Pencarian Karya
filter_alt Filter
ResetMenampilkan 41 hasil
INOVASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER BERBASIS SENI LOKAL: PENDEKATAN PENGUATAN KARAKTER CINTA TANAH AIR DI SMP NEGERI 1 SUNGAI PENUH
Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan inovasi program ekstrakurikuler berbasis seni lokal sebagai pendekatan penguatan karakter cinta tanah air di SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Permasalahan yang ditemukan meliputi jumlah peserta ekstrakurikuler seni tari dan seni musik yang masih jauh dari kondisi ideal, FRAekuensi dan durasi latihan yang masih terbatas, jumlah pelatih yang hanya satu orang untuk setiap bidang, kondisi alat musik yang sebagian mengalami kerusakan, belum tersedianya modul pembelajaran karakter cinta tanah air, serta integrasi nilai-nilai cinta tanah air dalam pembelajaran seni yang belum dilaksanakan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi program ekstrakurikuler seni tari dan seni musik di sanggar "Suloeh Bideang", mendeskripsikan pendekatan penguatan karakter cinta tanah air, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru Pembina Ekstrakurikuler, Pelatih Seni Tari, Pelatih Seni Musik, dan Siswa Peserta Ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi seni tari sudah menggunakan metode pembelajaran bervariasi dengan materi Tari Rangguk, Tari Asyik, dan Sikapur Sirih namun kurikulum tertulis belum tersedia. Inovasi seni musik memiliki keunikan berupa penggabungan alat musik tradisional dan modern namun harmonisasi belum optimal. Pendekatan penguatan karakter sudah dilakukan melalui penjelasan makna filosofis seni tradisional dan pembiasaan, namun belum konsisten. Faktor pendukung meliputi dukungan kebijakan sekolah dan kompetensi pelatih, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, anggaran, dan pengaruh budaya asing.
ANALISIS SOSIOLOGI HUKUM ISLAM TERHADAP KAWIN SUMBANG DI KEDEPATIAN TIGO LUHAH SEMURUP KABUPATEN KERINCI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dualisme hukum antara hukum Islam yang membolehkan pernikahan antar sepupu dan hukum adat Kerinci yang melarangnya sebagai kawin sumbang di Kedepatian Tigo Luhah Semurup Kabupaten Kerinci. Tercatat 12 pasangan melakukan kawin sumbang dalam kurun waktu 2024-2025 meskipun dilarang oleh hukum adat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis gambaran praktik kawin sumbang pada masyarakat Kedepatian Tigo Luhah Semurup, untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya praktik kawin sumbang, untuk mendeskripsikan dan menganalisis mekanisme penyelesaian konflik norma hukum dalam praktik kawin sumbang, serta untuk menganalisis pandangan sosiologi hukum Islam terhadap praktik kawin sumbang di Kedepatian Tigo Luhah Semurup Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis empiris. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang meliputi Depati Kedepatian Tigo Luhah Semurup, Ninik Mamak Permanti, tokoh ulama/agama, pelaku kawin sumbang, keluarga pelaku kawin sumbang, dan masyarakat umum yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, gambaran praktik kawin sumbang pada masyarakat Kedepatian Tigo Luhah Semurup menunjukkan adanya sistem yang terstruktur dengan lima tahapan utama yaitu proses peminangan dan musyawarah keluarga, konsultasi dengan lembaga adat, penetapan dan pembayaran sanksi budendo sebesar Rp. 250.000 atau satu kayu kain, pelaksanaan akad nikah sesuai syariat Islam, serta upacara adat untuk membersihkan sumbang dan memulihkan status sosial pasangan. Kedua, faktorfaktor penyebab terjadinya kawin sumbang meliputi perjodohan oleh orang tua yang tidak ingin anaknya menikah dengan orang luar keluarga, keinginan mempererat tali persaudaraan yang sudah renggang, perasaan cinta yang tumbuh antara kedua calon mempelai, prinsip menjaga kemurnian keturunan berdasarkan bibit bebet bobot, serta