Pencarian Karya

search

filter_alt Filter

Reset

Menampilkan 41 hasil

Tesis calendar_today 10 September 2026

PENGUATAN KARAKTER PEDULI SOSIAL GENERASI MUDA BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUOKIEH DI DESA PUNGUT HILIR KECAMATAN AIR HANGAT TIMUR

Men Haryanti

ABSTRAK Men Haryanti. 2026. “Penguatan Karakter Peduli Sosial Generasi Muda Berbasis Kearifan Lokal Buokieh di Desa Pungut Hilir Kecamatan Air Hangat Timur”. Tesis. Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Kata Kunci: Buokieh, Generasi Muda, Karakter Peduli Sosial, Kearifan Lokal, Penguatan Karakter. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan pola interaksi sosial generasi muda akibat modernisasi dan perkembangan teknologi yang berdampak pada menurunnya kepedulian sosial. Di sisi lain, masyarakat Desa Pungut Hilir masih memiliki kearifan lokal Buokieh yang mengandung nilai gotong royong, solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberadaan kearifan lokal Buokieh, menganalisis strategi penguatan karakter peduli sosial generasi muda berbasis Buokieh, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, anggota kelompok Buokieh, dan generasi muda Desa Pungut Hilir. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kearifan lokal Buokieh masih bertahan dalam kehidupan masyarakat meskipun mengalami perubahan bentuk dan intensitas pelaksanaan; 2) penguatan karakter peduli sosial generasi muda berlangsung melalui pembiasaan dalam aktivitas sosial, keteladanan keluarga dan tokoh masyarakat, transformasi nilai kearifan lokal, serta dukungan lingkungan sosial yang komunal; dan 3) faktor pendukung meliputi kuatnya nilai gotong royong, peran keluarga dan tokoh masyarakat, keberlanjutan aktivitas sosial kearifan lokal, serta adaptasi nilai Buokieh dalam kehidupan generasi muda. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh modernisasi, berkurangnya praktik Buokieh tradisional, rendahnya keterlibatan sebagian generasi muda, dan perkembangan teknologi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal Buokieh tetap berperan penting dalam penguatan karakter peduli sosial generasi muda di tengah perubahan sosial modern.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 26 x
Tesis calendar_today 9 September 2026

BEST PRACTICE MANAJEMEN SEKOLAH DALAM KEBERHASILAN PROGRAM ADIWIYATA DI SMP NEGERI 13 KERINCI

Sarawana

Sarawana. 2025 ”Best Practice Manajemen Sekolah Dalam Keberhasilan Program Adiwiyata di SMP Negeri 13 Kerinci” Tesis Program Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sekolah dalam pelaksanaan Program Adiwiyata di SMP Negeri 13 Kerinci yang meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi perencanaan telah dilaksanakan secara sistematis melalui penyusunan visi, misi, serta program kerja berbasis lingkungan. Fungsi pengorganisasian berjalan dengan baik melalui pembentukan tim dan pembagian tugas yang jelas. Fungsi pelaksanaan diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata yang melibatkan seluruh warga sekolah, khususnya siswa. Sementara itu, fungsi pengawasan dilakukan melalui monitoring dan evaluasi secara berkala. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti belum meratanya partisipasi siswa, ketergantungan pada pengawasan guru, serta sistem evaluasi yang belum sepenuhnya berbasis data. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem manajemen, peningkatan kesadaran warga sekolah, serta pengembangan evaluasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

school Manajemen Pendidikan Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 29 x
Tesis calendar_today 9 September 2026

PENGARUH PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN PESISIR BUKIT

Memi Hayati

Kinerja guru di Sekolah Dasar Kecamatan Pesisir Bukit masih menunjukkan variasi yang signifikan, meskipun sebagian besar guru telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Perbedaan kinerja ini dipengaruhi oleh variasi kompetensi profesional, pengalaman mengajar, ketersediaan sarana, dan tingkat motivasi kerja guru. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas pembelajaran dan pencapaian kompetensi siswa secara menyeluruh, sehingga diperlukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja guru secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan PPG, motivasi kerja, dan kinerja guru, sekaligus menganalisis pengaruh PPG dan motivasi kerja terhadap kinerja guru baik secara parsial maupun simultan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal-komparatif ex post facto. Populasi penelitian terdiri atas 132 guru yang telah mengikuti PPG, dengan sampel sebanyak 57 guru yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstandar yang mengukur PPG, motivasi kerja, dan kinerja guru, serta melalui dokumentasi sekolah. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi variabel dan secara inferensial menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh parsial maupun simultan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap PPG dan motivasi kerja, khususnya pada indikator relevansi program, pengalaman profesional, dan aktualisasi diri. Secara parsial, PPG berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan kontribusi sebesar 89,9%, sedangkan motivasi kerja berkontribusi sebesar 92,2%.

