Pencarian Karya

search

filter_alt Filter

Menampilkan 190 hasil

Artikel calendar_today 1 Juni 2026

INVESTIGATING INTEREST AND NECESSITY: A PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS OF GENERATION Z'S INVOLVEMENT IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION

Nurul Jannah

This study examines the importance and value of Islamic Religious Education for university students, with particular attention to the relationship between personal interest and the necessity of spiritual and moral development in higher education. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through semi-structured interviews, observations, and documentation involving students from diverse academic backgrounds. The data were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) to capture students’ lived experiences. The findings indicate that religious education is not merely perceived as a compulsory subject, but is experienced as a meaningful process that contributes to character formation, moral development, and life balance in the context of rapid technological change. Students’ engagement emerges through the interaction between internal factors, such as personal beliefs, and external influences, including institutional environment and pedagogical practices. Importantly, the study reveals that what initially appears as an academic obligation can develop into personally significant engagement. These findings highlight the dynamic relationship between interest and necessity and suggest the need for more responsive and student-centered approaches in religious education.

school Pendidikan Agama Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 47 x
Tesis calendar_today 1 Juni 2026

MANAJEMEN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KESENIAN SEBAGAI SARANA PROMOSI UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH SISWA DI MTS SIULAK GEDANG

Gelanti Noverza

GELANTI NOVERZA. 2025. “Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Kesenian sebagai Sarana Promosi untuk meningkatkan Jumlah Siswa di MTs Siulak Gedang”. Tesis. Program Pascasarjana. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Manajemen kegiatan ekstrakurikuler kesenian yang dilakukan oleh MTsS siulak gedang ini merupakan salah satu trik promosi yang dapat menarik jumlah siswa untuk bersekolah di MTsS Siulak Gedang. Dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekstrakurikuler kesenian di MTsS Siulak Gedang ini tentunya tidak terlepas dari fungsi manajemen yang dilakukan oleh pimpinan dan warga sekolah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis manajemen kegiatan ekstrakurikuler kesenian sebagai sarana promosi untuk meningkatkan jumlah siswa di Mts Siulak Gedang. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder, sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari: reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Adapun hasil penelitiannya, 1) Manajemen kegiatan ekstrakurikuler kesenian di MTs Siulak Gedang memiliki potensi besar sebagai sarana promosi untuk meningkatkan jumlah siswa baru, melalui tahapan berikut: Perencanaan , pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi; 2) Keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler kesenian sebagai media promosi di MTs Siulak Gedang dipengaruhi oleh sembilan faktor utama, termasuk kualitas pembina, keterlibatan siswa, dukungan orang tua, promosi, fasilitas, inovasi, manajemen, acara rutin, dan dukungan pemerintah serta komunitas; dan 3) Kegiatan ekstrakurikuler kesenian di MTs Siulak Gedang meningkatkan citra dan reputasi sekolah, menarik perhatian masyarakat dan calon siswa, serta memperkuat identitas sekolah untuk menarik lebih banyak siswa baru.

school Manajemen Pendidikan Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 26 x
Skripsi calendar_today 1 Juni 2026

INTEGRASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN 070/XI PERTIWI KOTA SUNGAI PENUH

Muhammad Sonang Siregar

Siregar, Sonang. 2026. Integrasi Nilai-nilai Multikultural dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 070/XI Pertiwi Kota Sungai Penuh. Jurusan Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Islam Negeri Kerinci. (1) Dra. Yatti Fidya M. PdI Keberagaman latar belakang agama, suku, dan budaya merupakan realitas sosial yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk di lingkungan pendidikan dasar. Kondisi ini menuntut adanya upaya sistematis dalam menanamkan nilai-nilai multikultural melalui proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Namun, praktik integrasi nilai multikultural dalam PAI di sekolah dasar masih belum terlaksana secara optimal, terutama dalam hal perencanaan yang sistematis dan pemenuhan sarana bagi siswa non-muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran PAI di SDN 070/XI Pertiwi Kota Sungai Penuh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PAI, dengan informan pendukung meliputi kepala sekolah, peserta didik, tenaga kependidikan, dan orang tua siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan analisis domain, taksonomi, komponensial, dan penarikan tema kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai multikultural dilaksanakan melalui perencanaan pembelajaran yang memuat nilai toleransi, keadilan, dan empati dalam RPP dan modul ajar. Guru menerapkan pendekatan humanis dan non-diskriminatif melalui diskusi, kerja kelompok, keteladanan, serta pembiasaan saling menghargai. Integrasi ini berdampak positif terhadap terbentuknya sikap toleran, inklusif, dan harmonis pada peserta didik. Simpulannya, PAI dapat menjadi wahana efektif penanaman nilai multikultural di sekolah dasar. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian serupa dengan cakupan yang lebih luas dan menggunakan pendekatan eksperimen guna mengukur efektivitas program secara kuantitatif.