keinginan menjaga harta pusaka agar tidak jatuh ke tangan orang lain. Ketiga, mekanisme penyelesaian konflik norma hukum mencakup lima tahapan yaitu proses identifikasi konflik dan musyawarah internal keluarga, konsultasi agama untuk mendapat fatwa keabsahan pernikahan menurut Islam, sidang adat untuk menetapkan sanksi budendo, prosesi pelaksanaan tradisi budendo dengan unsur simbolik tradisional, serta reintegrasi sosial untuk memulihkan status pasangan dalam masyarakat. Keempat, analisis sosiologi hukum Islam menunjukkan bahwa praktik kawin sumbang dan tradisi budendo dapat dibenarkan menurut perspektif Islam karena dari perspektif normatif-yuridis pernikahan sah karena pasangan bukan mahram, tradisi budendo merupakan 'urf shahih yang tidak bertentangan dengan syariat, dan masyarakat berhasil mengharmoniskan hukum Islam dan hukum adat sehingga keduanya dapat berjalan beriringan tanpa ada yang dikorbankan
NAFKAH KEPADA KELUARGA DARI HASIL MICRO TRANSACTION, MAKE MONEY GAME DAN SLOT ONLINE DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
ABSTRAK AMSAL, 2025, “Nafkah Kepada Keluarga Dari Hasil Micro Transaction, Make Money Game Dan Slot Online Dalam Perspektif Hukum Islam.” Thesis. Program Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Kata Kunci: Nafkah, Microtransaction, Make Money Game, Slot Online, Hukum Islam, Kehalalan. Kewajiban suami untuk memberikan nafkah yang halal dan thayyib kepada keluarga merupakan prinsip fundamental dalam Hukum Islam. Di era digital, muncul sumber-sumber penghasilan baru dari game online, seperti microtransaction, make money game, dan slot online. Keberadaan sumber penghasilan ini menimbulkan pertanyaan hukum mengenai status kehalalannya dan konsekuensinya terhadap kewajiban nafkah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum nafkah yang bersumber dari ketiga aktivitas game online tersebut dalam perspektif Hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif (doctrinal legal research) dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan studi kasus. Data primer bersumber dari kitab-kitab fikih otoritatif dan peraturan perundang-undangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur, jurnal, dan fatwa yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis deduktif-normatif dengan langkah-langkah seperti interpretasi tekstual, argumentasi hukum dan ijtihad qiyasiy. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketiga aktivitas memiliki karakter dan status hukum yang berbeda. Microtransaction pada dasarnya adalah akad jual-beli (al-bay') yang sah selama terbebas dari gharar (ketidakpastian), seperti pada model loot box. Make Money Game dapat dikategorikan dalam akad ju'alah atau ijarah, namun statusnya menjadi syubhat hingga haram akibat ketidaktransparanan sumber dana, ketidaksepadanan imbalan, dan potensi penipuan. Sementara itu, Slot Online secara tegas dan mutlak merupakan perjudian (maisir/qimar) yang diharamkan berdasarkan dalil qath'i, ijma' ulama, dan hukum positif Indonesia. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa nafkah dari microtransaction yang transparan dan jelas objeknya adalah halal dan sah memenuhi kewajiban suami. Adapun nafkah dari make money game bersifat halal, syubhat hingga haram, bergantung pada terpenuhinya prinsip kehalalan dalam praktiknya. Sedangkan nafkah dari slot online adalah mutlak haram. Memberikan nafkah dari sumber ini tidak menggugurkan kewajiban suami dan merupakan dosa ganda. Penelitian ini merekomendasikan agar para kepala keluarga lebih selektif dan kritis dalam memilih sumber penghasilan digital, serta memprioritaskan sumber yang jelas kehalalannya demi menjaga keberkahan hidup keluarga. Implikasi penelitian ini adalah pengayaan khazanah Fikih Muamalah Kontemporer dan menjadi panduan praktis serta bahan pertimbangan bagi lembaga keagamaan dalam menerbitkan fatwa yang lebih rinci.
