Pencarian Karya

search

filter_alt Filter

Menampilkan 190 hasil

Tesis calendar_today 10 September 2026

PENGUATAN KARAKTER PEDULI SOSIAL GENERASI MUDA BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUOKIEH DI DESA PUNGUT HILIR KECAMATAN AIR HANGAT TIMUR

Men Haryanti

ABSTRAK Men Haryanti. 2026. “Penguatan Karakter Peduli Sosial Generasi Muda Berbasis Kearifan Lokal Buokieh di Desa Pungut Hilir Kecamatan Air Hangat Timur”. Tesis. Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Kata Kunci: Buokieh, Generasi Muda, Karakter Peduli Sosial, Kearifan Lokal, Penguatan Karakter. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan pola interaksi sosial generasi muda akibat modernisasi dan perkembangan teknologi yang berdampak pada menurunnya kepedulian sosial. Di sisi lain, masyarakat Desa Pungut Hilir masih memiliki kearifan lokal Buokieh yang mengandung nilai gotong royong, solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberadaan kearifan lokal Buokieh, menganalisis strategi penguatan karakter peduli sosial generasi muda berbasis Buokieh, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, anggota kelompok Buokieh, dan generasi muda Desa Pungut Hilir. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kearifan lokal Buokieh masih bertahan dalam kehidupan masyarakat meskipun mengalami perubahan bentuk dan intensitas pelaksanaan; 2) penguatan karakter peduli sosial generasi muda berlangsung melalui pembiasaan dalam aktivitas sosial, keteladanan keluarga dan tokoh masyarakat, transformasi nilai kearifan lokal, serta dukungan lingkungan sosial yang komunal; dan 3) faktor pendukung meliputi kuatnya nilai gotong royong, peran keluarga dan tokoh masyarakat, keberlanjutan aktivitas sosial kearifan lokal, serta adaptasi nilai Buokieh dalam kehidupan generasi muda. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh modernisasi, berkurangnya praktik Buokieh tradisional, rendahnya keterlibatan sebagian generasi muda, dan perkembangan teknologi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal Buokieh tetap berperan penting dalam penguatan karakter peduli sosial generasi muda di tengah perubahan sosial modern.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 27 x
Skripsi calendar_today 10 September 2026

TRADISI SURO DI DESA BENTO SEBAGAI REFLEKSI PENGAMALAN NILAI AYAT AL-QUR'AN HARMONI RELIGIUS DAN KULTURAL

Anjas Sandi Agung

Tradisi Suro di Desa Bento, Kecamatan Kayu Aro Barat merupakan salah satu warisan budaya yang masih lestari dan menajdi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Tradisi ini tidak hanya bermakna sebagai perayaan tahunan saja dalam kalender Jawa, tetapi mengandug nilai-nilai religius dan kultural yang saling bersinergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Suro sebagai refleksi pengamalan nilai ayat al-Qur’an yang mencerminkan harmoni antara aspek religius dan kultural dalam kehidupan masyarakat di Desa Bento. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Desa Bento memaknai tradisi Suro sebagai rasa syukur, memohon perlindungan atau keselamatan, takwa, dan ukhuwah yang sejalan dengan nilai-nilai al-Qur’an. Tradisi ini menjadi wujud nyata penggabungan ajaran Islam dengan budaya lokal, menciptakan harmoni religius dan kultural yang khas. Dengan demikian tradisi Suro bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga media penghayatan nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

school Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
account_balance Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
visibility 37 x
Skripsi calendar_today 9 September 2026

THE CORRELATION BETWEEN ENGLISH-SPEAKING ENVIRONMENT AND STUDENT SPEAKING PERFOMANCE

Annisa Umil Jannah

This study aimed to determine whether there is a significant correlation between the English-Speaking Environment and students’ speaking performance at the English Education Study Program of IAIN Kerinci. This research employed a quantitative correlational design. The sample consisted of 30 students selected through purposive sampling. Data were collected using an English-Speaking Environment questionnaire consisting of 20 items covering five indicators: exposure, interaction, practice frequency, support facilities, and motivation toward the English environment. Students’ speaking performance data were obtained from academic documentation. The data were analyzed using descriptive statistics, prerequisite tests, and Pearson Product-Moment correlation analysis. The findings revealed that the English-Speaking Environment was categorized as moderate, with a mean score of 69.00, while students’ speaking performance was categorized as high, with a mean score of 82.13. The results of the prerequisite tests indicated that the data were normally distributed and had a linear relationship. Furthermore, the Pearson Product-Moment correlation analysis showed a correlation coefficient of r = -0.081 with a significance value of 0.672 (p > 0.05). These results indicate that there is no significant correlation between the English-Speaking Environment and students’ speaking performance. It can be concluded that the English-Speaking Environment was not significantly related to students’ speaking performance among the participants of this study. Therefore, the null hypothesis was accepted, and the alternative hypothesis was rejected.

school Tadris Bahasa Inggris
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 51 x
Skripsi calendar_today 9 September 2026