school Pendidikan Agama Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 23 x
Artikel calendar_today 1 Juni 2026

A COMPARATIVE STUDY OF THE MORALS OF PAI IAIN KERINCI STUDENTS WHO PARTICIPATE IN THE MA'HAD AL JAMIAH PROGRAM WITH NON PARTICIPANTS

Yuli Amanah

This research was conducted to determine the difference in moral levels between Islamic Education (PAI) students who participated in the Ma'had al-Jamiah program at IAIN Kerinci and those who did not participate (non-participants). The method used was a quantitative research method with a survey approach. The questionnaire consisted of 10 items containing indicators of morality towards Allah SWT, morality towards fellow human beings, and morality towards the environment. The total sample size was 70 PAI students, comprising 35 students who participated in the Ma'had al-Jamiah program and 35 non-participants. This study conducted normality tests and statistical tests using SPSS. Based on the normality test, the morality of PAI students who participated in the program was normally distributed (significance value 0.071 > 0.05), while PAI students who did not participate in the program were not normally distributed (significance value 0.00 < 0.05). Therefore, data analysis was conducted using parametric statistical tests with Mann Whitney U. The results of the statistical tests showed that the significance value for morality (0.682) was greater than 0.05. Thus, it can be concluded that there is no significant difference between PAI students who participated in the Ma'had al-Jamiah program at IAIN Kerinci and PAI students who did not participate in the program. However, based on the interval questionnaire scores, the moral level of PAI students who participated in the program was categorized as Good (3.07), while students who did not participate were categorized as Fairly Good (2.82). Therefore, it can be said that both groups of PAI students have good moral levels.

school Pendidikan Agama Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 29 x
Skripsi calendar_today 1 Juni 2026

PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DALAM KONSEP TRIPUSAT PENDIDIKAN KIHAJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA

Tina Karina

ABSTRAK Tina Karina. 2026. Skripsi. Pembentukan Karakter Peserta Didik Dalam Konsep Tripusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara Dan Relevansinya Dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) D Indonesia Kata Kunci : Karakter, Tripusat, PPK Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui pembentukan karakter peserta didik pada pendidikan formal, informal dan non formal (tripusat Pendidikan. 2) Untuk mengetahui relevansi pembentukan karakter peserta didik tripusat dengan PPK di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur terhadap sumber-sumber relevan berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan nasional terkait PPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter peserta didik melalui Tripusat Pendidikan merupakan pendekatan yang komprehensif dan selaras dengan kebijakan PPK di Indonesia. Sekolah berperan sebagai pusat internalisasi nilai dan pembelajaran karakter, keluarga sebagai fondasi utama penanaman moral dan sikap, serta masyarakat sebagai ruang praktik sosial bagi peserta didik. Relevansi Tripusat Pendidikan dengan PPK sangat kuat, baik secara filosofis maupun praktis. Tripusat tidak hanya mendukung nilai-nilai utama PPK, tetapi juga menyediakan mekanisme implementasi karakter yang berkelanjutan. Keberhasilan penerapannya menuntut kebijakan yang kontekstual, pemberdayaan aktor lokal, penguatan peran orang tua, integrasi budaya sekolah, serta sistem monitoring yang melibatkan keluarga dan masyarakat secara aktif.

school Pendidikan Agama Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 46 x
Skripsi calendar_today 1 Juni 2026

EKSISTENSI TRADISI MBAN DI KERAPATAN ADAT HIANG TINGGI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Said Al Hudri