PERAN NINIK MAMAK DALAM PEMBERIAN IZIN PERNIKAHAN BAGI ANAK KEMENAKAN DI NAGARI KOTO BARU KECAMATAN SUNGAI PAGU (TINJAUAN MASLAHAH DAN MURSALAH)”
DASRATU MULIA. Nim: 220023027, judul tesis: Peranan Ninik Mamak dalam Pemberian Izin Pernikahan Bagi Anak Kemenakan di Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu (Tinjauan Maslahah dan Mursalah)”., Tesis: Program Studi S.2 Hukum Keluarga Islam Pascasarjana IAIN Kerinci Kata Kunci: Peran, Ninik Mamak, Pernikahan, Maslahah Mursalah Penelitian dilatar belakangi hasil dari hasil observasi dan penelitian awal penulis banyak membawa dampak negatif karena adanya kewajiban mendapatkan izin dari ninik mamak untuk pemilihan jodoh bagi anak dan ponakan perempuan. Di antara dampak negatifnya adalah batalnya pernikahan yang telah direncanakan oleh calon mempelai, padahal dari pihak orang tua terkadang sudah memberikan izin dan secara rukun Islam telah terpenuhi tetapi dari sisi aturan adat istiadat calon mempelai laki-laki tidak memenuhi persyaratan yang ada. Tujuan penelitian yaitu: (1) Untuk mengetahui peran ninik mamak dalam pemberian izin pernikahan anakkemenakan di Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.(2) Untuk mengetahui aturan perkawinan dalam adat dan syariah di Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. (3) Untuk mengetahui implikasi peran ninik mamak dalam pernikahan bagi anak kemenakan di Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu. Penelitian ini bercorak penelitian lapangan (file research), dengan pendekatan penelitian kualitatif (qualitative research). Sedangkan sumber data primer penulis kumpulkan langsung dari kepala KUA, penyuluh agama, penghulu dan tenaga administrasi. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan uji keabsahan data meliputi uji credibility, transferability, dependability, dan confirmality. Analisa yang digunakan secara reduksi data, data display dan Verivication. Hasil penelitian ialah: (1) Ninik mamak sangat berperan dalam pemberian izin anak kemenakan adat Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan karena perkawinan di Minangkabau bukan hanya urusan dua insan, tetapi juga urusan dua kaum.” Izin ninik mamak menjadi syarat penting agar perkawinan dianggap sah secara adat, meskipun secara agama cukup dengan wali nikah dan akad. (2) Adapun aturan perkawinan dalam adat dan syariah di Nagari Koto Baru yaitu dimulai dari musyawarah untuk mendapatkan izin dari ninik mamak dengan mengajukan nama calon pengantin Setelah itu, apabila calon disetujui maka surat izin menikah ditanda tangani oleh minimal 4 orang ninik mamak. (3) Implikasi dari adanya peran ninik mamak dalam penentuan jodoh dan izin perkawinan bagi anak ponakan di Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu adalah terdapat beberapa anak ponakan yang menikah sesuku terbuang dari suku dan nagari karena menentang adat dan keputusan ninik mamak.
