Pencarian Karya
filter_alt Filter
Menampilkan 190 hasil
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QUR’AN SEBAGAI PROGRAM UNGGULAN DI MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN KERINCI
Latar Belakang: Pembelajaran tahfidzul Qur’an merupakan salah satu program unggulan di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kerinci yang bertujuan membentuk mahasantri menjadi generasi Qur’ani yang memiliki hafalan, pemahaman, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan berbagai metode pembelajaran dan pembinaan intensif, namun masih ditemukan perbedaan kemampuan awal mahasantri serta belum adanya instrumen pembelajaran yang baku. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran tahfidzul Qur’an sebagai program unggulan di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kerinci. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pembina tahfidz, musyrif, dan mahasantri takhassus tahfidz di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kerinci. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran tahfidzul Qur’an telah berjalan dengan baik, sistematis, dan terarah. Metode yang digunakan meliputi talaqqi, wahdah, jama’, dan tasmi’ yang disesuaikan dengan kemampuan mahasantri. Program ini didukung oleh pendampingan musyrif, lingkungan ma’had yang kondusif, serta motivasi mahasantri yang tinggi. Kendala yang ditemukan antara lain perbedaan kemampuan awal membaca Al-Qur’an, variasi metode antar pembina, dan target hafalan minimal satu juz. Kesimpulan: Pelaksanaan pembelajaran tahfidzul Qur’an sebagai program unggulan di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kerinci telah terlaksana secara efektif dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hafalan, kedisiplinan, dan karakter religius mahasantri. Meskipun demikian, diperlukan standarisasi instrumen pembelajaran dan evaluasi agar program berjalan lebih optimal.
PERAN BRAND IMAGE DALAM MEMPENGARUHI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH PADA PRODUK BANK SYARIAH INDONESIA KANTOR CABANG SUNGAI PENUH
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa loyalitas nasabah Bank Syariah Indonesia Cabang Sungai Penuh belum optimal, dimana masih terdapat nasabah yang menggunakan produk bank lain secara bersamaan dan belum merekomendasikan BSI secara aktif kepada orang lain. Brand image BSI sebagai hasil merger juga belum dipahami secara maksimal oleh masyarakat, dan kualitas pelayanan yang diberikan masih menghadapi beberapa kendala seperti antrian panjang di jam sibuk dan kendala teknis sistem informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh brand image terhadap kualitas pelayanan, pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah, dan peran brand image dalam mempengaruhi hubungan antara kualitas pelayanan dengan loyalitas nasabah pada Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah individual Bank Syariah Indonesia Cabang Sungai Penuh yang telah menggunakan produk BSI minimal 6 bulan. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Image dengan koefisien jalur sebesar 0,736 dengan nilai T-Statistics 12,912 dan P-Values 0,000 (T-Statistics > 1,96 dan PValues < 0,05), sehingga hipotesis pertama diterima. Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Nasabah dengan koefisien jalur sebesar 0,423 dengan nilai T-Statistics 5,096 dan P-Values 0,000, sehingga hipotesis kedua diterima. Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Nasabah dengan koefisien jalur sebesar 0,565 dengan nilai TStatistics 7,244 dan P-Values 0,000, sehingga hipotesis ketiga diterima. Brand Image terbukti berperan sebagai variabel mediator parsial dalam hubungan antara Kualitas Pelayanan dan Loyalitas Nasabah dengan nilai koefisien jalur tidak langsung sebesar 0,416 dengan nilai T-Statistics 6,500 dan P-Values 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa brand image yang kuat dapat memperkuat pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah Bank Syariah Indonesia Cabang Sungai Penuh.
