Pencarian Karya
filter_alt Filter
ResetMenampilkan 107 hasil
MANIFESTASI MĪṠĀQ DAN FITRAH KAJIAN TAFSIR TEMATIK KEHIDUPAN SEBELUM KELAHIRAN DALAM TAFSIR IBNU KAṠĪR
Manusia adalah makhluk yang tidak lahir dalam keadaan kosong secara spiritual. Jauh sebelum dilahirkan ke dunia, manusia telah melakukan perjanjian primordial (mīṡāq) dengan Allah di alam ruh sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-A'raf ayat 172, dan ketika lahir manusia membawa fitrah tauhid sebagai warisan dari perjanjian tersebut sebagaimana ditegaskan dalam QS. Ar-Rum ayat 30. Namun, kajian yang secara khusus membahas manifestasi hubungan antara mīṡāq dan fitrah melalui pendekatan Tafsir tematik berdasarkan Tafsir Ibnu kaṡīr masih sangat terbatas dalam khazanah akademik di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran Ibnu kaṡīr terhadap ayat-ayat tentang mīṡāq yang berkaitan dengan kehidupan manusia sebelum kelahiran, untuk mengetahui penafsiran Ibnu kaṡīr terhadap ayat-ayat tentang fitrah manusia dalam perspektif kehidupan sebelum kelahiran, serta untuk menganalisis manifestasi hubungan antara mīṡāq dan fitrah dalam kajian Tafsir tematik menurut Tafsir Ibnu kaṡīr Penelitian ini bersifat penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitik. Sumber data primer yang digunakan adalah Al-Qur'an alKarim dan kitab Tafsir al-Qur'an al-'Azhim karya Ibnu kaṡīr Adapun sumber data sekunder meliputi kitab-kitab Tafsir klasik seperti Tafsir Ath-Thabari dan Ma'alim at-Tanzil karya Al-Baghawi, karya-karya ulama seperti Ibn Qayyim al-Jauziyyah dan Al-Ghazali, serta buku, jurnal ilmiah, tesis, dan skripsi yang relevan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif-kualitatif dengan pendekatan Tafsir tematik (maudhū'i). Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Ibnu kaṡīr menafsirkan QS. AlA'raf ayat 172 sebagai peristiwa nyata yang benar-benar terjadi di alam dzar, bukan sekadar kiasan. Allah mengeluarkan seluruh keturunan Adam dalam bentuk dzarrat kemudian mengambil kesaksian mereka atas ketuhanan-Nya, dan manusia menjawab dengan "bala syahidna" sebagai ikrar yang aktif, sadar, dan mengikat. Tujuan mīṡāq adalah menutup segala kemungkinan alasan bagi manusia untuk mengingkari Allah pada hari kiamat. Kedua, Ibnu kaṡīr menafsirkan fitrah dalam QS. Ar-Rum ayat 30 bukan sekadar kecenderungan psikologis netral, melainkan sebagai agama Allah (din Allah) yang tertanam dalam struktur penciptaan manusia yang paling mendasar, bersifat tetap dan tidak pernah hilang secara permanen meskipun dapat tertutup oleh pengaruh lingkungan. Ibnu kaṡīr mengaitkan fitrah secara langsung dengan hadis Nabi tentang setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah, menunjukkan bahwa fitrah adalah warisan nyata dari mīṡāq yang dibawa manusia saat lahir. Ketiga, mīṡāq dan fitrah memiliki hubungan kausalitas yang sangat erat, di mana mīṡāq adalah sebab primordial dan fitrah adalah akibat yang termanifestasi dalam diri manusia. Manifestasi hubungan keduanya berdampak langsung pada dasar taklif (pembebanan kewajiban agama), pembentukan hujjah Allah yang tidak terbantahkan di akhirat, serta menghasilkan wujud nyata dalam kehidupan dunia berupa religiusitas universal manusia, kesadaran moral bawaan, dan kemampuan merespons kebenaran Ilahi.
ANALISIS PRAKTIK PINJAMAN MODAL USAHA PADA PEDAGANG MIKRO DI KECAMATAN KOTO BARU PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARI'AH
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pinjaman modal usaha pada pedagang mikro di Kecamatan Koto Baru serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip hukum ekonomi syariah dan dampaknya terhadap keberlangsungan usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pinjaman dilakukan dengan prosedur yang mudah dan cepat, namun terdapat tambahan pembayaran dalam pengembalian yang berpotensi mengandung unsur riba, gharar, dan zhulm. Dari segi dampak, pinjaman membantu modal usaha dalam jangka pendek, tetapi dapat menjadi beban bagi pedagang dalam jangka panjang. Dengan demikian, praktik pinjaman tersebut perlu disesuaikan dengan prinsip hukum ekonomi syariah agar lebih adil dan bermanfaat.