school Manajemen Pendidikan Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 43 x
Tesis calendar_today 7 September 2026

PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI METODE MURAJAAH DI MI NO 10/E.3 DI DESA KOTO MAJIDIN

Nopita Fitri

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan metode muraja’ah sebagai upaya penguatan karakter religius peserta didik di MI No 10/E.3 Desa Koto Majidin. Fokus penelitian mencakup: (1) strategi guru dalam menerapkan metode muraja’ah, (2) bentuk pelaksanaan pembiasaan muraja’ah dan integrasinya dalam budaya sekolah, serta (3) pengaruh metode muraja’ah terhadap pembentukan karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan siswa, serta dokumentasi berbagai aktivitas keagamaan di sekolah. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merancang metode muraja’ah secara terstruktur melalui pembiasaan harian, pengulangan terarah, dan integrasi muraja’ah dalam kegiatan pembelajaran serta budaya sekolah. Muraja’ah tidak hanya difungsikan sebagai strategi meningkatkan kemampuan hafalan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kedisiplinan dan kesadaran spiritual siswa. Selain itu, guru memberikan penguatan dan motivasi melalui pujian verbal, apresiasi nonverbal seperti senyuman dan kontak mata, serta motivasi religius yang mengaitkan kegiatan muraja’ah dengan nilai ibadah. Bentuk penguatan ini terbukti meningkatkan semangat dan rasa percaya diri peserta didik dalam mengikuti kegiatan muraja’ah. Adapun nilai karakter religius yang muncul meliputi disiplin, tanggung jawab, sopan santun, keikhlasan, serta kebiasaan berdoa dan membaca Al-Qur’an dalam aktivitas belajar. Secara keseluruhan, ketiga temuan tersebut menunjukkan bahwa metode muraja’ah yang dirancang dengan baik, disertai penguatan dan motivasi yang tepat, mampu membentuk karakter religius yang kuat pada peserta didik di MI No. 10/E.3 Desa Koto Majidin.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 43 x
Tesis calendar_today 7 September 2026

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT-BASED LEARNING) TERHADAP KARAKTER MANDIRI SISWA DI MAN 1 SUNGAI PENUH

Nurhafizah

ABSTRAK NURHAFIZAH (2026): PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT-BASED LEARNING) TERHADAP KARAKTER MANDIRI SISWA DI MAN 1 SUNGAI PENUH". Tesis Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Tesis ini dilatar belakangi oleh rendahnya tingkat kemandirian siswa dalam proses pembelajaran di MAN 1 Sungai Penuh. Berdasarkan observasi awal, masih banyak siswa yang bergantung pada guru dalam menyelesaikan tugas, kurang memiliki inisiatif dalam belajar, dan cenderung mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Model pembelajaran di kelas masih dominan bersifat konvensional dengan metode ceramah dan tanya jawab, sehingga siswa kurang diberi ruang untuk mengembangkan kemandirian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan karakter mandiri siswa yang belajar dengan model konvensional, peningkatan karakter mandiri siswa yang belajar dengan model proyek (Project-based learning), serta pengaruh penerapan model pembelajaran Berbasis proyek (Project-based learning) terhadap karakter mandiri siswa di MAN 1 Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah sebagian peserta didik kelas XI MAN 1 Sungai Penuh tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 66 orang dari 3 kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling setelah melalui uji normalitas, homogenitas, dan kesamaan rata-rata, sehingga diperoleh kelas XI F2 B (22 siswa) sebagai kelas eksperimen dan kelas XI F2 C (24 siswa) sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala Likert, lembar observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan paired sample t-test, independent sample t-test, dan N-Gain Score dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peningkatan karakter mandiri siswa yang belajar dengan model konvensional tergolong kecil, rata-rata skor meningkat dari 43,63 (kriteria rendah) menjadi 48,96 (masih kriteria rendah) dengan N-Gain 0,13 (kategori rendah); (2) Peningkatan karakter mandiri siswa yang belajar dengan model proyek (Project-based learning) sangat signifikan, rata-rata skor meningkat dari 43,95 (kriteria rendah) menjadi 66,86 (kriteria tinggi) dengan N-Gain 0,56 (kategori sedang); (3) Terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Berbasis proyek (Project-based learning) terhadap karakter mandiri siswa di MAN 1 Sungai Penuh, dibuktikan dengan nilai t hitung 15,326 > t tabel 2,015 dan signifikansi 0,000 < 0,05 pada uji independent sample t-test. Perbedaan rata-rata posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 17,905 poin menunjukkan keunggulan model proyek (Project-based learning) dalam mengembangkan karakter mandiri siswa.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 51 x
Tesis calendar_today 7 September 2026