PENERAPAN UANG PELETAK DALAM PERKAWINAN ADAT DI KECAMATAN HAMPARAN RAWANG KOTA SUNGAI PENUH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik uang peletak dalam perkawinan adat di Desa Koto Dian Kecamatan Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh yang menimbulkan berbagai problematika, antara lain beban ekonomi yang berat bagi calon mempelai pria, penundaan dan pembatalan pernikahan, serta kerancuan pemahaman masyarakat yang menyamakan uang peletak dengan mahar. Uang peletak merupakan kewajiban adat yang harus dipenuhi pihak laki-laki kepada keluarga perempuan sebelum pernikahan dilaksanakan dengan nominal antara Rp5.000.000 sampai Rp15.000.000. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep uang peletak dalam tradisi adat perkawinan, menganalisis praktik penerapannya, dan menganalisis praktik uang peletak berdasarkan perspektif maslahah mursalah dalam hukum Islam di Desa Koto Dian Kecamatan Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif normatif dengan pendekatan yuridis normatif. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, serta data sekunder yang bersumber dari Al-Quran, Hadits, kitab fiqh munakahat, dan literatur ilmiah relevan. Informan penelitian berjumlah 13 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi tokoh adat, tokoh agama, kepala desa, calon mempelai yang telah melaksanakan pernikahan, keluarga mempelai wanita, dan masyarakat yang memahami adat setempat. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teori, perpanjangan pengamatan, serta peningkatan kecermatan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uang peletak dipahami sebagai tradisi turun-temurun dengan fungsi simbolik, sosial, ekonomi, dan penghormatan terhadap keluarga perempuan, yang berbeda secara mendasar dengan mahar dalam Islam. Praktik penerapannya dilaksanakan melalui tahapan musyawarah keluarga besar, pemberitahuan resmi kepada tokoh adat, upacara penyerahan, dan pencatatan resmi sebelum akad nikah. Berdasarkan analisis maslahah mursalah, praktik uang peletak dikategorikan sebagai maslahah hajjiyah yang pada dasarnya mubah (boleh) dalam Islam dengan syarat tidak memberatkan, tidak dijadikan syarat sah nikah, dan dilaksanakan melalui musyawarah yang adil. Penelitian ini merekomendasikan reformulasi praktik uang peletak melalui penetapan standar maksimal yang proporsional dan edukasi masyarakat tentang perbedaannya dengan mahar.
PEMANTAPAN KARAKTER MANDIRI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY DI SMK NEGERI PP KERINCI
Berdasarkan studi awal yang dilakukan di SMKN PP Kerinci ditemukan fenomena Kurangnya mandiri siswa tersebut tidak hanya bekerja dan mengolah kegiatan industri, tetapi juga kemandirian dalam belajar dan memahami langkahlangkah SOP yang diberikan oleh pihak perusahaan sebagai mitra sekolah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk Pemantapan karakter mandiri siswa melalui pembelajaran teaching factory siswa kelas XI SMKN PP Kerinci. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa: Berdasarkan hasil penelitian bahwa (1) Bentuk karakter mandiri siswa kelas XI ATPH SMKN PP Kerinci dapat diukur dari indikator mandiri yaitu: percaya dengan kemampuan diri sendiri, hasrat untuk bersaing, mampu membuat keputusan, penuh percaya diri, dan penuh tanggungjawab yang besar terhadap beban dan tugas yang diberikan. (2) pemantapan karakter mandiri siswa melalui pembelajaran teaching factory siswa kelas XI SMKN PP Kerinci dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu persiapan, implementasi, dan evaluasi. (3) Faktor pendukung pemantapan karakter mandiri siswa melalui pembelajaran teaching factory siswa kelas XI SMKN PP Kerinci keberhasilan siswa dapat didukung oleh adanya faktor SDM guru yang berkompetensi dibidangnya, faktor sarana dan prasarana yang memadai, dan faktor motivasi siswa yang tinggi. Sedangkan hambatan dalam pemantapan karakter mandiri siswa dapat dipengaruhi oleh faktor kompetensi siswa yang kurang dan faktor pemasaran hasil produksi tefa.
