Pencarian Karya

search

filter_alt Filter

Reset

Menampilkan 41 hasil

Tesis calendar_today 11 Agustus 2026

KEBIJAKAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 SUNGAI PENUH

Tara Elimar

Pendidikan multikultural merupakan pendekatan penting dalam mewujudkan iklim sekolah yang inklusif, adil, dan harmonis di tengah keberagaman sosial dan budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sekolah dalam penerapan pendidikan multikultural di SMAN 1 Sungai Penuh dengan menggunakan pendekatan analisis kebijakan. Fokus penelitian meliputi analisis masalah, peramalan, evaluasi, dan rekomendasi kebijakan pendidikan multikultural ditinjau dari fungsi manajemen sekolah, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru agama, guru PPKn, guru bimbingan dan konseling, wali kelas, serta peserta didik. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pendidikan multikultural di SMAN 1 Sungai Penuh telah terintegrasi dalam kurikulum dan program sekolah, namun belum didukung oleh indikator pelaksanaan yang terukur. Pengorganisasian menunjukkan adanya pembagian tugas dan koordinasi antar warga sekolah, tetapi belum diformalkan secara khusus dalam struktur pengelolaan pendidikan multikultural. Pelaksanaan pendidikan multikultural telah berlangsung melalui proses pembelajaran, budaya sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler, meskipun masih bersifat implisit dan belum sistematis. Pengawasan telah dilakukan melalui supervisi pembelajaran dan pembinaan siswa, namun belum dilengkapi dengan instrumen pengawasan khusus pendidikan multikultural. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan pendidikan multikultural melalui perencanaan berbasis indikator, pengorganisasian yang jelas dan terstruktur, pelaksanaan pembelajaran dan kegiatan sekolah yang terintegrasi secara eksplisit, serta pengawasan berkelanjutan dengan instrumen evaluasi yang spesifik. Dengan manajemen sekolah yang terpadu dan berkesinambungan, pendidikan multikultural diharapkan mampu membentuk peserta didik yang toleran, inklusif, dan berkarakter dalam kehidupan bermasyarakat.

school Manajemen Pendidikan Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 39 x
Tesis calendar_today 10 Agustus 2026

MANAJEMEN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA KURIKULUM MERDEKA DI SMPN 7 SUNGAI PENUH

Fuji Sastri Maiza

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen mulai dariperencanaan, pelaksaaan dan evaluasi pembelajaran seni budaya dalammeningkatkan kreativitas siswa di SMP Negeri 7 Sungai Penuh.Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif denganpendekatan studi lapangan, teknik pengumpulan data observasi, wawancara dandokumenatsi. Teknik analisa data: Data reduction (reduksi data), data display(penyajian data), dan Conclusion Drawing/ Verification. Teknik keabsahan dataperpanjangan studi lapangan, ketekunan pengamatan dan triangulasi.Adapun hasil penelitiannya: 1. perencanaan pembelajaran seni budayayang berfokus pada seni musik di SMP Negeri 7 telah dilaksanakan secaraterencana, terstruktur, dan sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Guru telahmenyiapkan perangkat pembelajaran secara lengkap meliputi CP, TP, ATP, modulajar/RPP, asesmen, media, serta program tahunan dan semester yang mendukungproses pembelajaran. 2. Pelaksanaan pembelajaran seni budaya, khususnya senimusik di SMP Negeri 7 Sungai Penuh, telah berlangsung secara terstruktur,sistematis, dan berpusat pada peserta didik. Proses pembelajaran dilaksanakanmelalui tahapan yang jelas, yaitu kegiatan pendahuluan (salam, doa, apersepsi,motivasi, dan penyampaian tujuan), kegiatan inti yang menekankan keseimbanganantara pemahaman konsep, apresiasi, dan praktik musikal dengan memanfaatkanmedia yang relevan, serta kegiatan penutup berupa refleksi, evaluasi, dan tindaklanjut. Selain itu, kreativitas siswa berkembang dengan baik, terlihat dariorisinalitas ide, kelancaran dan fleksibilitas berpikir, kemampuan elaborasi,imajinasi, keberanian berekspresi, kemampuan memecahkan masalah, kolaborasi,serta kemandirian dalam berkarya. Meskipun masih memerlukan bimbingan untukpengembangan yang lebih optimal, secara keseluruhan proses pembelajaran telahberhasil mendukung tumbuhnya potensi artistik dan kepercayaan diri siswa dalamseni musik. 3. Evaluasi pembelajaran Seni Budaya, khususnya seni musik di SMPNegeri 7 Sungai Penuh, dilaksanakan secara rutin, terstruktur, dan komprehensifsebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Guru menerapkan asesmendiagnostik, formatif, dan sumatif melalui penilaian harian, tengah semester, danakhir semester. Bentuk evaluasi mencakup penilaian praktik (menyanyi,memainkan alat musik, pertunjukan), tes teori, tugas individu dan kelompok, sertapenilaian portofolio.