IMPLEMENTASI UU NO 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL PADA PELAKU UMKM DI KECAMATAN SUNGAI BUNGKAL
Penelitian ini membahas implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat kepemilikan sertifikat halal pada UMKM, padahal sertifikasi halal merupakan kewajiban hukum bagi produk yang beredar di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk menganalisis implementasi regulasi halal pada pelaku UMKM serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan sertifikasi halal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pelaku UMKM yang telah memiliki sertifikat halal, pelaku UMKM yang belum memiliki sertifikat halal, serta pendamping halal di Kecamatan Sungai Bungkal. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi UU No 33 Tahun 2014 di Kecamatan Sungai Bungkal telah mulai berjalan, tetapi belum optimal. Pelaku UMKM yang telah memiliki sertifikat halal umumnya memiliki tingkat pemahaman dan kesadaran halal yang lebih baik dibandingkan pelaku usaha yang belum memiliki sertifikat halal. Hambatan utama yang ditemukan meliputi rendahnya literasi halal, kurangnya sosialisasi dan pendampingan, keterbatasan administrasi usaha, persepsi biaya sertifikasi yang mahal, serta rendahnya pemahaman mengenai prosedur pengajuan sertifikat halal. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi regulasi halal tidak hanya dipengeruhi oleh keberadaan aturan hukum, tetapi juga oleh tingkat kesadara hukum, dukungan pemerintah, dan kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standard halal.
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QUR’AN SEBAGAI PROGRAM UNGGULAN DI MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN KERINCI
Latar Belakang: Pembelajaran tahfidzul Qur’an merupakan salah satu program unggulan di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kerinci yang bertujuan membentuk mahasantri menjadi generasi Qur’ani yang memiliki hafalan, pemahaman, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan berbagai metode pembelajaran dan pembinaan intensif, namun masih ditemukan perbedaan kemampuan awal mahasantri serta belum adanya instrumen pembelajaran yang baku. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran tahfidzul Qur’an sebagai program unggulan di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kerinci. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pembina tahfidz, musyrif, dan mahasantri takhassus tahfidz di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kerinci. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran tahfidzul Qur’an telah berjalan dengan baik, sistematis, dan terarah. Metode yang digunakan meliputi talaqqi, wahdah, jama’, dan tasmi’ yang disesuaikan dengan kemampuan mahasantri. Program ini didukung oleh pendampingan musyrif, lingkungan ma’had yang kondusif, serta motivasi mahasantri yang tinggi. Kendala yang ditemukan antara lain perbedaan kemampuan awal membaca Al-Qur’an, variasi metode antar pembina, dan target hafalan minimal satu juz. Kesimpulan: Pelaksanaan pembelajaran tahfidzul Qur’an sebagai program unggulan di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kerinci telah terlaksana secara efektif dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hafalan, kedisiplinan, dan karakter religius mahasantri. Meskipun demikian, diperlukan standarisasi instrumen pembelajaran dan evaluasi agar program berjalan lebih optimal.
PERAN BRAND IMAGE DALAM MEMPENGARUHI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH PADA PRODUK BANK SYARIAH INDONESIA KANTOR CABANG SUNGAI PENUH
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa loyalitas nasabah Bank Syariah Indonesia Cabang Sungai Penuh belum optimal, dimana masih terdapat nasabah yang menggunakan produk bank lain secara bersamaan dan belum merekomendasikan BSI secara aktif kepada orang lain. Brand image BSI sebagai hasil merger juga belum dipahami secara maksimal oleh masyarakat, dan kualitas pelayanan yang diberikan masih menghadapi beberapa kendala seperti antrian panjang di jam sibuk dan kendala teknis sistem informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh brand image terhadap kualitas pelayanan, pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah, dan peran brand image dalam mempengaruhi hubungan antara kualitas pelayanan dengan loyalitas nasabah pada Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah individual Bank Syariah Indonesia Cabang Sungai Penuh yang telah menggunakan produk BSI minimal 6 bulan. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Image dengan koefisien jalur sebesar 0,736 dengan nilai T-Statistics 12,912 dan P-Values 0,000 (T-Statistics > 1,96 dan PValues < 0,05), sehingga hipotesis pertama diterima. Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Nasabah dengan koefisien jalur sebesar 0,423 dengan nilai T-Statistics 5,096 dan P-Values 0,000, sehingga hipotesis kedua diterima. Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Nasabah dengan koefisien jalur sebesar 0,565 dengan nilai TStatistics 7,244 dan P-Values 0,000, sehingga hipotesis ketiga diterima. Brand Image terbukti berperan sebagai variabel mediator parsial dalam hubungan antara Kualitas Pelayanan dan Loyalitas Nasabah dengan nilai koefisien jalur tidak langsung sebesar 0,416 dengan nilai T-Statistics 6,500 dan P-Values 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa brand image yang kuat dapat memperkuat pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah Bank Syariah Indonesia Cabang Sungai Penuh.