STUDENTS’ CHALLENGES IN ENGLISH SPEAKING FLUENCY : A STUDY AT THE SIXTH SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH DEPARTMENT STATE ISLAMIC INSTITUTE OF KERINCI AT THE ACADEMIC YEAR 2025/2026

Aulia Zabrina Fitri

This research to aims at the challenges that students meet when it comes to English speaking fluency, and also what kinds of ways they use so they can deal with those issues, kind of step by step. The study used a qualitative research approach with sixth-semester students from the English Education Department at the State Islamic Institute of Kerinci, and based on interviews. For collecting the data, the researchers used semi-structured interviews , then the results were processed with thematic analysis, so the themes came out later.For the first research question, the results explained that the students actually faced several challenges when they tried to build better English speaking fluency. Those challenges can be grouped into four factors, linguistic factors like limited vocabulary and grammar difficulties. Then there were personal factors, for example speaking anxiety and also a lack of practice. After that, socio-cultural factors showed up too, especially the environment around them. Lastly, academic factors mattered as well, such as curriculum and infrastructure, which sometimes feels really limited.Then for the second research question, the findings indicated that students tried many strategies to get past those problems. The strategies included vocabulary strategies, grammar strategies, anxiety management, and independent practice. They also mentioned social support, interactive classroom participation, and the use of learning facilities along with technology, like using tools that help them practice.In conclusion, students’ English speaking fluency is shaped by many connected elements, not just one thing. To handle the challenges, students keep applying different strategies and they also take advantage of the support that is available, so their speaking fluency can improve over time.

school Tadris Bahasa Inggris
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 41 x
Tesis calendar_today 9 September 2026

BEST PRACTICE MANAJEMEN SEKOLAH DALAM KEBERHASILAN PROGRAM ADIWIYATA DI SMP NEGERI 13 KERINCI

Sarawana

Sarawana. 2025 ”Best Practice Manajemen Sekolah Dalam Keberhasilan Program Adiwiyata di SMP Negeri 13 Kerinci” Tesis Program Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sekolah dalam pelaksanaan Program Adiwiyata di SMP Negeri 13 Kerinci yang meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi perencanaan telah dilaksanakan secara sistematis melalui penyusunan visi, misi, serta program kerja berbasis lingkungan. Fungsi pengorganisasian berjalan dengan baik melalui pembentukan tim dan pembagian tugas yang jelas. Fungsi pelaksanaan diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata yang melibatkan seluruh warga sekolah, khususnya siswa. Sementara itu, fungsi pengawasan dilakukan melalui monitoring dan evaluasi secara berkala. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti belum meratanya partisipasi siswa, ketergantungan pada pengawasan guru, serta sistem evaluasi yang belum sepenuhnya berbasis data. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem manajemen, peningkatan kesadaran warga sekolah, serta pengembangan evaluasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

school Manajemen Pendidikan Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 30 x
Tesis calendar_today 9 September 2026

PENGARUH PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN PESISIR BUKIT

Memi Hayati

Kinerja guru di Sekolah Dasar Kecamatan Pesisir Bukit masih menunjukkan variasi yang signifikan, meskipun sebagian besar guru telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Perbedaan kinerja ini dipengaruhi oleh variasi kompetensi profesional, pengalaman mengajar, ketersediaan sarana, dan tingkat motivasi kerja guru. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas pembelajaran dan pencapaian kompetensi siswa secara menyeluruh, sehingga diperlukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja guru secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan PPG, motivasi kerja, dan kinerja guru, sekaligus menganalisis pengaruh PPG dan motivasi kerja terhadap kinerja guru baik secara parsial maupun simultan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal-komparatif ex post facto. Populasi penelitian terdiri atas 132 guru yang telah mengikuti PPG, dengan sampel sebanyak 57 guru yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstandar yang mengukur PPG, motivasi kerja, dan kinerja guru, serta melalui dokumentasi sekolah. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi variabel dan secara inferensial menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh parsial maupun simultan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap PPG dan motivasi kerja, khususnya pada indikator relevansi program, pengalaman profesional, dan aktualisasi diri. Secara parsial, PPG berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan kontribusi sebesar 89,9%, sedangkan motivasi kerja berkontribusi sebesar 92,2%.

school Manajemen Pendidikan Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 44 x
Skripsi calendar_today 8 September 2026

EFEKTIFITAS LAYANAN INFORMASI MEDIA AUDIO VISUAL TENTANG MANAJEMEN WAKTU UNTUK MENURUNKAN TINGKAT PROKRASTINASI AKADEMIK BAGI SISWA SMP NEGERI 9 KOTA SUNGAI PENUH

Yogi Aulia Pajar

PAJAR AULIA YOGI 2025. “Efektivitas Media Audio Visual Tentang Manajemen Waktu Self Regulation Untuk Menurunkan Tingkat Prokrastinasi Akademik Bagi Siswa Smp Negeri 9 Kota Sungai Penuh”. Skripsi Bimbingan dan Konseling Islam. Institut Agama Islam Negeri. Jurusan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Institut Agama Islam Negeri Kerinci. (1). Dr. Eko Sujadi, M.Pd., Kons. (2). Farid Imam Kholidin, M.Pd.

school Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 45 x
Skripsi calendar_today 7 September 2026

AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGIES AMONG TUTORS AND STUDENTS IN ENGLISH PEOGRAM AT MAHAD AL JAMIAHIAIN KERINCI

Mulhabi

This research discusses the use of politeness strategies in tutor–student interactions in the English program at Ma’had al Jami’ah, IAIN Kerinci. The purposes of this research is to investigate the forms of politeness strategies and to analyze their influence on classroom interaction and also analyze the different of gender interaction to tutoqrs. This research employed a qualitative method with a case study design and a descriptive-analytical approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings of this research revealed that tutors and students used four types of politeness strategies during classroom interaction: positive politeness, bald on record, negative politeness, and off-record. Among these, positive politeness was the most frequently used, while off-record was the least. These results are consistent with Brown and Levinson’s (1987) politeness theory, which states that speakers adopt certain strategies to maintain face and to minimize the threat of face-threatening acts (FTAs). On the other hand, instances of impoliteness were also identified, such as rude comments, intimidation, and time disrespect, which undermined students’ motivation and disrupted classroom interactions. Moreover, gender-based differences were found: male students tended to be task-oriented, prioritizing clarity over comfort, while female students were more relation-oriented, valuing emotional support over bluntness. In conclusions Politeness strategies are crucial in classroom interaction. Positive politeness was most dominant, while bald on record ensured clarity, and negative or off-record strategies added respect and comfort. Male students preferred direct instructions, while female students valued supportive language. However, impoliteness such as rude expressions or time disrespect disrupted learning and vreduced motivation. Overall, balancing clarity, sensitivity, and respectful behavior creates a supportive and effective classroom environment.

school Tadris Bahasa Inggris
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 33 x
Skripsi calendar_today 7 September 2026

THE CORRELATION BETWEEN SELF-REGULATION AND STUDENTS' SPEAKING SKILL AT THE FIFTH SEMESTER OF THE ENGLISH EDUCATION PROGRAM AT THE STATE ISLAMIC INSTITUTE OF KERINCI

Albirru Nurman

This research aimed to investigate the correlation between students’ self-regulation and their speaking skills at the fifth semester of the English Education Program at the State Islamic Institute of Kerinci in the academic year 2025/2026. The study used a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 20 students, and all students were taken as the sample using total sampling. The instruments used in this research were a self-regulation questionnaire and a speaking test. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics through the Pearson Product Moment correlation in SPSS. The findings showed that students’ self-regulation was generally in the high category. Most students demonstrated strong ability in goal setting, self-monitoring, self-evaluation, effort regulation, and help-seeking. Meanwhile, the results of the speaking test indicated that most students were in the good category, with scores ranging from 70 to 88. Furthermore, the result of the Pearson correlation analysis showed a correlation coefficient of r = -0.220 with a significance value of p = 0.351. This indicates that there is no significant correlation between students’ self-regulation and their speaking skills. The findings suggest that students’ speaking performance is influenced by various factors beyond self-regulation, such as vocabulary, grammar, pronunciation, and confidence. Therefore, improving speaking skills requires not only good self-regulation but also consistent speaking practice and effective language learning strategies.

school Tadris Bahasa Inggris
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 37 x
Tesis calendar_today 7 September 2026

PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI METODE MURAJAAH DI MI NO 10/E.3 DI DESA KOTO MAJIDIN

Nopita Fitri

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan metode muraja’ah sebagai upaya penguatan karakter religius peserta didik di MI No 10/E.3 Desa Koto Majidin. Fokus penelitian mencakup: (1) strategi guru dalam menerapkan metode muraja’ah, (2) bentuk pelaksanaan pembiasaan muraja’ah dan integrasinya dalam budaya sekolah, serta (3) pengaruh metode muraja’ah terhadap pembentukan karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan siswa, serta dokumentasi berbagai aktivitas keagamaan di sekolah. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merancang metode muraja’ah secara terstruktur melalui pembiasaan harian, pengulangan terarah, dan integrasi muraja’ah dalam kegiatan pembelajaran serta budaya sekolah. Muraja’ah tidak hanya difungsikan sebagai strategi meningkatkan kemampuan hafalan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kedisiplinan dan kesadaran spiritual siswa. Selain itu, guru memberikan penguatan dan motivasi melalui pujian verbal, apresiasi nonverbal seperti senyuman dan kontak mata, serta motivasi religius yang mengaitkan kegiatan muraja’ah dengan nilai ibadah. Bentuk penguatan ini terbukti meningkatkan semangat dan rasa percaya diri peserta didik dalam mengikuti kegiatan muraja’ah. Adapun nilai karakter religius yang muncul meliputi disiplin, tanggung jawab, sopan santun, keikhlasan, serta kebiasaan berdoa dan membaca Al-Qur’an dalam aktivitas belajar. Secara keseluruhan, ketiga temuan tersebut menunjukkan bahwa metode muraja’ah yang dirancang dengan baik, disertai penguatan dan motivasi yang tepat, mampu membentuk karakter religius yang kuat pada peserta didik di MI No. 10/E.3 Desa Koto Majidin.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 44 x