Pencarian Karya

search

filter_alt Filter

Menampilkan 190 hasil

Skripsi calendar_today 19 Agustus 2026

PENGARUH REWARD DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU DI SMKN 1 SUNGAI PENUH

Adrian Maulana

Adrian Maulana, 2026. Pengaruh Reward dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Guru Di SMK Negeri 1 Sungai Penuh. Skripsi. Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. (1) Seprianto, M.Pd Kepuasan kerja guru merupakan perasaan senang, nyaman, dan positif yang dirasakan oleh guru terhadap pekerjaannya sebagai pendidik. Kepuasan kerja ini muncul ketika guru merasa bahwa pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan harapan,kebutuhan,sertamendapatkanpenghargaan dandukungan yangbaikdari lingkungan kerja. Guru yang memiliki kepuasan kerja akan menunjukkan sikap yang lebih semangat dalam mengajar, memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap tugasnya, serta mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Reward dan Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Guru di SMK Negeri 1 Sungai Penuh. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Dimana sampel dalam penelitian ini adalah guru-guru di SMK Negeri 1 Sungai Penuh yaitu 43 orang. Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa besarnya dari nilai Kepuasan Kerja guru (Y), variabel Reward dan Lingkungan Kerja dinyatakan konstan dengan nilai Inovasi guru sebesar 12.617. Sehingga diketahui bahwa terdapat pengaruh positif antara Budaya Organisasi (X1) dan Motivasi (X2) terhadap Inovasi guru (Y).

school Manajemen Pendidikan Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 26 x
Skripsi calendar_today 19 Agustus 2026

PENGARUH STRES KERJA DAN IKLIM KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 2 SUNGAI PENUH

Goval Pebriansyah

Goval Pebriansyah, 2026. Pengaruh Stres Kerja dan Iklim Kerja Terhadap Kinerja Guru Di SMK Negeri 2 Sungai Penuh. Skripsi. Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. (1) Seprianto, M.Pd Kinerja guru merupakan kemampuan dan tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional dalam proses pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan. Kinerja guru tercermin dari bagaimana guru merencanakan pembelajaran, melaksanakan kegiatan belajar mengajar, serta melakukan evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Stres Kerja dan Iklim Kerja terhadap Kinerja Guru di SMK Negeri 2 Sungai Penuh. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Dimana sampel dalam penelitian ini adalah guru-guru di SMK Negeri 2 Sungai Penuh yaitu 71 orang. Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel stres kerja (X1) dan iklim kerja (X2) berpengaruh terhadap kinerja guru (Y). Nilai konstanta sebesar 137,53 menunjukkan bahwa apabila variabel stres kerja dan iklim kerja dianggap konstan, maka nilai kinerja guru sebesar 137,53. Secara parsial, stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja guru, yang berarti semakin tinggi tingkat stres kerja maka kinerja guru cenderung menurun. Sebaliknya, iklim kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, yang berarti semakin baik iklim kerja maka kinerja guru akan semakin meningkat. dapat disimpulkan bahwa stres kerja dan iklim kerja memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kinerja guru, dimana stres kerja menurunkan kinerja guru sedangkan iklim kerja meningkatkan kinerja guru.

school Manajemen Pendidikan Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 30 x
Tesis calendar_today 13 Agustus 2026

PENGUATAN KARAKTER PERCAYA DIRI SISWA MELALUI KEGIATAN KULIAH TUJUH MENIT DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 KERINCI

Mulkan

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya penguatan karakter percaya diri siswa dalam proses pendidikan. Di lingkungan madrasah, kegiatan keagamaan seperti Kuliah Tujuh Menit (Kultum) menjadi salah satu strategi dalam membentuk dan mengembangkan karakter tersebut. Namun dalam praktiknya masih terdapat siswa yang kurang percaya diri ketika berbicara di depan umum sehingga diperlukan upaya pembinaan yang sistematis melalui kegiatan kultum. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan Kuliah Tujuh Menit di MAN 3 Kerinci, (2) menganalisis peran kegiatan Kuliah Tujuh Menit dalam penguatan karakter percaya diri siswa, serta (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Tujuh Menit di MAN 3 Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru pembina kegiatan kultum, kepala madrasah, serta siswa yang mengikuti kegiatan kultum. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan Kuliah Tujuh Menit di MAN 3 Kerinci: (a) dilaksanakan terjadwal dan dilakukan secara berkesinambungan, (b) kultum melatih dan mendidik siswa untuk tampil dan berbicara di depan umum, (c) faktor pendukung pelaksanaan kegiatan kultum antara lain adanya dukungan dari guru dan pihak madrasah, pembiasaan kegiatan religius di sekolah, serta partisipasi aktif siswa. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan antara lain masih adanya rasa gugup dan kurangnya kesiapan sebagian siswa ketika tampil di depan umum. Berdasarkan temuan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan Kuliah Tujuh Menit memiliki peran yang signifikan dalam penguatan karakter percaya diri siswa di MAN 3 Kerinci. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan kultum dapat dijadikan sebagai strategi pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan berbicara siswa di lingkungan madrasah. Oleh karena itu, kegiatan ini perlu dipertahankan dan dikembangkan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

school Manajemen Pendidikan Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 26 x
Tesis calendar_today 13 Agustus 2026

IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBINAAN KEAGAMAAN DAN KEROHANIAN BAGI NARAPIDANA RESEDIVIS PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM DI RUTAN KELAS IIB SUNGAI PENUH

Ricko Darusian

RICKO DARUSIAN. 2026. " IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBINAAN KEAGAMAAN DAN KEROHANIAN BAGI NARAPIDANA RESIDIVIS PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM DI RUTAN KELAS IIB SUNGAI PENUH ". Thesis. Program Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka residivisme di Rutan Kelas IIB Sungai Penuh meskipun program pembinaan keagamaan telah diimplementasikan secara rutin. Fenomena ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kesalehan ritual narapidana dengan kualitas reintegrasi sosial pasca-bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembinaan keagamaan dari perspektif Hukum Keluarga Islam, serta merumuskan model pembinaan yang mampu memutus siklus residivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap narapidana residivis, keluarga warga binaan, petugas pemasyarakatan, dan tokoh masyarakat di Sungai Penuh. Analisis data dilakukan secara integratif menggunakan teori Maqashid Syariah (khususnya Hifdz Al-Nasl), Social Control Theory dari Travis Hirschi, dan Labeling Theory dari Howard S. Becker. Penelitian ini menemukan bahwa program pembinaan keagamaan dan kerohanian bagi narapidana residivis di Rutan Kelas IIB Sungai Penuh masih bersifat ritualistik dan administratif sehingga belum mampu menyentuh akar persoalan residivisme yang berkaitan dengan stigma sosial, trauma psikologis, serta rusaknya hubungan keluarga. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, terputusnya perlindungan keluarga akibat pemenjaraan berulang menjadi faktor utama yang mendorong narapidana kembali melakukan tindak pidana. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan pelembagaan mediasi perdamaian (ishlah) berbasis Hukum Keluarga Islam ke dalam kurikulum pembinaan kerohanian sebagai instrumen strategis pencegahan residivisme melalui pemulihan hubungan keluarga, penguatan dukungan emosional, dan reintegrasi sosial narapidana setelah bebas.

school Hukum Keluarga Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 51 x
Skripsi calendar_today 13 Agustus 2026

KEBOLEHAN MENGGUGURKAN KANDUNGAN HASIL PEMERKOSAAN MENURUT PANDANGAN YUSUF AL- QARDAWI

Dinul Haq

Aborsi merupakan salah satu persoalan hukum Islam yang hingga kini masih menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan ulama, terutama terkait kehamilan akibat pemerkosaan. Di satu sisi, Islam sangat menjunjung tinggi hak hidup janin, sedangkan di sisi lain korban pemerkosaan mengalami penderitaan fisik dan psikologis yang memerlukan perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Yusuf Al-Qardawi mengenai kebolehan menggugurkan kandungan hasil pemerkosaan, metode istinbath hukum yang digunakan, serta manfaat dari kebolehan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kepustakaan (library legal research). Sumber data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab fikih, fatwa Yusuf AlQardawi, buku, jurnal, dan berbagai literatur yang relevan dengan permasalahan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan kajian pustaka, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yusuf Al-Qardawi pada dasarnya mengharamkan aborsi, namun memberikan keringanan (rukhsah) bagi korban pemerkosaan untuk menggugurkan kandungannya dalam kondisi tertentu, terutama sebelum janin berusia empat puluh hari. Kebolehan tersebut didasarkan pada pertimbangan kemaslahatan dan kondisi darurat yang dialami korban. Metode istinbath hukum yang digunakan adalah pendekatan maqashid al-syari’ah dengan mempertimbangkan prinsip darurat (al-dharurah) dan kemaslahatan (maslahah). Kebolehan tersebut bertujuan memberikan perlindungan terhadap kondisi psikologis korban serta mencegah dampak yang lebih besar terhadap kehidupan dan masa depannya.

school Hukum Keluarga Islam
account_balance Fakultas Syari'ah
visibility 25 x
Tesis calendar_today 13 Agustus 2026

HUKUM PERLINDUNGAN KORBAN PERKOSAAN DALAM KASUS ABORSI KEHAMILAN AKIBAT PERKOSAAN PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM

Slamet Putra Wijaya

ABSTRAK Slamet Putra Wijaya. 2026. “Hukum Perlindungan Korban Perkosaan Dalam Kasus Aborsi Kehamilan Akibat Perkosaan Perspektif Hukum Keluarga Islam”. Tesis. Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Penelitian ini membahas mengenai perlindungan hukum terhadap korban perkosaan dalam kasus aborsi kehamilan akibat perkosaan ditinjau dari perspektif Hukum Keluarga Islam dan hukum positif Indonesia. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual yang mengakibatkan kehamilan tidak diinginkan serta adanya disharmoni pengaturan hukum mengenai aborsi dalam sistem hukum nasional Indonesia. Di satu sisi, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana pada prinsipnya melarang praktik aborsi, sedangkan di sisi lain Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan memberikan pengecualian terhadap aborsi dalam kondisi tertentu, termasuk kehamilan akibat perkosaan. Selain itu, persoalan tersebut juga menimbulkan perdebatan dalam Hukum Keluarga Islam terkait perlindungan terhadap janin dan perlindungan terhadap korban perkosaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum perlindungan korban perkosaan dalam kasus aborsi kehamilan akibat perkosaan menurut hukum positif Indonesia, menganalisis pandangan Hukum Keluarga Islam mengenai kebolehan dan batasan aborsi akibat perkosaan, serta menganalisis implikasi kedua sistem hukum tersebut terhadap perlindungan korban perkosaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan perbandingan pendapat ulama. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif Indonesia pada dasarnya masih mengkategorikan aborsi sebagai tindak pidana, namun memberikan pengecualian terhadap korban perkosaan melalui Undang-Undang Kesehatan dan ketentuan tertentu dalam KUHP Baru. Akan tetapi, pengaturan tersebut masih berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dalam praktik karena adanya perbedaan pendekatan antara hukum pidana dan hukum kesehatan. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, mayoritas ulama melarang aborsi setelah peniupan ruh, namun sebagian ulama membolehkan aborsi sebelum peniupan ruh dalam kondisi darurat, termasuk kehamilan akibat perkosaan, dengan mempertimbangkan prinsip kemaslahatan dan pencegahan kemudaratan. Pendekatan maqasid al-syariah menunjukkan bahwa perlindungan terhadap korban perkosaan dapat dipertimbangkan melalui prinsip hifz al-nafs (perlindungan jiwa) dan hifz al-nasl (perlindungan keturunan) secara proporsional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap korban perkosaan dalam kasus aborsi kehamilan akibat perkosaan perlu diwujudkan melalui harmonisasi antara hukum positif Indonesia dan prinsip-prinsip maqasid al-syariah agar tercipta perlindungan hukum yang adil, proporsional, dan berorientasi pada kemaslahatan korban tanpa mengabaikan perlindungan terhadap janin.

school Hukum Keluarga Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 41 x
Tesis calendar_today 13 Agustus 2026

PENERAPAN KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN STANDAR MUTU LULUSAN DI SD NEGERI 002/XI SUNGAI PENUH

Yolanda Marsalena

YOLANDA MARSALENA (2026): "PENERAPAN KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN STANDAR MUTU LULUSAN DI SD NEGERI 002/XI SUNGAI PENUH." Tesis Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji secara mendalam penerapan kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam meningkatkan standar mutu lulusan di SD Negeri 002/XI Sungai Penuh. Permasalahan yang ditemukan meliputi pelaksanaan supervisi pembelajaran yang belum rutin dan terjadwal, pembinaan profesional guru yang belum berfokus pada peningkatan kualitas mengajar, keterlibatan kepala sekolah dalam pengembangan kurikulum yang masih bersifat administratif, belum adanya mekanisme evaluasi hasil belajar yang sistematis, serta budaya belajar yang positif dan kuat belum sepenuhnya terbentuk di lingkungan sekolah. Kondisi ini berkontribusi pada capaian rata￾rata nilai kelulusan sebesar 74,09 yang masih berada pada kategori cukup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran standar mutu lulusan, mendeskripsikan penerapan kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam meningkatkan standar mutu lulusan, serta mengidentifikasi hambatan dan upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam penerapan kepemimpinan instruksional di SD Negeri 002/XI Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelas, guru mata pelajaran, dan tenaga kependidikan di SD Negeri 002/XI Sungai Penuh. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dalam rentang waktu 02 Februari 2026 sampai dengan 30 Januari 2026. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teori serta perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar mutu lulusan di SD Negeri 002/XI Sungai Penuh masih dalam kategori cukup, dengan kelemahan utama pada kompetensi pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Penerapan kepemimpinan instruksional kepala sekolah belum berjalan secara optimal, terutama dalam hal supervisi pembelajaran yang tidak konsisten, minimnya pembinaan profesional guru, dan belum termanfaatkannya data hasil belajar sebagai dasar perbaikan instruksional. Hambatan utama adalah tingginya beban administratif kepala sekolah, keterbatasan fasilitas, dan rendahnya dukungan orang tua. Upaya yang dilakukan kepala sekolah masih bersifat reaktif dan belum terencana secara sistematis.

