Pencarian Karya
filter_alt Filter
ResetMenampilkan 107 hasil
PENGARUH REVIEW PRODUK, PERSEPSI HARGA, DAN KEMUDAHAN TRANSAKSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA E-COMMERCE SHOPEE
Annisa Diyah Ashari. 2210404001. Pengaruh Review Produk, Persepsi Harga, dan Kemudahan Transaksi Terhadap Keputusan Pembelian Pada E-Commerce Shopee (Studi Kasus : Mahasiswa FEBI IAIN Kerinci). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tiga variabel X yaitu Pengaruh Review Produk (X1), Persepsi Harga (X2), dan Kemudahan Transaksi (X3), Terhadap Keputusan Pembelian Pada E-Commerce Shopee (Y) pada mahasiswa FEBI IAIN Kerinci. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa FEBI IAIN Kerinci. Ukuran sampel diambil dengan menggunakan rumus Slovin. Melalui perhitungan berdasarkan rumus tersebut, didapat dengan jumlah sampel sebanyak 269 responden dari mahasiswa FEBI IAIN Kerinci. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan software SPSS versi 22. Hasil uji t untuk variabel Review Produk (X1) menunjukkan thitung>ttabel yaitu 8,500>1,969 dan nilai signifikansi 0,000<0,05. Dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak. Dari hasil uji t untuk variabel Persepsi Harga (X2) menunjukkan thitung>ttabel yaitu 4,441>1,969 dan nilai signifikansi 0,000<0,05. Maka artinya Ha diterima dan H0 ditolak. Dari hasil uji t untuk variabel Kemudahan Transaksi (X3) menunjukkan bahwa thitung<ttabel yaitu 1,375<1,969 dan nilai signifikansi 0,170>0,05. Dengan demikian H0 diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan hasil uji F menunjukkan bahwa fhitung>ftabel yaitu 248,706>0.119 dan nilai signifikansi 0,000<0,05. Maka, Ha diterima dan H0 ditolak artinya review produk, persepsi harga, dan kemudahan transaksi secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada e-commerce shopee. Pengaruh tersebut dapat ditunjukkan dari nilai determinan Adjused R sebesar 0,730 jika dipersentasekan menjadi 73,0%. Artinya besarnya Pengaruh Review Produk, Persepsi Harga, Dan Kemudahan Transaksi secara bersama-sama terhadap Keputusan Pembelian Pada E-Commerce Shopee Pada Mahasiswa FEBI IAIN Kerinci sebesar 73,0%.
IMPLEMENTASI MAGRIB MENGAJI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR'AN ANAK-ANAK DI DESA HIANG KARYA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya oleh membaca Al-Qur’an sejak dini melalui kegiatan Magrib Mengaji sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an anak-anak di Desa Hiang Karya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program Magrib Mengaji serta kontribusinya terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian terdiri dari ustad sebagai pengajar, orang tua, dan anak-anak peserta Magrib Mengaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Magrib Mengaji disusun dengan menyesuaikan tujuan, materi, serta kemampuan anak. Kegiatan dilaksanakan setiap hari setelah shalat Magrib dan menggunakan beberapa metode pembelajaran seperti Baghdadiyah, baca simak, dan Iqra’ yang diterapkan sesuai tingkat kemampuan masing-masing anak. Evaluasi dilakukan secara langsung melalui pengamatan harian terhadap bacaan anak. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dari segi kelancaran, ketepatan, dan pemahaman dasar anak-anak. Secara keseluruhan, program Magrib Mengaji memberikan kontribusi positif dan berperan penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an anak-anak di Desa Hiang Karya.
