek pelaksanaan dan pengawasan masih terdapat beberapa kendala, seperti kurang optimalnya kegiatan pengembangan kompetensi guru serta belum konsistennya pelaksanaan supervisi dan evaluasi kinerja. Hal ini berdampak pada belum maksimalnya peningkatan kualitas pengajaran di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia di SMP Negeri 8 Kerinci belum sepenuhnya berjalan optimal, khususnya pada aspek pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui peningkatan supervisi, evaluasi berkelanjutan, serta penguatan program pengembangan profesional guru guna meningkatkan kualitas pengajaran secara lebih efektif.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN SELF-EFFICACY TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SISWA SMP ISLAM MUTIARA AL-MADANI KOTA SUNGAI PENUH
Siswa SMP Islam Mutiara Al-Madani Kota Sungai Penuh menghadapi tantangan psikologis yang dipengaruhi oleh rendahnya dukungan sosial dan selfefficacy. Meskipun sekolah berpotensi menjadi sumber dukungan emosional melalui guru dan teman sebaya, banyak siswa masih merasa terisolasi dan kesulitan membangun hubungan sosial yang sehat. Penelitian bertujuan untuk mengungkap pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis siswa, mengungkap pengaruh self-efficacy terhadap kesejahteraan psikologis siswa dan mengungkap pengaruh dukungan sosial dan self-efficacy secara simultan terhadap kesejahteraan psikologis siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Islam Mutiara AlMadani Kota Sungai Penuh yang berjumlah 62 siswa, dengan sampel sebanyak 33 siswa yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) dengan skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji statistik yang meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis deskriptif (TCR), serta uji hipotesis menggunakan uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis siswa dengan nilai t-hitung 4,573 dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis siswa dengan nilai t-hitung 2,423 psikologis siswa dengan nilai F-hitung 26,575 > F-tabel 3,32 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,639 menunjukkan bahwa 63,9% kesejahteraan psikologis siswa dipengaruhi oleh dukungan sosial dan self-efficacy, sedangkan 36,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Saran dalam penelitian ini yaitu sekolah diharapkan meningkatkan program mendukung kesejahteraan psikologis siswa melalui layanan konseling. Guru diharapkan memberikan perhatian kepada siswa dan membantu meningkatkan self-efficacy. Orang tua aktif memberikan dukungan emosional kepada anak dan Siswa diharapkan meningkatkan rasa percaya diri dan hubungan sosial yang baik.
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI SEKOLAH DI DUNIA PENDIDIKAN SMP N 5 SUNGAI PENUH
Anggun Delia putri 2026. Manajemen kepala sekolah sebagai upaya mempertahankan eksistensi sekolah di dunia pendidikan SMP N 5 sungai penuh. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Negeri Kerinci. ( Dr.Muhd Odha Meditamar, M.Pd ) Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya manajemen kepala sekolah dalam mempertahankan eksistensi sekolah di tengah persaingan dunia pendidikan. SMP Negeri 5 Sungai Penuh mengalami beberapa permasalahan, seperti penurunan jumlah peserta didik, keterbatasan sarana dan prasarana, serta rendahnya daya saing sekolah dibandingkan sekolah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan kepala sekolah dalam mempertahankan eksistensi sekolah di dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah dan guru SMP Negeri 5 Sungai Penuh yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kepala sekolah dilakukan melalui program Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang disusun bersama guru dan komite sekolah sehingga berjalan dengan baik. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas, pembentukan struktur tim, dan penetapan tanggung jawab sesuai bidang masing- masing sehingga dinilai telah berjalan dengan baik. Pelaksanaan evaluasi diri sekolah dilakukan melalui pengumpulan data akademik, kehadiran, administrasi, supervisi, serta sarana dan prasarana, namun pelaksanaannya masih kurang maksimal. Pengawasan kepala sekolah terhadap Evaluasi Diri Sekolah belum dilakukan secara khusus dan masih berfokus pada kegiatan sekolah secara umum sehingga pengawasan dinilai belum maksimal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen kepala sekolah dalam aspek perencanaan dan pengorganisasian telah berjalan dengan baik, sedangkan aspek pelaksanaan dan pengawasan masih perlu ditingkatkan agar eksistensi SMP Negeri 5 Sungai Penuh dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di dunia pendidikan.
MANAJEMEN PROGRAM BEYOND CENTER CIRCLE TIME DALAM MENINGKATKAN POTENSI DAN MINAT ANAK DI TK PEMBINA DEPATI TUJUH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen program Beyond Center and Circle Time (BCCT) dalam meningkatkan potensi dan minat anak di TK Pembina Depati Tujuh. Fokus penelitian meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, serta kendala dalam pelaksanaan program BCCT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan guru di TK Pembina Depati Tujuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program BCCT di TK Pembina Depati Tujuh telah dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan melalui rapat dan diskusi bersama antara kepala sekolah, guru, dan orang tua dengan menyusun program semester, RPPM, dan RPPH serta menentukan kegiatan pembelajaran sesuai kebutuhan dan minat anak. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas guru, pengelompokan anak, penyusunan jadwal kegiatan, serta pengelolaan alat dan bahan pembelajaran. Pelaksanaan program dilakukan melalui kegiatan circle time, kegiatan bermain di sentra, pemberian pijakan oleh guru, serta rotasi sentra agar anak memperoleh pengalaman belajar yang beragam. Pengawasan dilakukan melalui supervisi kelas, observasi kegiatan pembelajaran, evaluasi perangkat pembelajaran, dan diskusi bersama guru. Namun, pelaksanaan program BCCT masih mengalami beberapa kendala seperti keterbatasan alat dan media bermain, kondisi ruang belajar yang relatif sempit, serta jumlah anak yang cukup banyak sehingga proses pembelajaran belum berjalan secara maksimal.