school Manajemen Pendidikan Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 25 x
Artikel calendar_today 13 Agustus 2026

CULTURAL AND RELIGIOUS HARMONY: THE PHILOSOPHICAL SIGNIFICANCE OF PARNO ADAT IN KOTO PAYANG VILLAGE

Nabila Roseni Pratiwi ; Albertos Damni

Kerinci is a region that has a cultural heritage that defines the daily lives of the community, from Kerinci Hilir to Kerinci Mudik. This heritage consists of language, culture, and traditions such as the Parno Adat tradition. This tradition is more than just a ceremonial activity, but a manifestation of the deep values of local identity and sacred principles. The research aims to explore the philosophical bases of the Parno Adat tradition in Koto Payang Village, Kerinci Regency, Jambi Province. It reveals the latent complexity of a cultural phenomenon that has received low attention from outside the community. This study represents qualitative research in the communication ethnography field. The data was collected by interviews with leading local figures in the tradition. Findings show that Parno Adat in Koto Payang contains philosophical meanings expressed with oral traditions, including poetry, pantun, and metaphors in different local languages. Parno Adat also represents cultural beliefs and adat science that affects the ethical and moral principles of the community. The tradition's preservation is guarded by the “Sekao Tigo Takah,” a group of adat leaders that are responsible for securing strict adherence to adat rules.

school Pendidikan Agama Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 45 x
Artikel calendar_today 13 Agustus 2026

MURABAHAH FINANCING IN PRACTICE: AN ANALYTICAL STUDY AT SHARIA BANK, SUNGAI PENUH BRANCH

Tiya Iswari ; Elex Sarmigi ; Abdurrahman Al Biruni ; Muhammad Aunurrochim Mas'ad

Abstrak This study examines the implementation of murabahah financing at the Sungai Penuh branch of Islamic Bank. Murabahah is one of the most dominant Islamic banking products in Indonesia, contributing 57.16% of total Islamic bank financing. This study analyzes the characteristics of the murabahah products offered, the procedures for implementing the murabahah contract, the mechanism for ensuring sharia compliance, risk management strategies, and the positive impact of murabahah financing on the economy and customer welfare. Sungai Penuh City is a potential area for the development of Islamic banking because the majority of its population is Muslim. The method used in this study is qualitative with a descriptive approach. The types of data used in this study are primary data and secondary data with data collection techniques by means of observation, interviews and documentation. The data obtained in the field are then analyzed by data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that the implementation of murabahah financing in Sungai Penuh is generally in accordance with sharia principles and in accordance with the provisions of the DSN-MUI Fatwa and the Islamic Banking Law. However, there are still some challenges such as pricing, risk management, and sharia compliance. Suggesting that Islamic banks should improve customer understanding and develop innovative murabahah products to further strengthen the growth of Islamic banking in the Sungai Penuh area.

school Perbankan Syariah
account_balance Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
visibility 36 x
Artikel calendar_today 13 Agustus 2026

ISLAMIC BANKING INNOVATION AND CUSTOMER SATISFACTION: A CASE STUDY OF INDONESIA AND NIGERIA

Violla Yarmanti ; Alek Wissalam Bustami ; Adam Muhammad Ardo

Purpose - The study examined the impact of digital accessibility, transparency, security, and product innovation on consumer trust and engagement. Method - This study utilized a qualitative research methodology, incorporating in-depth interviews and thematic analysis to extract insights from Islamic banking clients and industry specialists. The data gathering emphasized consumer experiences, opinions of service quality, and expectations for digital financial services. Findings - The results demonstrated that users of Islamic banking prioritize service quality, security protocols, and digital accessibility. Customers demonstrate a pronounced inclination towards mobile banking services that incorporate sophisticated yet intuitive features, as well as more transparency in financial transactions and investment methodologies. Moreover, proficient risk management and the use of fintech technologies enhanced client trust and happiness. Practical Implications - The study advances consumer behavior theories in Islamic banking by linking technology adoption, institutional trust, and Shariah compliance. It calls for Islamic banks to invest in advanced digital security, enhance financial transparency, and innovate Shariah-compliant products in line with SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) and SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) Originality/value - an innovative, comprehensive analysis of the convergence of Islamic banking services, technological progress, and consumer expectations by incorporating numerous variables, including security, transparency, and innovation, into a coherent framework

school Perbankan Syariah
account_balance Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
visibility 48 x