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena terdapat beberapa permasalahan dalam esistensi mban atau keberadaan mban tersebut diantaranya yaitu tentang keberadaan mban di dalam suatu pernikahan dan pandangan dari hukum islam terhadap pelaksanaan pernikahan di hiang tinggi, selain itu keberadaan mban di hiang tinggi pada saat sekarang ini sangatlah penting dlm terjadinya suatu pernikahan akan tetapi, keberadaan mban hanya dianggap sebagai perantara perjodohan saja oleh calon pengantin yang hendak menikah karna mereka yang akan menikah adalah generasi muda yang tidak mengetahui tugas dan peran mban itu masih penting sesudah pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap para pemangku adat, tokoh masyarakat, orang tua cerdik pandai dan alil ulama di wilayah kerapatan adat hiang tinggi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara induktif melalui redukdi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna untuk menggambarkan, dan menerapkan agar para generasi-generasi muda di wilayah kerapatan adat hiang tinggi mengetahui secara luas tentang tugas dan peran mban tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa eksistensi tradisi mban di hiang tinggi sangatlah penting dan sangan berperan di dalam pernikahan yang mereka urus, dan juga meski di dalam islam tidak ada ayat yang mengatakan secara langsung terkait keberadaan maupun tugas mban secara langsung, akan tetapi menurut pandangan hukum islam mban sangatlah penting karna bisa memberikan hal yang positif bagi pasangan yang menreka jodohkan, selain itu menjadi seorang mban juga bisa membantu satu sama lain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keberadaan mban di kerapatan adat hiang tinggi dalam hal menjodohkan atau menjadi perantara antara pasangan yang akan menikah sangatlah di butuhkan keberadaannya dan sangat penting menurut hukum islam karna sangat di butuhkan untuk menjaga pasangan yang mereka jodohkan untuk selalu hidup harmonis bersama-sama dalam menjalankan rumah tangga mereka.

school Hukum Keluarga Islam
account_balance Fakultas Syari'ah
visibility 43 x
Artikel calendar_today 1 Juni 2026

DEVELOPMENT OF AN ETHNOMATHEMATICS-BASED LKPD ON THE LOCAL CULTURE OF JIHAT NINEK DEPATI INTAN KEMALO SARI ON FLAT SHAPES MATERIAL (PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS ETNOMATEMATIKA PADA BUDAYA LOKAL JIHAT NINEK DEPATI INTAN KEMALO SARI PADA MATERI BANGUN DATAR)

Novita Sari

This study aims to develop an ethnomathematics-based LKPD based on the local culture of Jihat Ninek Depati Intan Kemalo Sari on material flat shapes and to determine its level of validity and practicality. The method used in this study was Research and Development with the Plomp development model, which consists of the stages of initial investigation, development, and evaluation. A limited trial was conducted with 26 ninth-grade students at State Junior High School 14 Kerinci in the 2025/2026 academic year. The instruments used in this study included a validation sheet prepared by experts and a practicality questionnaire for teachers and students. The data were analyzed using the Aiken index to measure validity and percentage analysis to assess practicality. The results of this study indicate that the developed LKPD demonstrated a high level of validity, with an average score of 0.84, and a practicality level of 81%. However, this study is limited to the validity and practicality evaluation stages and does not include effectiveness testing. This limitation is due to time constraints and the scope of the research, whichfocusesonproductdevelopment. Therefore,furtherresearchis recommended to examine the effectiveness of the developed LKPD in improving students’ learning outcomes and mathematical understanding through broader implementation. The findings of this study suggest that ethnomathematics-based LKPD can serve as an alternative teaching material that is relevant and meaningful, as it integrates mathematical concepts with local cultural values, while also supporting the strengthening of the Pancasila Student Profile in mathematics learning.

school Tadris Matematika
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 49 x
Skripsi calendar_today 1 Juni 2026

CORRELATION AMONG SELF-EFFICACY, SELF-REGULATION, AND STUDENT LEARNING MOTIVATION IN THE ENGLISH DEPARTMENT OF THE STATE ISLAMIC INSTITUTE OF KERINCI ACADEMIC YEAR 2024/2025

Kelvin Rahmat Fajri

This study aimed to examine the correlation between sefl-efficacy and motivation, between self-regulation and learning motivation, and the simultaneous correlation between self-efficacy and self-regulation with students’ learning motivation. This research employed a descriptive quantitative method with a correlational design. The population consisted of 106 students from the English Education Department at the State Islamic Institute (IAIN) of Kerinci, using a total sampling technique. Data were collected through adapted questionnaires measuring self-efficacy, self-regulation, and learning motivation, and analyzed using Pearson Product Moment correlation, multiple regression, and descriptive statistical analysis. The results of the study indicated that there is a positive and significant correlation between self-efficacy and learning motivation (r = 0,640, Sig. = 0.000 < 0.05), as well as between self- regulation and learning motivation (r = 0.655, Sig. = 0.000 < 0.05). Furthermore, the multiple regression analysis showed that self-efficacy and self- regulation simultaneously have a significant influence on learning motivation, with an F-value of 52.772 (Sig. = 0.000 < 0.05) and a coefficient of determination (R²) of 0.506. This indicates that 50.6% of the variance in students' learning motivation can be explained by the combination of self-efficacy and self- regulation. These two factors play an important role in enhancing students' learning motivation in English language learning.