PENGUATAN KARAKTER RASA INGIN TAHU SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS TEKNOLOGI DI SEKOLAH DASAR 162/III PENDUNG TENGAH KECAMATAN SITINJAU LAUT.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penguatan karakter rasa ingin tahu siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada aspek reading, listening, speaking, dan writing, mengidentifikasi strategi guru dalam pembelajaran Bahasa Inggris berbasis teknologi, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penguatan karakter tersebut. Penguatan Pendidikan Karakter adalah gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetis), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan public dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Penguatan pendidikan karakter juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan digital dan globalisasi. Pendidikan karakter modern tidak cukup hanya mengajarkan kedisiplinan dan sopan santun, tetapi juga menanamkan literasi digital, etika bermedia, dan kemampuan berpikir kritis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Pendekatan penelitian ini tergolong penelitian lapangan atau field reserch, yaitu penulis melakukan penelitian langsung ke lokasi untuk mendapatkan dan mengumpulkan data. Lokasi penelitian di SDN 162/III Pendung Tengah Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan informan kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui teknik kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Temuan penelitian ini adalah: 1) Proses Penguatan karakter rasa ingin tahu siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris berbasis teknologi dilakukan melalui pemanfaatan media digital, seperti video pembelajaran, kuis interaktif, dan platform pembelajaran daring yang mampu menarik perhatian siswa. Penggunaan teknologi pembelajaran dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya pada aspek listening, speaking, reading, dan writing. 2) Strategi pembelajaran yang diterapkan guru, antara lain pemberian stimulus pertanyaan, penggunaan media audiovisual, serta penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa, mampu mendorong keaktifan dan meningkatkan minat belajar siswa. 3) Faktor pendukung penguatan karakter rasa ingin tahu meliputi peran guru yang kreatif, variasi media teknologi yang digunakan, serta motivasi belajar siswa. Faktor penghambat penguatan karakter rasa ingin tahu siswa meliputi keterbatasan sarana dan prasarana teknologi, rendahnya kepercayaan diri siswa, serta persepsi siswa bahwa Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang sulit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan karakter rasa ingin tahu siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris berbasis teknologi tidak hanya berkontribusi pada penguatan karakter rasa ingin tahu siswa khususnya pada aspek listening, speaking, reading, dan writing, tetapi juga efektif dalam membangun karakter rasa ingin tahu sebagai bagian penting dari karakter belajar siswa di era digital.
HILAH WAKALAH DALAM AKAD PERNIKAHAN ANAK DI LUAR NIKAH DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN SANGIR KABUPATEN SOLOK SELATAN PROVINSI SUMATERA BARAT PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH
ABSTRAK PUTRA ALIZAR Nim: 220023030, Judul tesis : Hilah Wakalah dalam Akad Pernikahan Anak di luar Nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat Perspektif Maqashid Syariah”. Tesis: Program Studi S.2 Hukum Keluarga Islam Pascasarjana IAIN Kerinci Tahun 2025. Adapun alasan analisis yang digunakan adalah maqashid syariah, Karena dalam segala aktivitas manusia, manusia diatur oleh hukum Allah, oleh sebab itu, maka segala tindakan, termasuk praktik-praktik dalam perkawinan sejatinya tidak boleh bertentangan dengan tujuan utama disyariatkannya hukum Islam (maqashid syariah). Tujuan penelitian yaitu: (1) Untuk mengetahui praktik hilah wakalah dalam akad pernikahan di KUA Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan. (2) Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penggunaan hilah wakalah dalam akad nikah anak di luar nikah di KUA Kecamatan Sangir Solok Selatan. (3) Untuk mengetahui keabsahan akad pada praktik wakalah dalam akad nikah dengan menyembunyikan nasab di KUA Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan ditinjau dari perspektif maqashid syariah. Penelitian ini bercorak penelitian lapangan (file research), dengan pendekatan penelitian kualitatif (qualitative research). Sedangkan sumber data primer penulis kumpulkan langsung dari kepala KUA, penyuluh agama, penghulu dan tenaga administrasi. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan uji keabsahan data meliputi uji credibility, transferability, dependability, dan confirmality. Analisa yang digunakan secara reduksi data, data display dan Verivication. Hasil penelitian ialah: (1) Praktik hilaah wakalah di KUA Sangir. Secara teoritis dan praktis, KUA Sangir telah menjalankan tugas mereka sesuai dengan konsep hukum Islam, terkhusus dalam penggunaan konsep hilah wakalah. (2) Faktor yang memengaruhi penggunaan hilaah wakalah di KUA Sangir dipengaruhi oleh pertimbangan sosial yang meliputi menjaga psikologis anak dan nama baik keluarga. (3) Keabsahan pernikahan dengan menyembunyikan kepada public kedukan wali hakim anak yang lahir diluar nikah dengan seolah-olah wali berwakil yang disebut dengan hilah wakalah secara fikih adalah sah. Dalam banyak kasus, orang tua memilih menyembunyikan status anak dengan alasan menjaga kehormatan dan kondisi psikologis anak. Dari sudut pandang maqāṣid al-sharī‘ah, penggunaan wali hakim tanpa disampaikan pada masyarakat umum dapat dibenarkan karena melindungi jiwa (ḥifẓ al-nafs), kehormatan (ḥifẓ al-‘ird), dan keturunan (ḥifẓ al-nasab). Kaidah-kaidah ushul fiqh seperti "al-ḥaˉjahtuqaddar bi qadarihaˉ" dan "al-maṣlaḥah al-‘aˉmmahmuqaddamah ‘alaˉ al-maṣlaḥah al-khaˉṣṣah".