NILAI-NILAI DAKWAH DALAM TRADISI TAWOH SEBAGAI MEDIA PENYEMBUHAN PENYAKIT PADA MASYARAKAT SEMERAP
ABSTRAK NILAI-NILAI DAKWAH DALAM TRADISI TAWOH SEBAGAI MEDIA PENYEMBUHAN PENYAKIT PADA MASYARAKAT SEMERAP Oleh DELFIYA DUWITA PUTRI NIM. 2210302003 Tradisi Tawoh di Desa Semerap merupakan salah satu warisan budaya yang memadukan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal sebagai upaya menghadapi wabah penyakit menular. Namun, di tengah arus modernisasi yang menyebabkan banyak tradisi lokal mulai ditinggalkan, Tawoh justru tetap dipertahankan oleh masyarakat Semerap hingga sekarang sebagai wadah dakwah kultural. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai, pertama, bagaimana sejarah terbentuknya tradisi Tawoh, Kedua, bagaimana tradisi Tawoh diterima masyarakat sebagai bentuk dakwah kultural dan sarana penyembuhan penyakit, Ketiga, bagaimana proses pelaksanaan tradisi Tawoh sebagai media penyembuhan penyakit di desa Semerap, dan keempat, bagaimana tradisi Tawoh tetap lestari di tengah pesatnya perkembangan zaman modern. Berdasarkan persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah dan peran dakwah tradisi Tawoh, menganalisis penerimaan masyarakat terhadapnya, menjelaskan tahapan pelaksanaannya serta mengungkap faktor-faktor yang membuat tradisi ini tetap lestari di tengah perkembangan zaman modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku adat, tokoh agama, dan masyarakat Desa Semerap, observasi langsung terhadap pelaksanaan tradisi, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Cholaizi. Hasil penelitian menunjukkan tradisi Tawoh berawal dari upaya mengatasi wabah penyakit seperti campak, demam, dan muntaber melalui lima tahapan: musyawarah empat jenis, pemberitahuan masyarakat, pelaksanaan Qunut Nazilah, prosesi zikir mengelilingi desa, dan doa tolak bala. Tradisi ini mengandung nilai- nilai dakwah meliputi tauhid, tawakal, kebersihan, dan persaudaraan yang disampaikan melalui praktik sosial-keagamaan. Kelestarian tradisi didukung empat faktor: keterpaduan nilai adat dan agama berdasarkan prinsip "adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah", komitmen masyarakat lintas generasi, kepercayaan terhadap efektivitas penyembuhan spiritual dan fisik, serta nilai kebersamaan yang memperkuat solidaritas komunal. Tradisi Tawoh membuktikan dakwah Islam dapat dilaksanakan secara kontekstual dan adaptif melalui pelestarian tradisi lokal yang selaras dengan ajaran Islam.
PENGARUH PERILAKU DISIPLIN TERHADAP TINGKAT AGRESIVITAS SISWA MTSS SIULAK
Frenggio. E (2025) Pengaruh Perilaku disiplin terhadap tingkat agresivitas siswa MTsS SIULAK . Jurusan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. (1) Agung Tri Prasetia, M.Pd. Kata Kunci : perilaku disiplin, agresivitas siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa yang kesulitan dalam merencanakan karir untuk kedepannya pada masa SMK. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan : 1). Mengetahui perilaku disiplin siswa MTsS siulak, 2). Mengetahui tingkat agresifitas siswa MTsS siulak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa MTsS Siulak kelas IX. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling dan didapatkan jumlah 44 siswa, Instrumen yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu skala Likert Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1). Terdapat hasil yang sangat tinggi pada tingkat disiplin siswa MTsS siulak 2). Hasil yang didapatkan untuk tingkat agresivitas pada siswa MTsS siulak berada pada level yang sangat rendah.