school Manajemen Pendidikan Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 44 x
Tesis calendar_today 10 Agustus 2026

IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMPN 12 SUNGAI PENUH

Titis Desnila

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam memfasilitasi pengembangan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran, serta menganalisis implementasi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam pengembangan kompetensi pedagogik guru di SMP Negeri 11 Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif naratif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru di SMP Negeri 11 Sungai Penuh telah berkembang cukup baik pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Namun, kompetensi tersebut belum berkembang secara optimal, terutama dalam penerapan pembelajaran inovatif, pembelajaran berdiferensiasi, asesmen autentik, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Implementasi kepemimpinan transformasional kepala sekolah telah terlaksana melalui dimensi idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration, serta memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kompetensi pedagogik guru melalui keteladanan, supervisi akademik, pembinaan profesional, pemberian motivasi, dan dukungan terhadap pengembangan profesional guru.

school Manajemen Pendidikan Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 45 x
Tesis calendar_today 10 Agustus 2026

PERAN SUPREVISI AKADEMIK KERALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KEDISPLINAN GURU SALAD MEMBUAT PERANGKAT PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA DI SD 040/XI KOTO LIMAU MANIS KEC. KOTO BARU KOTA SUNGAI PENUH

Jon Hendri

upervisi Akademik Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Kedisiplinan Guru dalam Membuat Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka di SDN 040/XI Koto Limau Manis Kec. Koto Baru Kota Sungai Penuh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran supervisi akademik kepala sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan guru dalam membuat perangkat pembelajaran kurikulum merdeka di SDN 040/XI Koto Limau Manis Kec. Koto Baru Kota Sungai Penuh. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, jenis data terdiri dari; data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data: reduksi data, penyajian data, dan mengambil kesimpulan. Teknik keabsahan data: Perpanjangan studi lapangan, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Adapun hasil penilitianya: 1. Perencanaan peran supervisi akademik di SDN 040/XI Koto Limau Manis telah terlaksana dengan baik melalui analisis kebutuhan, penyusunan program yang partisipatif, penetapan timeline yang jelas, serta tindak lanjut, 2. Pengorganisasian supervisi akademik di SDN 040/XI Koto Limau Manis telah sesuai dengan prosesdur pembagian tugas kerja, pembentukan tim supervisi, penjadwalan terencana, serta monitoring. 3. Pelaksanaan peran supervisi akademik di SDN 040/XI Koto Limau Manis sudah baik melalui penyusunan program, observasi kelas, serta pemberian umpan balik dan tindak lanjut, sehingga terjadinya peningkatan 82 % guru disiplin membuat perangkat pembelajaran, dan 4. Kendala dan solusi peran supervisi kepala sekolah akademik di SDN 040/XI Koto Limau Manis meliputi keterbatasan waktu kepala sekolah, rendahnya kedisiplinan dan keterbukaan sebagian guru, perbedaan kompetensi dalam penyusunan perangkat pembelajaran, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Solusi yang diperlukan penjadwalan yang sistematis, pendelegasian tugas, pendekatan pembinaan yang persuasif, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendampingan, serta optimalisasi sarana prasarana agar supervisi lebih efektif dalam meningkatkan kedisiplinan guru membuat perangkat pembelajaran.

school Manajemen Pendidikan Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 29 x
Tesis calendar_today 3 Agustus 2026

PENGARUH KEAKTIFAN MENGIKUTI PRAMUKA TERHADAP PENINGKATAN KARAKTER DISIPLIN SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KERINCI