KEPEMIMPINAN RELIGIUS KEPALA SEKOLAH DI SMK NEGERI 2 KERINCI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepemimpinan religius kepala sekolah dalam membentuk budaya sekolah yang berlandaskan nilai-nilai moral, agama, dan etika di lingkungan pendidikan. Kepemimpinan religius tidak hanya menekankan kemampuan manajerial kepala sekolah, tetapi juga keteladanan, pembiasaan nilai-nilai agama, serta pengambilan keputusan yang bijak dan bermoral dalam kehidupan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kepemimpinan religius kepala sekolah serta dampaknya terhadap sikap dan perilaku warga sekolah di SMK Negeri 2 Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan peserta didik SMK Negeri 2 Kerinci yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi metode, triangulasi sumber, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan religius kepala sekolah diterapkan melalui penanaman nilai moral dan agama, keteladanan, penciptaan budaya sekolah religius, serta pengambilan keputusan yang bijak dan bermoral. Penerapan tersebut diwujudkan melalui kegiatan rutin seperti sholat berjamaah, pembacaan sholawat, doa bersama, tahsin Al-Qur’an,ْ kultum,ْ sertaْ pembiasaanْ sikapْ disiplin,ْ sopanْ santun,ْ danْtanggungْ jawab. Kepala sekolah juga memberikan keteladanan melalui sikap disiplin, jujur, adil, dan bertanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah. Dampak dari kepemimpinan religius tersebut terlihat pada terbentuknya budaya sekolah yang religius, meningkatnya disiplin dan tanggung jawab warga sekolah, meningkatnya akhlak dan perilaku positif peserta didik, meningkatnya motivasi kerja guru, serta terciptanya lingkungan sekolah yang harmonis, tertib, dan kondusif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan religius kepala sekolah di SMK Negeri 2 Kerinci telah diterapkan dengan baik melalui pembiasaan nilai-nilai agama, keteladanan, dan budaya religius di sekolah sehingga memberikan dampak positif terhadap sikap, perilaku, dan karakter warga sekolah.
ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK GADAI EMAS DI KANTOR CABANG PEHADAIAN SEMURUP
Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan yang menerapkan konsep syariah yang jauh dari riba (bunga), ini menyebabkan banyaknya peminat dikalangan masyarakat khususnya kelas menengah kebawah, dengan persyaratan yang dipenuhi relatif mudah serta pengoperasionalan yang cepat. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana mekanisme praktik gadai emas PT. Pegadaian Semurup dan bagaimana pandangan hokum ekonomi syariah terhadap praktik gadai emas tersebut. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan sumber data primer (yang diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan pihak informan) dan data sekunder (yang diperoleh melalui literatur-literatur yang membahas tentang pegadaian, baik dalam bentuk buku, jurnal,dan website). Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa praktik gadai emas yang dilakukan di PT. Pegadaian semurup telah sesuai dengan ketentuan Fatwa MUI, namun masih terdapat permasalahan adanya sifat yang belum terpenuhi yaitu sisi transparansi atau keterbukaan dalam pemberian keseluruhan pinjaman,
METODE GURU PAI DALAM MEMBENTUK AKHLAK SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN 041/XL KAMPUNG TENGAH
abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk Akhlak Siswa di kelas III SDN 041/XI Kampung Tengah, untuk mengidentifikasi metode yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk akhlak siswa di kelas III SDN 041/XI Kampung Tengah, untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi metode membentuk akhlak siswa di kelas III SDN 041/XI Kampung Tengah Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru PAI dan siswa kelas III, sedangkan informan pendukung terdiri dari kepala sekolah dan guru kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode untuk menguji keabsahan data yang berhubungan dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk akhlak siswa masih sangat bervariasi pada setiap indikatornya, meliputi bertutur kata sopan, kejujuran, tanggung jawab, hubungan sosial, dan ketaatan beribadah. Guru PAI menggunakan lima metode utama yaitu pembiasaan, keteladanan, nasihat, ceramah yang dikombinasikan dengan cerita, serta kerja kelompok. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, konsistensi semua guru, dan antusiasme siswa. Faktor penghambat meliputi kurangnya dukungan orang tua, pengaruh lingkungan luar sekolah, keterbatasan jam pelajaran, dan minimnya media pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan akhlak siswa memerlukan kerja sama menyeluruh antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.