ANALISIS HUBUNGAN KEPRIBADIAN GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PAI SISWA SMPN 11 KOTA SUNGAI PENUH 2018/2019
Berdasarkan analisis data hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Kompetensi kepribadian guru PAI di SMP Negeri 11 Kota Sungai Penuh termasuk dalam kategori cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan skala tentang kompetensi kepribadian guru, dimana nilai kompetensi kepribadian guru PAI memiliki rata-rata 118,5. Nilai rata-rata tersebut berada pada kategori sedang yaitu pada luas daerah kurva 79,67 < X < 120,33. 2. Motivasi belajar PAI siswa yang dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada hasil perhitungan skala yang diperoleh dengan rata-rata 119,3. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar yang dirasakan oleh siswa ketika belajar PAI dengan guru yang dijadikan sampel dalam penelitian ini pada umumnya sedaang atau cukup baik, dan berada pada luas daerah kurva 79,67 < X < 120,33. 3. Berdasarkan analisis data, diperoleh rs htung = 0,79844 dan rs tabel = 0,364. Rs hitung ≥ rs tabel maka keputusannya adalah terima Ha, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI dengan motivasi belajar PAI siswa. Dari data hasil penelitian dapat dilihat bahwa pada umumnya guru PAI dengan nilai kompetensi kepribadiannya yang baik maka motivasi belajar PAI yang dirasakan oleh siswanya juga baik. Besar hubungan antara kompetensi kepribadian
ANALISIS KEMAMPUAN ARGUMENTASI BERBASIS PEMBUKTIAN PADA MATERI IDENTITAS TRIGONOMETRI
Ikhbal wardana,2024 "Analisis Kemampuan Argumentasi Berbasis Pembuktian Pada Materi Identitas Trigonometri"
METODE ISTIDLAL AL-URF DALAM PENAFSIRAN AYAT HUKUM TENTANG BUDAYA NGAMPATI; ANALISIS TERHADAP PENAFSIRAN QURAISH SHIHAB
Tradisi lokal merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Muslim Indonesia, termasuk budaya Ngampati yang dilaksanakan pada usia kehamilan empat bulan sebagai bentuk doa dan ungkapan syukur. Namun, keberadaan tradisi ini sering menimbulkan perbedaan pandangan terkait kedudukannya dalam hukum Islam, apakah termasuk praktik yang dibenarkan atau justru menyimpang dari syariat. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana proses, makna, dan fungsi budaya Ngampati dalam konstruksi sosial masyarakat serta bagaimana metode istidlal al-‘urf digunakan dalam menafsirkan ayat-ayat hukum yang relevan menurut perspektif M. Quraish Shihab. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kedudukan budaya Ngampati dalam Islam dan menganalisis penerapan metode istidlal al-‘urf dalam penafsiran ayat hukum yang berkaitan dengan tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah tafsir tematik (maudhu‘i) dan pendekatan ushul fiqh. Sumber data primer terdiri dari Al-Qur’an dan Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, khususnya penafsiran terhadap QS. Ali ‘Imran ayat 25 dan QS. An-Nisa ayat 19. Adapun sumber data sekunder meliputi kitab-kitab ushul fiqh, buku tafsir, jurnal ilmiah, serta literatur yang membahas konsep al-‘urf dan budaya Ngampati. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Ngampati dapat dikategorikan sebagai ‘urf shahih selama tidak bertentangan dengan nash syariat, tidak mengandung unsur syirik, dan tidak diyakini sebagai kewajiban agama. Penafsiran M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat hukum yang dikaji menunjukkan bahwa nilai ma‘ruf, keadilan, dan kemaslahatan menjadi dasar penting dalam memahami relasi antara teks Al-Qur’an dan tradisi masyarakat. Dengan demikian, metode istidlal al-‘urf berperan signifikan dalam menempatkan budaya Ngampati secara proporsional dalam kerangka hukum Islam yang kontekstual dan moderat.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN,MANFAAT DAN KEMUDAHAN PENGGUNAAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH DALAM MENGGUNAKAN BSI MOBILE
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan, manfaat, dan kemudahan penggunaan terhadap loyalitas nasabah dalam menggunakan BSI Mobile. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan simpel random sampling, dan instrumen penelitian berupa angket atau kuesioner. Sampel yang digunakan berjumlah 87 responden. Hasil ujit secara parsial menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari kualitas layanan (XI) (t 3.155, sig=0.002) dan manfaat (X2) (t=2.916, sig=0,005) terhadap loyalitas nasabah BSI Mobile, sehingga hipotesis pertama (HI) dan kedua (H2) diterima. Namun, tidak ditemukan pengaruh yang signifikan dari kemudahan penggunaan (X3) terhadap loyalitas nasabah (t = 1.000, sig= 0.320). Temuan ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kualitas layanan dan manfaat dalam meningkatkan loyalitas nasabah terhadap layanan perbankan digital seperti BSI Mobile. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor tambahan yang memengaruhi loyalitas nasabah pada platform perbankan digital. Implikasi dari penelitian ini dapat membantu pihak terkait dalam meningkatkan kualitas layanan dan manfaat yang ditawarkan kepada nasabah, sehingga memperkuat loyalitas nasabah. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur yang ada dengan memberikan wawasan tentang dinamika loyalitas nasabah dalam konteks layanan perbankan digital.
PERAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS ANAK DI DESA KOTO BARU
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter religius anak. Keluarga memiliki tanggung jawab utama dalam menanamkan nilai-nilai agama, moral, dan akhlak sejak dini. Namun, dalam kehidupan masyarakat modern, berbagai tantangan seperti kesibukan orang tua, pengaruh lingkungan, serta perkembangan teknologi dapat memengaruhi proses pembentukan karakter religius anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk pendidikan karakter religius anak, cara orang tua dalam membentuk karakter religius anak, serta tantangan yang dihadapi keluarga dalam menanamkan nilai-nilai religius pada anak di Desa Koto Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri dari beberapa keluarga serta pihak yang terlibat dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai peran keluarga dalam membentuk karakter religius anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius anak di Desa Koto Baru dilakukan melalui kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Di lingkungan keluarga, orang tua menanamkan nilai religius melalui pembiasaan ibadah seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, mengajarkan doa-doa harian, serta menanamkan sikap hormat kepada orang tua dan guru. Dalam proses pembentukan karakter religius, orang tua menerapkan berbagai pola asuh seperti Permisif, Demokratis, dan Otoriter. Namun, keluarga juga menghadapi berbagai tantangan seperti pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi, serta keterbatasan waktu orang tua. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter religius anak. Keberhasilan pembentukan karakter religius sangat bergantung pada keterlibatan aktif orang tua dalam memberikan teladan, bimbingan, serta pengawasan terhadap anak dalam kehidupan sehari-hari.
MANAJEMEN PONDOK PESANTREN DALAM MENCEGAH BULLYING DI KALANGAN SANTRI PONDOK PESANTREN AL MUHTARIYAH AMBAI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pondok pesantren dalam mencegah bullying di kalangan santri pondok pesantren Al Muhtariyah Ambai fokus pada aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi Pimpinan Pesantren, kepala sekolah tiap tiap lembaga, ketua pengasuh bagian keamanan, anggota keamanan, dan 2 orang santri. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) perencanaan, yang dilakukan dengan menyusun tata tertib, menetapkan pedoman pelanggaran, menyosialisasikan aturan kepada santri dan wali santri. 2) pengorganisasian, dengan struktur yang khusus dalam menangani bullying dan pembagian tugas yang terstruktur melalui pengurus keamanan, dan anggota bagian keamanan , partisipasi organisasi santri (Mudabbir dan Mudabbiroh). 3) pelaksanaan, yang diwujudkan melalui penguatan kedisiplinan, kajian kitab sebagai penanaman nilai keislaman, bimbingan kepada pelaku dan korban, penerapan hukuman edukatif berbasis ta’ziran, serta pendampingan intensif dari pengurus. 4) evaluasi, yang dilakukan secara rutin melalui rapat dan pencatatan perilaku santri untuk menilai efektivitas pembinaan serta merumuskan strategi perbaikan. Secara keseluruhan, penerapan fungsi manajemen ini berhasil menciptakan lingkungan pesantren yang lebih kondusif, religius, dan mendukung perkembangan karakter santri, meskipun belum ada tim khusus anti-bullying yang dibentuk secara formal.