PENERAPAN UANG PELETAK DALAM PERKAWINAN ADAT DI KECAMATAN HAMPARAN RAWANG KOTA SUNGAI PENUH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik uang peletak dalam perkawinan adat di Desa Koto Dian Kecamatan Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh yang menimbulkan berbagai problematika, antara lain beban ekonomi yang berat bagi calon mempelai pria, penundaan dan pembatalan pernikahan, serta kerancuan pemahaman masyarakat yang menyamakan uang peletak dengan mahar. Uang peletak merupakan kewajiban adat yang harus dipenuhi pihak laki-laki kepada keluarga perempuan sebelum pernikahan dilaksanakan dengan nominal antara Rp5.000.000 sampai Rp15.000.000. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep uang peletak dalam tradisi adat perkawinan, menganalisis praktik penerapannya, dan menganalisis praktik uang peletak berdasarkan perspektif maslahah mursalah dalam hukum Islam di Desa Koto Dian Kecamatan Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif normatif dengan pendekatan yuridis normatif. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, serta data sekunder yang bersumber dari Al-Quran, Hadits, kitab fiqh munakahat, dan literatur ilmiah relevan. Informan penelitian berjumlah 13 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi tokoh adat, tokoh agama, kepala desa, calon mempelai yang telah melaksanakan pernikahan, keluarga mempelai wanita, dan masyarakat yang memahami adat setempat. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teori, perpanjangan pengamatan, serta peningkatan kecermatan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uang peletak dipahami sebagai tradisi turun-temurun dengan fungsi simbolik, sosial, ekonomi, dan penghormatan terhadap keluarga perempuan, yang berbeda secara mendasar dengan mahar dalam Islam. Praktik penerapannya dilaksanakan melalui tahapan musyawarah keluarga besar, pemberitahuan resmi kepada tokoh adat, upacara penyerahan, dan pencatatan resmi sebelum akad nikah. Berdasarkan analisis maslahah mursalah, praktik uang peletak dikategorikan sebagai maslahah hajjiyah yang pada dasarnya mubah (boleh) dalam Islam dengan syarat tidak memberatkan, tidak dijadikan syarat sah nikah, dan dilaksanakan melalui musyawarah yang adil. Penelitian ini merekomendasikan reformulasi praktik uang peletak melalui penetapan standar maksimal yang proporsional dan edukasi masyarakat tentang perbedaannya dengan mahar.
METODE MENGAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNANETRA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL DAN MEMBACA AYAT AL-QURAN PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SLB NEGERI SUNGAI PENUH
ABSTRAK RAHMA WATI (2025): "Metode Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus Tunanetra dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal dan Membaca Ayat Al-Qur'an pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SLB Negeri Sungai Penuh". Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Kerinci. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan guru PAI dalam menerapkan metode pembelajaran Al-Qur'an yang bervariasi karena keterbatasan media dan sarana pendukung, sebagian besar siswa tunanetra belum lancar membaca huruf hijaiyah Braille, serta beberapa siswa kurang semangat dalam pembelajaran karena metode yang cenderung monoton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode mengajar yang digunakan guru PAI, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan menganalisis upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala penerapan metode mengajar untuk meningkatkan kemampuan menghafal dan membaca ayat Al-Qur'an pada siswa tunanetra di SLB Negeri Sungai Penuh. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, data display, dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode untuk menguji keabsahan data yang berhubungan dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama yang dipisahkan berdasarkan aspek kemampuan yang ditingkatkan. Pertama, dalam meningkatkan kemampuan menghafal ayat Al-Qur'an, guru PAI menggunakan metode talqin (guru membacakan ayat dan siswa menirukan), sima'i (mendengarkan bacaan secara berulang), drill (latihan menghafal rutin harian), dan pembiasaan kegiatan keagamaan. Pendekatan auditori dimaksimalkan melalui penggunaan rekaman murattal dan lagu-lagu huruf hijaiyah. Sistem setoran hafalan individual diterapkan untuk mengecek pencapaian setiap siswa. Namun metode muraja'ah belum diterapkan secara konsisten dan variasi metode menghafal masih terbatas. Kedua, dalam meningkatkan kemampuan membaca ayat Al-Qur'an, guru PAI menggunakan metode sorogan (bimbingan personal), drill membaca huruf hijaiyah Braille, dan demonstrasi langsung melalui sentuhan. Pendekatan taktil menjadi pendekatan utama dikombinasikan dengan pendekatan auditori untuk pengenalan makhraj dan tajwid. Media Al-Qur'an Braille menjadi media utama meskipun jumlahnya sangat terbatas yaitu hanya 4 eksemplar untuk 12 siswa, sehingga siswa harus bergantian dan frekuensi latihan membaca kurang optimal.