TRADISI ADAT LOMPEK PAGA DALAM SISTEM PERKAWINAN DI NAGARI SUNGAI KUNYIT KECAMATAN SANGIR BALAI JANGGO KABUPATEN SOLOK SELATAN DITINJAU DARI MASLAHAH
ABSTRAK Studi ini mengangkat tema tentang “Tradisi Adat Lompek Paga Dalam Sistem Perkawinan di Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan Ditinjau Dari Maslahah”. Ditulis oleh Riono Pendri, NIM: 220023028 pada program studi hukum keluarga islam, program pascasarjana. Lompek paga di Nagari Sungai Kunyit merupakan tradisi yang mana setiap laki-laki dari luar Nagari yang ingin menikahi perempuan di Nagari Sungai Kunyit harus membayar sejumlah uang, atau benda berharga lainnya kepada ninik mamak perempuan atas nama adat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis empiris dan yuridis syar’i, dan menggunakan metode pengumpulan data yang dilakukan langsung dengan mendekati responden baik dengan wawancara maupun observasi. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan: pertama, faktor yang melatar belakangi adanya tradisi lompek paga ialah untuk memelihara eksistensi kuasa atau kewenangan mamak terhadap kemenakan perempuannya, untuk mengukuhkan identitas laki-laki pendatang didalam keluarga besar calon isterinya, serta untuk menjaga anak kemenakan perempuannya agar calon mempelai laki-laki tidak sewenang-wenang terhadap perempuan Nagari Sungai Kunyit. Kedua, pelaksanaan yang dilakukan ketika melakukan adat lompek paga, pertama sekali calon mempelai laki-laki menemui mamak dari pihak perempuan, lalu menyampaikan maksud dan tujuannya ingin menikah dengan perempuan Nagari Sungai Kunyit dan melakukan adat lompek paga, jika para pasangan tidak melakukan lompek paga maka ada beberapa ketentuan sanksi yang akan diberikan kepada pasangan berupa, membayar satu ekor kambing dan dibuang sepanjang adat. Maksud dibuang sepanjang adat yaitu, tidak dianggap atau dikucilkan disuatu kaum atau suku. Ketiga, adat lompek paga memberi manfaat atau maslahah bagi masyarakat nagari sungai kunyit khususnya, bagi kaum perempuan di Nagari Sungai Kunyit karena mereka lebih dimuliakan dan dihargai dengan adanya tradisi ini. Sehingga terlihat bahwa tradisi lompek paga ini sejalan dengan syari’at agama islam yakni dalam hal memuliakan perempuan dan termasuk kedalam maslahah mursalah.
KEDUDUKAN MAHAR PERKAWINAN PADA MASYARAKAT ABAI YANG BERBEDA ANTARA PENYEBUTAN DENGAN PENYERAHANNYA MENURUT HUKUM ISLAM
Mahar dipahami sebagai simbol kasih sayang laki-laki kepada calon isterinya. Pemikiran ini kemudian memunculkan bias baru, terkait dengan mahar yang dilafazkan dalam ijab kabul berbeda dengan penyerahannya, seperti pada sebagian masyarakat Abai dari suku Rumah Kabun, Rumah Dalam dan Kampung Dalam yang notabenenya merupakan suku Rajo Abai. Konsekuensi hukum mahar yang berbeda ini menjadi tidak jelas. Ini tentu saja berbeda dengan konsep ulama’ klasik yang menyatakan bahwa mahar atau mas kawin adalah lambang kesiapan dan kesediaan suami untuk memberi nafkah lahir kepada istri dan anak-anaknya serta merupakan bagian integral dari pernikahan yang didalamnya tidak terdapat “kecacatan”.