school Tadris Bahasa Inggris
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 23 x
Skripsi calendar_today 1 Juni 2026

ANALISIS DAMPAK PERSELINGKUHAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DITINJAU DARI SOSIOLOGI HUKUM ISLAM

Olil Rahman

Keluarga merupakan tempat menumbuhkan kasih sayang yang disebut cinta antara suami dan istri serta anak-anak dalam keluarga. Keluarga yang didiam-diamkan seperti sakinah, akan tetapi keluarga yang didiam-diamkan akan menjadi hancur apabila adanya pengkhianatan dari salah satu pasangan suami-istri, salah satu perbuatan tersebut adalah perselingkuhan, karena selingkuh mengakibatkan konflik bahkan sampai melakukan perceraian. Perbuatan tersebut sangat dibenci Allah SWT karena memutuskan tali silaturahmi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, yang menunjukkan objek penelitian adalah dampak perselingkuhan ditinjau dari sosiologi hukum Islam dan faktor-faktor penyebab perselingkuhan, dan dampak perselingkuhan. Data penelitian ini berdasarkan penelitian lapangan, literature, Koran, majalah sumber data tambahan adalah internet. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa faktor-faktor penyebab perselingkuhan yang pertama karena kurangnya keimanan, dan kurangnya perhatian terhadap keluarga, dan karena adanya tren didesa tersebut, dan juga karena merasa bosan terhadap pasangan tersebut, dan juga adanya kesempatan, dan masalah hyper sex dan penyebab ekonomi yang sedikit susah. Dampak Perselingkuhan berdampak pada retaknya rumah tangga, rumah tangga tidak harmonis lagi, anak-anak terlantar, dan diambang perceraian. Dan juga psikologis anak juga terganggu, anak merasa malu dengan temannya, anak juga merasakan kesedihan yang amat mendalam, anak juga akan menjadi tidak fokus dalam belajar, anak juga akan memikirkan itu sampai ia dewasa nanti, pada anak-anak perasaan terhadap anak, kecemasan terhadap anak, berkurangnya nafsu makan terhadap anak, anak semakin menderita dan merasa malu. A family is a sanctuary for nurturing the affection and love shared between husband, wife, and children. A family is ideally envisioned as sakinah (peaceful); however, such harmony can be destroyed by betrayal from either spouse. One such act is infidelity, as it triggers conflict and often leads to divorce. This act is deeply disliked by Allah SWT because it severs the bonds of kinship (silaturahmi). This research was conducted using a qualitative method, focusing on the impact of infidelity from the perspective of Islamic legal sociology, as well as its causal factors. The research data is based on field studies, literature, newspapers, and magazines, with the internet serving as a supplementary data source. The results explain that the primary factors causing infidelity include a lack of faith, a lack of attention toward the family, local trends within the village, boredom with one’s spouse, available opportunities, issues regarding hypersexuality, and economic hardships. The impact of infidelity results in a fractured household, a loss of harmony, neglected children, and the brink of divorce. Furthermore, the psychological well-being of the children is disturbed; they feel ashamed in front of their peers, experience profound sadness, and lose focus on their studies. Children may carry this trauma into adulthood, manifesting as persistent anxiety, a loss of appetite, and deep-seated suffering and shame.

school Hukum Keluarga Islam
account_balance Fakultas Syari'ah
visibility 50 x
Artikel calendar_today 1 Juni 2026

ANALISIS PENGALAMAN NASABAH DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN PADA BANK RAKYAT INDONESIA DAN BANK MANDIRI DI KOTA SUNGAI PENUH

Wahyu Fikri

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman nasabah dalam menyelesaikan masalah perbankan. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan fokus untuk memahami secara mendalam pengalaman nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri di Kota Sungai Penuh. Teknik analisis data yang diterapkan adalah Analisis Domain, yang berfokus pada deskripsi umum serta pemahaman menyeluruh mengenai subjek atau kelompok sosial yang sedang dipelajari. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan nasabah. Selain itu, data sekunder juga dikumpulkan dari studi literatur terdahulu. Selain itu, faktor kepercayaan juga terbukti signifikan dalam meningkatkan kepuasan nasabah. Penelitian ini menyarankan agar bank meningkatkan kualitas layanan danmemperhatikan umpan balik dari nasabah untuk membangun hubungan yang lebih baik.

school Perbankan Syariah
account_balance Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
visibility 47 x