EFL STUDENTS’ PERCEPTIONS OF THE USE OF OUTLINING IN ESSAY WRITING AT THE THIRD SEMESTER STUDENT OF THE ENGLISH DEPARTMENT OF STATE ISLAMIC INSTITUTE OF KERINCI ACADEMIC YEAR 2025/2026
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa EFL terhadap penggunaan outlining dalam penulisan esai deskriptif, meliputi manfaat, tantangan, serta kesesuaian antara persepsi dan praktik menulis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan mahasiswa semester tiga Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di IAIN Kerinci. Sampel penelitian terdiri dari sepuluh mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen berupa outline dan esai deskriptif mahasiswa. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap outlining karena membantu mengorganisasi ide, menjaga fokus, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menulis. Namun, mahasiswa masih menghadapi kesulitan dalam menghasilkan ide dan mengembangkan detail. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak semua mahasiswa mampu menerapkan outlining secara efektif, sehingga terdapat kesenjangan antara persepsi dan praktik. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap outlining, mengalami manfaat dan tantangan dalam penggunaannya, serta menunjukkan kesesuaian yang parsial antara persepsi dan praktik. Secara keseluruhan, outlining merupakan strategi yang bermanfaat, namun efektivitasnya bergantung pada kemampuan mahasiswa dalam menerapkannya dalam penulisan. Oleh karena itu, dosen disarankan untuk memberikan bimbingan dan latihan yang lebih intensif dalam penggunaan outlining.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI PERTANIAN PEMBANGUNAN KERINCI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam menggerakkan, mengarahkan, dan mempengaruhi pola pikir guru untuk meningkatkan kinerja guru di SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kerinci. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi metode, triangulasi sumber, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kepala sekolah perempuan dalam menggerakkan guru dilakukan dengan memberikan motivasi, dukungan, perhatian, serta membangun komunikasi yang baik sehingga guru merasa nyaman dan termotivasi dalam meningkatkan kinerja. 2) kepala sekolah perempuan dalam mengarahkan guru dilakukan melalui rapat, supervisi, komunikasi langsung, evaluasi, serta pemberian arahan yang jelas terkait pelaksanaan tugas sehingga guru lebih memahami tanggung jawabnya dan mampu meningkatkan kualitas kerja. 3) kepala sekolah perempuan dalam mempengaruhi pola pikir guru dilakukan melalui keteladanan, pembinaan, pendekatan komunikatif, dan pemberian motivasi sehingga guru menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah perempuan memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja guru di SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kerinci.
ANALISIS PEMANFAATAN SMART TV DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI KELAS X SMAN 6 KERINCI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Smart TV sebagai media pembelajaran dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta dampaknya terhadap motivasi belajar siswa kelas X di SMAN 6 Kerinci. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya motivasi belajar siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan tidak sesuai dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Smart TV mampu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penyajian materi yang lebih menarik, interaktif, dan variatif, seperti penggunaan video, animasi, dan media audiovisual lainnya. Selain itu, penggunaan Smart TV juga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran serta meningkatkan perhatian dan pemahaman terhadap materi yang disampaikan. Namun demikian, efektivitas penggunaan Smart TV dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kompetensi guru dalam mengoperasikan teknologi, ketersediaan infrastruktur, serta perencanaan pembelajaran yang tepat. Dengan demikian, pemanfaatan Smart TV sebagai media pembelajaran dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran PAI di era digital.