Roni Wijaya

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui gambaran keaktifan mengikuti pramuka di MAN 2 Kerinci, 2) mengetahui gambaran peningkatan karakter disiplin siswa di MAN 2 Kerinci, 3) mengertahui pengaruh keaktifan mengikuti pramuka terhadap peningkatan karakter disiplin siswa di MAN 2 Kerinci. Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas (keaktifan mengikuti pramuka) dan variabel terikat (peningkatan karakter disiplin siswa). Jenis pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 142 siswa dengan sampel penelitian 50 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket keaktifan mengikuti pramuka dan angket peningkatan karakter disiplin siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik dekriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif, 1) keaktifan siswa mengikuti pramuka di MAN 2 Kerinci dari 50 sampel diperoleh 5 siswa (10,00%) dalam kategori rendah, 37 siswa (74,00%) kategori sedang dan kategori tinggi 8 siswa (16,00%). 2) peningkatan karakter disiplin siswa di MAN 2 kericni dari 50 sampel diperoleh 10 (20,00%) dalam keadaan rendah, 31 (62,00%) kategori sedang dan kategori tinggi 9 siswa (18,00%). 3) berdasakran hasil analisis data menggunakan statistik inferensial dengan uji-t menunjukkan bahwa nilai thitung >ttabel (2,346 > 1,679) maka Ho ditolah dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh keaktifan pramuka terhadap peningkatan karakter disiplin siswa di MAN 2 kerinci. Berdasarkan hasil penelitian bahwa keaktifan mengikuti pramuka memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan karakter disiplin siswa di MAN 2 kerinci. Hal ini dibuktikan dari regresi linear sederhana yang ditemukan nilagi sig < 0,05 (0,02 < 0,05). Nilai tersebut menunjukkan pengaruh yang positif. Dengan demikian terdapat pengaruh antara keaktifan siswa mengikuti pramuka terhadap peningkatan karakter disiplin siswa di MAN 2 Kerinci.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 47 x
Tesis calendar_today 21 Juli 2026

PENGUATAN KARAKTER TOLERANSI PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTSS KAYU ARO LINDUNG JAYA

Defwan Permana

ABSTRAK Defwan Permana, Nim 211023015, Penguatan Karakter Toleransi Pada Pembelajaran Akidah Akhlak Di Mtss Kayu Aro Lindung Jaya, Tesis, Program Pascasarjana IAIN kerinci, Program Studi Pendidikan Agama Islam ( PAI ),( 2025) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan karakter toleransi melalui pembelajaran Akidah Akhlak, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap peserta didik di MTsS Kayu Aro Lindung Jaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa peserta didik berasal dari latar belakang suku dan budaya yang beragam, namun hasil pengamatan awal menunjukkan interaksi antarsiswa masih cenderung terbatas pada teman yang memiliki latar belakang yang sama. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan karakter toleransi melalui pembelajaran Akidah Akhlak agar peserta didik mampu menghargai keberagaman, membangun interaksi sosial yang harmonis, dan mengembangkan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru Akidah Akhlak, dan peserta didik MTsS Kayu Aro Lindung Jaya. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter toleransi dalam pembelajaran Akidah Akhlak dilaksanakan melalui integrasi nilai-nilai toleransi ke dalam materi pembelajaran, keteladanan guru, penggunaan metode pembelajaran interaktif, pembiasaan sikap saling menghargai, serta dukungan berbagai program madrasah yang menumbuhkan budaya toleransi. Faktor-faktor yang mempengaruhi penguatan karakter toleransi meliputi faktor internal berupa kesadaran diri, motivasi, kepribadian, dan pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai Akidah Akhlak, serta faktor eksternal berupa lingkungan keluarga, teman sebaya, media informasi, dan lingkungan masyarakat. Penguatan karakter toleransi memberikan dampak positif terhadap peserta didik berupa meningkatnya sikap saling menghargai, kemampuan bekerja sama dalam kelompok yang beragam, keterbukaan terhadap perbedaan, pengendalian emosi dalam berinteraksi, serta meningkatnya hubungan sosial yang harmonis. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa peserta didik mulai lebih terbuka berinteraksi dengan teman yang berbeda suku dan budaya sehingga kecenderungan membentuk kelompok berdasarkan latar belakang yang sama semakin berkurang. Kata kunci : Penguatan Karakter, Toleransi, Pembelajaran Akidah Akhlak, MTsS Kayu Aro Lindung Jaya.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 26 x
Tesis calendar_today 15 Juli 2026

IMPLEMENTASI PERATURAN DESA NO 05 FAHUN 2023 TERHADAP KEUTUHAN KELUARGA DI DESA SAKO DUA PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM

Putri Wandari

ABSTRAK Putri Wandari. 2026. "Implementasi Peraturan Desa No 05 Tahun 2023 terhadap Keutuhan Keluarga di Desa Sako Dua Perspektif Sosiologi Hukum Islam". Kata kunci: Peraturan Desa, Keutuhan Keluarga, Sosiologi Hukum Islam, Maqasid al-Syari'ah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya upaya menjaga keutuhan keluarga sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Berbagai persoalan keluarga, seperti pertunangan yang tidak sesuai ketentuan adat, pernikahan siri, perceraian, rujuk, dan perbuatan asusila, berpotensi menimbulkan dampak sosial yang dapat mengganggu ketertiban dan keharmonisan masyarakat. Untuk mengantisipasi berbagai persoalan tersebut, Pemerintah Desa Sako Dua menetapkan Peraturan Desa No. 05 Tahun 2023 yang mengatur berbagai aspek kehidupan keluarga dengan mengedepankan musyawarah, pembinaan moral, dan penyelesaian secara kekeluargaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Desa No. 05 Tahun 2023 terhadap keutuhan keluarga di Desa Sako Dua serta mengkajinya dalam perspektif sosiologi hukum Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi hukum Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat yang terlibat atau terdampak oleh pelaksanaan Peraturan Desa No. 05 Tahun 2023. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai implementasi peraturan desa dalam menjaga keutuhan keluarga Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Desa No. 05 Tahun 2023 dilakukan melalui pendekatan preventif, represif-edukatif, dan restoratif. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui sosialisasi nilai agama, pemberian sanksi yang disertai pembinaan, serta mediasi kekeluargaan dalam penyelesaian konflik rumah tangga. Upaya ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan menjaga keharmonisan keluarga, dengan sekitar 60% sengketa rumah tangga berhasil diselesaikan melalui mediasi tanpa dibawa ke pengadilan. Keberhasilan implementasi Perdes didukung oleh kerja sama antara pemerintah desa, BPD, tokoh agama, tokoh adat, karang taruna, keluarga, dan masyarakat. Dalam perspektif sosiologi hukum Islam, Perdes No. 05 Tahun 2023 merupakan bentuk living law yang mengintegrasikan hukum Islam, hukum adat, dan hukum negara, serta mencerminkan prinsip syura, sulh, ta'zir, maslahah, dan maqasid al-syari'ah dalam menjaga agama, keturunan, dan kehormatan. Dengan demikian, Perdes ini tidak hanya berfungsi sebagai aturan administratif,tetapi juga sebagai instrumen sosial yang efektif dalam menjaga keutuhan keluarga dan stabilitas masyarakat di desa Sako dua.

school Hukum Keluarga Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 46 x
Tesis calendar_today 7 Juli 2026

PEMANTAPAN KARAKTER MANDIRI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY DI SMK NEGERI PP KERINCI

Zulkipli

Berdasarkan studi awal yang dilakukan di SMKN PP Kerinci ditemukan fenomena Kurangnya mandiri siswa tersebut tidak hanya bekerja dan mengolah kegiatan industri, tetapi juga kemandirian dalam belajar dan memahami langkahlangkah SOP yang diberikan oleh pihak perusahaan sebagai mitra sekolah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk Pemantapan karakter mandiri siswa melalui pembelajaran teaching factory siswa kelas XI SMKN PP Kerinci. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa: Berdasarkan hasil penelitian bahwa (1) Bentuk karakter mandiri siswa kelas XI ATPH SMKN PP Kerinci dapat diukur dari indikator mandiri yaitu: percaya dengan kemampuan diri sendiri, hasrat untuk bersaing, mampu membuat keputusan, penuh percaya diri, dan penuh tanggungjawab yang besar terhadap beban dan tugas yang diberikan. (2) pemantapan karakter mandiri siswa melalui pembelajaran teaching factory siswa kelas XI SMKN PP Kerinci dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu persiapan, implementasi, dan evaluasi. (3) Faktor pendukung pemantapan karakter mandiri siswa melalui pembelajaran teaching factory siswa kelas XI SMKN PP Kerinci keberhasilan siswa dapat didukung oleh adanya faktor SDM guru yang berkompetensi dibidangnya, faktor sarana dan prasarana yang memadai, dan faktor motivasi siswa yang tinggi. Sedangkan hambatan dalam pemantapan karakter mandiri siswa dapat dipengaruhi oleh faktor kompetensi siswa yang kurang dan faktor pemasaran hasil produksi tefa.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 35 x
Tesis calendar_today 7 Juli 2026

INTERNALISASI NILAI KARAKTER MANDIRI DAN TANGGUNG JAWAB MELALUI MOTHERLY APPROACH OLEH GURU KELAS IV DI SD NEGERI 119/III KOTO MAJIDIN HILIR

Tiwi Suryani

Pendidikan karakter pada jenjang sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik, khususnya dalam menumbuhkan nilai mandiri dan tanggung jawab. Namun implementasi pendidikan karakter di sekolah sering kali masih berorientasi pada aturan formal dan belum optimal menyentuh dimensi afektif serta relasional peserta didik. Kondisi ini mendorong pentingnya pendekatan pedagogis yang humanistik dan berbasis kasih sayang, salah satunya melalui motherly approach. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi nilai karakter mandiri dan tanggung jawab melalui motherly approach serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya di SD Negeri 119/III Koto Majidin Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Partisipan penelitian dipilih secara purposive meliputi guru kelas IV sebagai partisipan utama, serta kepala sekolah, siswa, orang tua, dan alumni sebagai partisipan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai berlangsung sebagai pengalaman pedagogis yang dimaknai siswa melalui relasi emosional yang hangat antara guru dan siswa. Internalisasi nilai berkembang secara bertahap melalui transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai yang termanifestasi dalam dimensi knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Pengalaman partisipan menunjukkan bahwa komunikasi lembut, perhatian personal, empati dan pengasuhan, pemberian kepercayaan dan pembiasaan, serta keteladanan moral guru menghadirkan rasa aman emosional yang mendukung tumbuhnya karakter mandiri dan tanggung jawab siswa. Selain itu, ditemukan bahwa faktor pendukung penerapan motherly approach meliputi kepribadian dan komitmen guru, relasi emosional guru-siswa, lingkungan sekolah yang kondusif, pembiasaan kegiatan positif, serta dukungan keluarga. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan dukungan sebagian orang tua, keterbatasan waktu pembelajaran, dan pengaruh lingkungan luar sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa motherly approach dapat menjadi pendekatan pedagogis alternatif dalam internalisasi pendidikan karakter berbasis relasi kasih sayang, komunikasi positif, dan kedekatan emosional di sekolah dasar.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 60 x
Tesis calendar_today 6 Juli 2026

PENGUATAN KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN SISWA MELALUI KEGIATAN PRAMUKA DI SMP N 1 SUNGAI PENUH

Marini Harma Putri

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya penguatan karakter semangat kebangsaan siswa melalui kegiatan pramuka di SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Permasalahan yang ditemukan meliputi partisipasi siswa yang masih kurang karena hadir hanya karena kewajiban, pelaksanaan upacara bendera kurang khidmat, penggunaan bahasa Indonesia belum konsisten, pengetahuan siswa tentang simbol- simbol negara masih terbatas, sarana prasarana kurang memadai, kompetensi pembina terbatas, serta dukungan orang tua masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pramuka, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mendeskripsikan upaya mengatasi hambatan dalam penguatan karakter semangat kebangsaan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan Siswa Anggota Pramuka Aktif, Pembina Pramuka, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Guru Kelas, dan Orang Tua Siswa di SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan pramuka sudah terstruktur meliputi upacara bendera, latihan baris-berbaris, menyanyikan lagu kebangsaan, pengenalan Pancasila, dan pembelajaran simbol negara, namun masih terdapat kelemahan dalam kekhidmatan upacara dan penghayatan lagu kebangsaan. Faktor pendukung meliputi kebijakan sekolah yang kuat, alokasi anggaran dari dana BOS, dan dukungan guru. Faktor penghambat mencakup kurangnya minat siswa, keterbatasan pembina bersertifikasi, keterbatasan sarana prasarana, kekhawatiran orang tua, pengaruh gawai, dan keterbatasan waktu. Strategi penguatan dilakukan melalui pemberian motivasi dan penghargaan, variasi kegiatan menarik, sosialisasi kepada orang tua, dan pembatasan gawai selama latihan.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 27 x