METODE MENGAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNANETRA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL DAN MEMBACA AYAT AL-QURAN PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SLB NEGERI SUNGAI PENUH
ABSTRAK RAHMA WATI (2025): "Metode Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus Tunanetra dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal dan Membaca Ayat Al-Qur'an pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SLB Negeri Sungai Penuh". Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Kerinci. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan guru PAI dalam menerapkan metode pembelajaran Al-Qur'an yang bervariasi karena keterbatasan media dan sarana pendukung, sebagian besar siswa tunanetra belum lancar membaca huruf hijaiyah Braille, serta beberapa siswa kurang semangat dalam pembelajaran karena metode yang cenderung monoton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode mengajar yang digunakan guru PAI, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan menganalisis upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala penerapan metode mengajar untuk meningkatkan kemampuan menghafal dan membaca ayat Al-Qur'an pada siswa tunanetra di SLB Negeri Sungai Penuh. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, data display, dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode untuk menguji keabsahan data yang berhubungan dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama yang dipisahkan berdasarkan aspek kemampuan yang ditingkatkan. Pertama, dalam meningkatkan kemampuan menghafal ayat Al-Qur'an, guru PAI menggunakan metode talqin (guru membacakan ayat dan siswa menirukan), sima'i (mendengarkan bacaan secara berulang), drill (latihan menghafal rutin harian), dan pembiasaan kegiatan keagamaan. Pendekatan auditori dimaksimalkan melalui penggunaan rekaman murattal dan lagu-lagu huruf hijaiyah. Sistem setoran hafalan individual diterapkan untuk mengecek pencapaian setiap siswa. Namun metode muraja'ah belum diterapkan secara konsisten dan variasi metode menghafal masih terbatas. Kedua, dalam meningkatkan kemampuan membaca ayat Al-Qur'an, guru PAI menggunakan metode sorogan (bimbingan personal), drill membaca huruf hijaiyah Braille, dan demonstrasi langsung melalui sentuhan. Pendekatan taktil menjadi pendekatan utama dikombinasikan dengan pendekatan auditori untuk pengenalan makhraj dan tajwid. Media Al-Qur'an Braille menjadi media utama meskipun jumlahnya sangat terbatas yaitu hanya 4 eksemplar untuk 12 siswa, sehingga siswa harus bergantian dan frekuensi latihan membaca kurang optimal.
EFL STUDENTS’ PERCEPTIONS OF THE USE OF OUTLINING IN ESSAY WRITING AT THE THIRD SEMESTER STUDENT OF THE ENGLISH DEPARTMENT OF STATE ISLAMIC INSTITUTE OF KERINCI ACADEMIC YEAR 2025/2026
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa EFL terhadap penggunaan outlining dalam penulisan esai deskriptif, meliputi manfaat, tantangan, serta kesesuaian antara persepsi dan praktik menulis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan mahasiswa semester tiga Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di IAIN Kerinci. Sampel penelitian terdiri dari sepuluh mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen berupa outline dan esai deskriptif mahasiswa. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap outlining karena membantu mengorganisasi ide, menjaga fokus, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menulis. Namun, mahasiswa masih menghadapi kesulitan dalam menghasilkan ide dan mengembangkan detail. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak semua mahasiswa mampu menerapkan outlining secara efektif, sehingga terdapat kesenjangan antara persepsi dan praktik. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap outlining, mengalami manfaat dan tantangan dalam penggunaannya, serta menunjukkan kesesuaian yang parsial antara persepsi dan praktik. Secara keseluruhan, outlining merupakan strategi yang bermanfaat, namun efektivitasnya bergantung pada kemampuan mahasiswa dalam menerapkannya dalam penulisan. Oleh karena itu, dosen disarankan untuk memberikan bimbingan dan latihan yang lebih intensif dalam penggunaan outlining.
INTERNALISASI NILAI KARAKTER MANDIRI DAN TANGGUNG JAWAB MELALUI MOTHERLY APPROACH OLEH GURU KELAS IV DI SD NEGERI 119/III KOTO MAJIDIN HILIR
Pendidikan karakter pada jenjang sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik, khususnya dalam menumbuhkan nilai mandiri dan tanggung jawab. Namun implementasi pendidikan karakter di sekolah sering kali masih berorientasi pada aturan formal dan belum optimal menyentuh dimensi afektif serta relasional peserta didik. Kondisi ini mendorong pentingnya pendekatan pedagogis yang humanistik dan berbasis kasih sayang, salah satunya melalui motherly approach. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi nilai karakter mandiri dan tanggung jawab melalui motherly approach serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya di SD Negeri 119/III Koto Majidin Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Partisipan penelitian dipilih secara purposive meliputi guru kelas IV sebagai partisipan utama, serta kepala sekolah, siswa, orang tua, dan alumni sebagai partisipan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai berlangsung sebagai pengalaman pedagogis yang dimaknai siswa melalui relasi emosional yang hangat antara guru dan siswa. Internalisasi nilai berkembang secara bertahap melalui transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai yang termanifestasi dalam dimensi knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Pengalaman partisipan menunjukkan bahwa komunikasi lembut, perhatian personal, empati dan pengasuhan, pemberian kepercayaan dan pembiasaan, serta keteladanan moral guru menghadirkan rasa aman emosional yang mendukung tumbuhnya karakter mandiri dan tanggung jawab siswa. Selain itu, ditemukan bahwa faktor pendukung penerapan motherly approach meliputi kepribadian dan komitmen guru, relasi emosional guru-siswa, lingkungan sekolah yang kondusif, pembiasaan kegiatan positif, serta dukungan keluarga. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan dukungan sebagian orang tua, keterbatasan waktu pembelajaran, dan pengaruh lingkungan luar sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa motherly approach dapat menjadi pendekatan pedagogis alternatif dalam internalisasi pendidikan karakter berbasis relasi kasih sayang, komunikasi positif, dan kedekatan emosional di sekolah dasar.