INTERNALISASI KARAKTER TANGGUNG JAWAB GURU DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI GOOGLE CLASSROOM DI SMP NEGERI 7 SUNGAI PENUH

Marina Natalega

Internalisasi Karakter Tanggung Jawab Guru dalam Pembelajaran IPA Melalui Google Classroom di SMP Negeri 7 Sungai Penuh". Tesis Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya internalisasi karakter tanggung jawab guru IPA dalam mengelola pembelajaran melalui Google Classroom di SMP Negeri 7 Sungai Penuh. Berdasarkan observasi awal, ditemukan bahwa guru cenderung menggunakan Google Classroom hanya sebagai sarana pengiriman tugas tanpa pembimbingan yang bermakna, umpan balik yang konsisten, dan pemantauan aktif terhadap perkembangan siswa. Kondisi ini diperparah dengan belum adanya mekanisme supervisi digital dari kepala sekolah secara periodik, sehingga akuntabilitas guru dalam pembelajaran daring menjadi sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis internalisasi karakter tanggung jawab guru dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran IPA melalui Google Classroom, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di SMP Negeri 7 Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri 10 orang informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik, yaitu observasi langsung terhadap aktivitas pembelajaran di Google Classroom, wawancara mendalam dengan seluruh informan, dan dokumentasi terhadap perangkat pembelajaran serta aktivitas digital guru dan siswa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, perpanjangan pengamatan, serta peningkatan kecermatan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi karakter tanggung jawab guru dalam perencanaan masih bersifat administratif, dengan RPP yang merupakan salinan tahun sebelumnya dan materi yang belum dikurasi dengan baik. Pelaksanaan pembelajaran belum didukung kehadiran digital yang konsisten, responsivitas yang memadai, maupun integrasi nilai karakter secara eksplisit. Evaluasi hanya sebatas pemberian nilai angka tanpa umpan balik konstruktif, tanpa rubrik penilaian, dan tanpa refleksi mandiri guru. Faktor pendukung meliputi motivasi intrinsik guru, dukungan kebijakan kepala sekolah, dan komunitas belajar MGMP. Faktor penghambat meliputi beban administratif berlebihan, keterbatasan kompetensi digital guru, minimnya supervisi digital, serta keterbatasan akses internet dan perangkat siswa. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya program pelatihan karakter digital bagi guru, penguatan sistem supervisi daring oleh kepala sekolah, serta penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai demi terwujudnya pembelajaran IPA yang berkualitas dan berkarakter.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 32 x
Tesis calendar_today 7 September 2026

OPTIMALISASI UPACARA BENDERA SEBAGAI STRATEGI INTERNALISASI KARAKTER CINTA TANAH AIR DI SMP NEGERI 7 SUNGAI PENUH

Yesi Rizki Ananda

ABSTRAKYESI RIZKI ANANDA "OPTIMALISASI UPACARA BENDERA SEBAGAI STRATEGI INTERNALISASI KARAKTER CINTA TANAH AIR DI SMP NEGERI 7 SUNGAI PENUH". Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan upacara bendera di SMP Negeri 7 Sungai Penuh yang masih cenderung bersifat formalitas sehingga belum sepenuhnya menjadi sarana internalisasi karakter cinta tanah air. Siswa mengikuti upacara lebih karena kewajiban daripada kesadaran akan makna dan nilai kebangsaan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan optimalisasi upacara bendera dalam menginternalisasikan karakter cinta tanah air, menganalisis dampaknya, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan solusi untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan berjumlah 15 orang yang terdiri atas kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi upacara bendera dilakukan melalui peningkatan kualitas pelaksanaan upacara, penyampaian amanat yang kontekstual, pelibatan aktif siswa sebagai petugas, pembinaan dan latihan rutin, serta rotasi pembina upacara. Upaya tersebut berdampak pada meningkatnya kebanggaan terhadap identitas nasional, penghormatan terhadap simbol negara, kepedulian terhadap lingkungan sekolah, toleransi, ketaatan terhadap norma sosial, serta semangat belajar dan berprestasi. Hambatan yang ditemukan meliputi rendahnya motivasi intrinsik siswa, kualitas amanat yang belum konsisten, latihan yang belum optimal, dan belum adanya panduan tema amanat yang terstandar. Solusi yang diterapkan mencakup penguatan pemahaman makna upacara, penyusunan kalender tema amanat, pembekalan petugas, penyesuaian jadwal latihan, dan peningkatan pengawasan.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 38 x
Tesis calendar_today 27 Agustus 2026

POLA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB GURU DI SMP NEGERI 7 SUNGAI PENUH