KEWAJIBAN JANDA DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM (STUDI KASUS DI KECAMATAN SANGIR KABUPATEN SOLOK SELATAN)
Status janda dalam masyarakat seringkali dipandang sebelah mata dan identik dengan stigma negatif, padahal dalam hukum keluarga Islam seorang janda tetap memiliki hak dan kewajiban yang jelas. Penelitian ini berjudul Kewajiban Janda Dalam Hukum Keluarga Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi hak dan kewajiban janda pasca perceraian, mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi, serta merumuskan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut dalam perspektif hukum keluarga Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap para janda, tokoh agama, dan masyarakat setempat. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan uji keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan, perpanjangan keikutsertaan, triangulasi sumber, serta kecukupan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan hak dan kewajiban janda pasca perceraian masih belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan ketentuan hukum keluarga Islam. Beberapa janda memperoleh haknya, seperti nafkah iddah, mut’ah, kiswah, maskan, dan hadanah, namun sebagian lainnya tidak mendapatkannya karena faktor kemampuan ekonomi mantan suami yang berbeda- beda. Hambatan lain yang ditemukan adalah sikap egois mantan suami yang enggan memenuhi kewajiban, serta kurangnya perhatian emosional yang seharusnya tetap diberikan kepada mantan istri dan anak-anak. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan menanamkan sikap religius dan positif seperti selalu bersyukur atas ketentuan Allah SWT, membangun sikap saling menghormati dan menghargai antara mantan suami dan mantan istri, melakukan introspeksi diri, serta memperkuat kerja sama dalam membesarkan anak. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi hak dan kewajiban janda tidak hanya ditentukan oleh aspek hukum, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor ekonomi, kesadaran moral, serta tanggung jawab sosial dari mantan suami maupun masyarakat sekitar.
PENGUATAN KARAKTER KETAATAN BERIBADAH DALAM KELOMPOK PENGAJIAN IRSADUL ISLAMIYAH DESA KOTO TUO UJUNG PASIR KECAMATAN TANAH COGOK
Ketaatan beribadah merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter religius umat Islam, namun dalam realitas sosial masyarakat modern, praktik ketaatan ini menghadapi berbagai tantangan. Fenomena menurunnya konsistensi beribadah, rendahnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan, serta kurangnya pemahaman mendalam tentang nilai-nilai ibadah menjadi persoalan yang turut dirasakan dalam kelompok pengajian Irsadul Islamiyah Desa Koto Tuo Ujung Pasir, Kecamatan Tanah Cogok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penguatan karakter ketaatan beribadah dalam kelompok tersebut serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Fokus penelitian diarahkan pada dinamika internal pengajian dalam membina ketaatan beribadah melalui pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat. Strategi penguatan yang ditemukan meliputi pendekatan edukatif, persuasif, dan partisipatif. Pendekatan edukatif diwujudkan melalui kajian keagamaan yang membumi dan praktis, pendekatan persuasif dilaksanakan melalui keteladanan tokoh pengajian dan penyampaian kisah inspiratif, sedangkan pendekatan partisipatif diterapkan melalui pelibatan aktif anggota dalam kegiatan ibadah dan sosial keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembinaan ketaatan beribadah dalam kelompok ini didukung oleh beberapa faktor seperti keberadaan tokoh agama yang menjadi panutan, sistem pembinaan yang terstruktur, serta lingkungan pengajian yang mendukung. Namun demikian, terdapat pula hambatan seperti keterbatasan waktu anggota karena kesibukan, rendahnya literasi keagamaan, dan naik turunnya semangat spiritual. Temuan ini menegaskan bahwa strategi penguatan karakter religius harus dirancang secara adaptif, empatik, dan berkelanjutan agar mampu membentuk pribadi Muslim yang konsisten dalam beribadah, sekaligus relevan dengan tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat