Pencarian Karya

search

filter_alt Filter

Menampilkan 190 hasil

Tesis calendar_today 6 Juli 2026

INOVASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER BERBASIS SENI LOKAL: PENDEKATAN PENGUATAN KARAKTER CINTA TANAH AIR DI SMP NEGERI 1 SUNGAI PENUH

Rosa Hargianti.d

Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan inovasi program ekstrakurikuler berbasis seni lokal sebagai pendekatan penguatan karakter cinta tanah air di SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Permasalahan yang ditemukan meliputi jumlah peserta ekstrakurikuler seni tari dan seni musik yang masih jauh dari kondisi ideal, FRAekuensi dan durasi latihan yang masih terbatas, jumlah pelatih yang hanya satu orang untuk setiap bidang, kondisi alat musik yang sebagian mengalami kerusakan, belum tersedianya modul pembelajaran karakter cinta tanah air, serta integrasi nilai-nilai cinta tanah air dalam pembelajaran seni yang belum dilaksanakan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi program ekstrakurikuler seni tari dan seni musik di sanggar "Suloeh Bideang", mendeskripsikan pendekatan penguatan karakter cinta tanah air, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru Pembina Ekstrakurikuler, Pelatih Seni Tari, Pelatih Seni Musik, dan Siswa Peserta Ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Sungai Penuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi seni tari sudah menggunakan metode pembelajaran bervariasi dengan materi Tari Rangguk, Tari Asyik, dan Sikapur Sirih namun kurikulum tertulis belum tersedia. Inovasi seni musik memiliki keunikan berupa penggabungan alat musik tradisional dan modern namun harmonisasi belum optimal. Pendekatan penguatan karakter sudah dilakukan melalui penjelasan makna filosofis seni tradisional dan pembiasaan, namun belum konsisten. Faktor pendukung meliputi dukungan kebijakan sekolah dan kompetensi pelatih, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, anggaran, dan pengaruh budaya asing.

school Pendidikan Agama Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 29 x
Skripsi calendar_today 6 Juli 2026

ANALISIS PEMANFAATAN SMART TV DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI KELAS X SMAN 6 KERINCI

Zulkifli

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Smart TV sebagai media pembelajaran dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta dampaknya terhadap motivasi belajar siswa kelas X di SMAN 6 Kerinci. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya motivasi belajar siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan tidak sesuai dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Smart TV mampu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penyajian materi yang lebih menarik, interaktif, dan variatif, seperti penggunaan video, animasi, dan media audiovisual lainnya. Selain itu, penggunaan Smart TV juga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran serta meningkatkan perhatian dan pemahaman terhadap materi yang disampaikan. Namun demikian, efektivitas penggunaan Smart TV dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kompetensi guru dalam mengoperasikan teknologi, ketersediaan infrastruktur, serta perencanaan pembelajaran yang tepat. Dengan demikian, pemanfaatan Smart TV sebagai media pembelajaran dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran PAI di era digital.

school Pendidikan Agama Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 31 x
Artikel calendar_today 6 Juli 2026

ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING: STUDI MULTI-KASUS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS SEDERAJAT DI KECAMATAN DANAU KERINCI

M. Haikal Putra ; Ali Marzuki Zebua

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Balanced Scorecard (BSC) dalam manajemen strategi pendidikan serta efektivitasnya dalam meningkatkan daya saing lembaga pada SMA Negeri 6 Kerinci dan MAN 3 Kerinci. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan kepala sekolah/madrasah, wakil kepala sekolah. Kemudian observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan empat perspektif BSC: keuangan, pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Negeri 6 Kerinci memiliki implementasi BSC yang lebih terintegrasi, terutama dalam pengelolaan sumber daya, strategi promosi, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran yang adaptif dan berbasis praktik pedagogis interaktif. Sebaliknya, MAN 3 Kerinci menunjukkan keunggulan pada pembinaan karakter religius dan pengembangan ekosistem pembelajaran digital berbasis web yang berkontribusi pada peningkatan profesionalisme guru, meskipun masih menghadapi keterbatasan pada aspek promosi, koordinasi internal, dan integrasi strategi. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbedaan model integrasi teknologi dalam kerangka BSC, yaitu pendekatan adaptif-kultural pada SMA Negeri 6 Kerinci dan sistem digital terpusat pada MAN 3 Kerinci, yang menegaskan bahwa efektivitas BSC ditentukan oleh integrasi strategi dan inovasi teknologi.

school Manajemen Pendidikan Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 24 x
Skripsi calendar_today 6 Juli 2026

EFEKTIFITAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTERISTIK RELIGIUS SISWA DI SMP NEGERI 31 KERINCI

Fadilah Zulpitri

Penelitian ini diatar belakangi oleh kondisi karakteristik religius siswa di SMP Negeri 31 Kerinci yang masih perlu di tingkatkan, upaya yang dilakukan dalam meningkatkan karakteristik religius siswa ialah dengan dengan pmelaksanakan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Pendidikan Agama Islam yang dilakukan dalam upaya peningkatan karakteristik religius ialah dengan meningkatkan pemahaman keagamaan serta perbaikan sikap dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk karakteristik Religius siswa di SMP Negeri 31 Kerinci dan untuk mengetahui efektifitas pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakteristik religius siswa di SMP Negeri 31 Kerinci. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di Sekolah Menengah Pertama Negeri 31 Kerinci yang terletak di Desa Batang Merangin Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan temuan yang diperoleh bahwa pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 31 Kerinci pada dasarnya memang berorientasi pada perubahan tingkah laku dan perubahan akhlak siswa. Selain itu berdasarkan temuan dan analisis teori diketahui bahwa karakteristik Religius siswa di SMP Negeri 31 Kerinci sudah dalam kondisi yang baik dan Pendidikan Agama Islam memegang peranan penting dalam pembentukan karakteristik religius tersebut melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Sehingga dapat diperoleh kesimpulan bahwa Pendidikan Agama Islam yang diberikan guru Pendidikan Agama Islam sangat efektif dalam peningkatan Karakteristik Religius Siswa yang di SMP Negeri 31 Kerinci.

school Pendidikan Agama Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 45 x
Skripsi calendar_today 2 Juli 2026

STRATEGI GURU DALAM MENANAMKAN NILAI NILAI KEJUJURAN DALAM MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS VIII MTS SIULAK GEDANG

Anggia Putri

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru Akidah Akhlak dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran pada siswa kelas VIII MTs Siulak Gedang, serta untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak menerapkan beberapa strategi utama, yaitu keteladanan, pembiasaan, dan pembelajaran kontekstual. Keteladanan dilakukan dengan memberikan contoh sikap jujur dalam berbagai situasi; pembiasaan diwujudkan melalui kegiatan rutin seperti kejujuran saat ulangan dan tanggung jawab di kelas; sedangkan pembelajaran kontekstual diterapkan melalui diskusi, cerita inspiratif, dan penayangan video pendek tentang kejujuran. Strategi ini sejalan dengan teori pendidikan karakter Thomas Lickona yang menekankan tiga aspek, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Faktor pendukung dalam penerapan nilai kejujuran meliputi dukungan dari pihak sekolah melalui program pembinaan karakter, keterlibatan orang tua, serta kegiatan keagamaan seperti pembacaan Surah Yasin dan pesantren kilat. Adapun faktor penghambat antara lain pengaruh lingkungan luar sekolah, kurangnya keteladanan dari orang tua, serta dampak negatif media sosial. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penanaman nilai kejujuran sangat bergantung pada sinergi antara guru, sekolah, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang religius dan mendukung pendidikan karakter

school Pendidikan Agama Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 27 x
Skripsi calendar_today 2 Juli 2026

A CORRELATION STUDY BETWEEN STUDENTS READING ANXIETY AND THEIR READING COMPREHENSION ABILITY AT THE SECOND SEMESTER OF THE ENGLISH DEPARTMENT OF STATE ISLAMIC INSTITUTE OF KERINCI ACADEMIC YEAR 2024/2025

Resta Amalia

Kecemasan membaca dapat memberikan banyak kerugian bagi mahasiswa. Mereka akan kehilangan kesempatan dalam menggunakan bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan bahasa mereka, terutama dalam membaca. Selain itu, kecemasan dapat menghambat siswa dalam memahami isi bacaan. Hal ini terlihat ketika siswa mengungkapkan perasaan beku, gugup, terintimidasi, bingung, khawatir dan tegang selama proses membaca. Jelas sekali bahwa kecemasan memiliki efek negatif terhadap pembelajaran bahasa asing. Hal tersebut dapat mengembangkan perilaku negatif siswa seperti, khawatir, menjadi siswa yang pasif, lebih suka duduk di barisan paling belakang atau bolos kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecemasan membaca siswa terhadap kemampuan membaca mereka. Penelitian ini dilakukan pada semester dua jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN Kerinci tahun akademik 2024/2025. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Dalam pengumpulan data, peneliti menyebarkan angket kepada responden untuk melihat kecemasan membaca siswa. Sedangkan kemampuan membaca siswa dilihat dengan tes. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan SPSS (Statistical Program for Social Science) dari analis hipotesis diperoleh bahwa bahwa: hubungan antara kecemasan membaca dengan kemampuan membaca pada taraf sangat rendah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar 0,063. Hal ini dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat rendah antara kecemasan membaca siswa dengan kemampuan membaca mereka. Selain itu, berdasarkan pendapat Cresswell skor 0,063 mendekati dari 0 yang berarti kedua variabel tersebut berkorelasi lemah.

school Tadris Bahasa Inggris
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 31 x
Tesis calendar_today 2 Juli 2026