Alyu Nike Sari Harti

Alyu Nike sari harti. 2026. The principal's Leardership pattern in enhancing teachers' Responsibility at SMP Negeri 7 Sungai Penuh. thesis Graduate program, state islamic Intitute (IAIN) kerinci

school Manajemen Pendidikan Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 47 x
Tesis calendar_today 26 Agustus 2026

PERAN TOKOH ADAT SEBAGAI MEDIATOR DALAM KASUS PERCERAIAN DI WILAYAH ADAT DEPATI IV KUMUN DEBAI (TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM ISLAM)

Adri Yansyah

Adri Yansyah. 2026. “Peran Tokoh Adat sebagai Mediator dalam Kasus Perceraian di Wilayah Adat Depati IV Kumun Debai (Tinjauan Sosiologi Hukum Islam)”. Kata Kunci: Tokoh adat, mediator, perceraian, sosiologi hukum Islam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran tokoh adat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial dalam masyarakat, termasuk kasus perceraian. Dalam masyarakat adat, perceraian tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum negara, tetapi juga melibatkan nilai-nilai sosial, budaya, dan agama yang hidup dalam masyarakat. Tokoh adat sering berperan sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik rumah tangga sebelum perkara tersebut dibawa ke lembaga peradilan formal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh adat sebagai mediator dalam kasus perceraian di wilayah adat Depati IV Kumun Debai dengan menggunakan perspektif sosiologi hukum Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi hukum Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat yang pernah terlibat dalam proses mediasi perceraian di wilayah adat Depati IV Kumun Debai. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai peran tokoh adat dalam proses mediasi perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat memiliki peran yang signifikan sebagai mediator dalam penyelesaian kasus perceraian. Tokoh adat berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara pasangan yang mengalami konflik rumah tangga dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dan prinsip-prinsip hukum Islam, seperti musyawarah, mediasi, dan rekonsiliasi. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, seperti perbedaan interpretasi hukum Islam dalam konteks lokal serta masih terbatasnya pemahaman masyarakat terhadap hukum formal negara. Oleh karena itu, tokoh adat perlu terus beradaptasi dengan perkembangan hukum negara serta memperkuat sinergi antara hukum adat, hukum Islam, dan hukum negara dalam menjaga keutuhan keluarga dan stabilitas sosial di wilayah Depati IV Kumun Debai

school Hukum Keluarga Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 46 x
Tesis calendar_today 19 Agustus 2026

TRATEGI EDUCATOR DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DENGAN ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) DI AKSHA CHILDREN CENTER

Tressa Risdianti

Tressa Risdianti. 2026. “Strategi Educator dalam menanamkan Pendidikan Karakter Disiplin Anak Berkebutuhan Khusus dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di Aksha Children Center”. Tesis Jurusan Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (Iain) Kerinci Kata Kunci : Strategi Educator, Pendidikan Karakter Disiplin, ADHD, Anak Berkebutuhan Khusus. Penanaman karakter disiplin pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan tantangan kompleks dalam pendidikan inklusif karena karakteristik gangguan yang berkaitan dengan kesulitan atensi, impulsivitas, dan regulasi perilaku. Kondisi ini menuntut strategi pedagogis yang terstruktur, konsisten, serta berlandaskan empati. Di Kota Sungai Penuh, Aksha Children Center menjadi salah satu lembaga nonformal yang menangani anak ADHD dengan pendekatan pembiasaan dan penguatan perilaku positif, namun praktik di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara teori modifikasi perilaku dan implementasi nyata oleh Educator. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi Educator dalam menanamkan karakter disiplin pada anak berkebutuhan khusus dengan ADHD di Aksha Children Center. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tujuh Educator dan tiga orang tua anak ADHD. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemahaman Educator memposisikan disiplin sebagai proses perkembangan yang bertahap dan disesuaikan dengan karakteristik ADHD, bukan sebagai kepatuhan yang seragam. Disiplin dimaknai sebagai kemampuan anak mengikuti struktur kegiatan sesuai batas kemampuan perhatian, kontrol impuls, dan regulasi emosi, dengan ekspektasi yang realistis dan progres individual; (2) strategi penanaman disiplin dilakukan melalui penyusunan aturan sederhana, pembiasaan dan rutinitas terstruktur, penggunaan penguatan positif, pemberian instruksi yang efektif dan bertahap, modeling dan pendampingan aktif, penyesuaian strategi berdasarkan respons anak, serta diperkuat melalui sistem supervisi lembaga yang terjadwal; dan (3) faktor pendukung meliputi struktur dan sistem lembaga yang terkoordinasi, penerapan sistem one-on-one session, kompetensi serta sikap empatik dan konsisten Educator, serta dukungan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi karakteristik internal ADHD, kondisi emosional anak yang fluktuatif, ketidakkonsistenan lingkungan luar, serta keterbatasan waktu dalam proses pembiasaan.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 43 x