EXPLORING SOLID WASTE MANAGEMENT BEHAVIORS AMONG UNDERGRADUATE BIOLOGY EDUCATION STUDENTS
Dinda Senia Putri ; Dharma Ferry
Environmental education is expected to foster responsible waste-management behavior among university students; however, empirical evidence on the stability of solid-waste management beliefs and attitudes across academic levels remains limited. In particular, few studies have examined whether progression in semester level is associated with differences in belief- and attitude-based behavioral tendencies among biology education students. This study aimed to analyze students’ solid waste management behavior based on two components of the Theory of Planned Behavior (TPB), namely beliefs and attitudes, and to examine whether these indicators differ across semesters. This research employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional survey approach involving undergraduate Biology Education students who had completed the Environmental Knowledge course. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using descriptive statistics and one-way ANOVA after meeting the assumptions of normality. The findings indicate that both belief and attitude indicators are generally categorized as very good across semesters. However, the ANOVA results reveal no statistically significant differences in belief scores across semesters (p = 0.262) or in attitude scores (p = 0.269), with small effect sizes indicating minimal practical differences. The findings reveal consistently high beliefs and positive attitudes toward solid waste management among Biology Education students, with no significant differences across semester levels, indicating relatively stable environmental orientations throughout academic progression.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI PERTANIAN PEMBANGUNAN KERINCI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam menggerakkan, mengarahkan, dan mempengaruhi pola pikir guru untuk meningkatkan kinerja guru di SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kerinci. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi metode, triangulasi sumber, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kepala sekolah perempuan dalam menggerakkan guru dilakukan dengan memberikan motivasi, dukungan, perhatian, serta membangun komunikasi yang baik sehingga guru merasa nyaman dan termotivasi dalam meningkatkan kinerja. 2) kepala sekolah perempuan dalam mengarahkan guru dilakukan melalui rapat, supervisi, komunikasi langsung, evaluasi, serta pemberian arahan yang jelas terkait pelaksanaan tugas sehingga guru lebih memahami tanggung jawabnya dan mampu meningkatkan kualitas kerja. 3) kepala sekolah perempuan dalam mempengaruhi pola pikir guru dilakukan melalui keteladanan, pembinaan, pendekatan komunikatif, dan pemberian motivasi sehingga guru menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah perempuan memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja guru di SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kerinci.
PENGUATAN KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN SISWA MELALUI KEGIATAN PRAMUKA DI SMP N 1 SUNGAI PENUH
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya penguatan karakter semangat kebangsaan siswa melalui kegiatan pramuka di SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Permasalahan yang ditemukan meliputi partisipasi siswa yang masih kurang karena hadir hanya karena kewajiban, pelaksanaan upacara bendera kurang khidmat, penggunaan bahasa Indonesia belum konsisten, pengetahuan siswa tentang simbol- simbol negara masih terbatas, sarana prasarana kurang memadai, kompetensi pembina terbatas, serta dukungan orang tua masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pramuka, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mendeskripsikan upaya mengatasi hambatan dalam penguatan karakter semangat kebangsaan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan Siswa Anggota Pramuka Aktif, Pembina Pramuka, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Guru Kelas, dan Orang Tua Siswa di SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan pramuka sudah terstruktur meliputi upacara bendera, latihan baris-berbaris, menyanyikan lagu kebangsaan, pengenalan Pancasila, dan pembelajaran simbol negara, namun masih terdapat kelemahan dalam kekhidmatan upacara dan penghayatan lagu kebangsaan. Faktor pendukung meliputi kebijakan sekolah yang kuat, alokasi anggaran dari dana BOS, dan dukungan guru. Faktor penghambat mencakup kurangnya minat siswa, keterbatasan pembina bersertifikasi, keterbatasan sarana prasarana, kekhawatiran orang tua, pengaruh gawai, dan keterbatasan waktu. Strategi penguatan dilakukan melalui pemberian motivasi dan penghargaan, variasi kegiatan menarik, sosialisasi kepada orang tua, dan pembatasan gawai selama latihan.