ANALISIS SOSIOLOGI HUKUM ISLAM TERHADAP KAWIN SUMBANG DI KEDEPATIAN TIGO LUHAH SEMURUP KABUPATEN KERINCI

Elin Daryanti

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dualisme hukum antara hukum Islam yang membolehkan pernikahan antar sepupu dan hukum adat Kerinci yang melarangnya sebagai kawin sumbang di Kedepatian Tigo Luhah Semurup Kabupaten Kerinci. Tercatat 12 pasangan melakukan kawin sumbang dalam kurun waktu 2024-2025 meskipun dilarang oleh hukum adat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis gambaran praktik kawin sumbang pada masyarakat Kedepatian Tigo Luhah Semurup, untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya praktik kawin sumbang, untuk mendeskripsikan dan menganalisis mekanisme penyelesaian konflik norma hukum dalam praktik kawin sumbang, serta untuk menganalisis pandangan sosiologi hukum Islam terhadap praktik kawin sumbang di Kedepatian Tigo Luhah Semurup Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis empiris. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang meliputi Depati Kedepatian Tigo Luhah Semurup, Ninik Mamak Permanti, tokoh ulama/agama, pelaku kawin sumbang, keluarga pelaku kawin sumbang, dan masyarakat umum yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, gambaran praktik kawin sumbang pada masyarakat Kedepatian Tigo Luhah Semurup menunjukkan adanya sistem yang terstruktur dengan lima tahapan utama yaitu proses peminangan dan musyawarah keluarga, konsultasi dengan lembaga adat, penetapan dan pembayaran sanksi budendo sebesar Rp. 250.000 atau satu kayu kain, pelaksanaan akad nikah sesuai syariat Islam, serta upacara adat untuk membersihkan sumbang dan memulihkan status sosial pasangan. Kedua, faktorfaktor penyebab terjadinya kawin sumbang meliputi perjodohan oleh orang tua yang tidak ingin anaknya menikah dengan orang luar keluarga, keinginan mempererat tali persaudaraan yang sudah renggang, perasaan cinta yang tumbuh antara kedua calon mempelai, prinsip menjaga kemurnian keturunan berdasarkan bibit bebet bobot, serta keinginan menjaga harta pusaka agar tidak jatuh ke tangan orang lain. Ketiga, mekanisme penyelesaian konflik norma hukum mencakup lima tahapan yaitu proses identifikasi konflik dan musyawarah internal keluarga, konsultasi agama untuk mendapat fatwa keabsahan pernikahan menurut Islam, sidang adat untuk menetapkan sanksi budendo, prosesi pelaksanaan tradisi budendo dengan unsur simbolik tradisional, serta reintegrasi sosial untuk memulihkan status pasangan dalam masyarakat. Keempat, analisis sosiologi hukum Islam menunjukkan bahwa praktik kawin sumbang dan tradisi budendo dapat dibenarkan menurut perspektif Islam karena dari perspektif normatif-yuridis pernikahan sah karena pasangan bukan mahram, tradisi budendo merupakan 'urf shahih yang tidak bertentangan dengan syariat, dan masyarakat berhasil mengharmoniskan hukum Islam dan hukum adat sehingga keduanya dapat berjalan beriringan tanpa ada yang dikorbankan

school Hukum Keluarga Islam (S2)
account_balance Pascasarjana (S2)
visibility 42 x
Skripsi calendar_today 1 Juni 2026

PROBLEMATIKA GURU DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS XI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 9 KERINCI

Adheri Sintia

Adheri Sintia (2025) : “Problematika Guru Dalam Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XI di Sekolah Mengengah Atas Negeri 9 Kerinci. (1) Drs. Hadi Candra, S. Ag, M. Pd. (2) Bapak Muhammad Alfian, M.Pd. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui Problematika Guru Dalam Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XI di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Kerinci, (2) Untuk mengetahui kondisi media pembelajaran dalam pengembangan media Pendidikan Agama Islam, (3) Untuk mengehui apa saja faktor pendukung dan penghambat guru dalam mengembangkan media pembelajaran pendidikan agama islam kelas XI di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Kerinci. Subjek Penelitian terdiri guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Kepala Sekolah, dan siswa kelas XI. Penelitian ini merupakan Penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah guru PAI. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian: (1) kurangnya pemahaman guru dalam menggunakan media pembelajaran teknoligi informasi dan komunikasi (TIK) sehingga proses pembelajaran hanya terpaku menggunakan media ajar seperti buku. hal ini mengakibatkan siswa kurang aktif terlibat dalam belajar. (2) kurangnya ketersedian media Teknologi informasi dan komunikasi serta in-fokus dari pihak sekolah. Sehingga menyebabkan guru hanya terpaku menggunakan media buku dengan menggunakan metode ceramah. (3) Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai seperti LCD proyektor, komputer, dan alat peraga, serta dukungan fasilitas internet. Pelatihan dan pengembangan atau Dukungan dari pihak sekolah, Motivasi dan kesadaran, serta motivasi siswa yang tinggi untuk belajar dengan media yang menarik. Sedangkan faktor penghambat adalah Sarana dan prasarana terbatas, Keterbatasan penguasaan teknologi, keterbatan sumber daya, keterbatasan waktu, kurangnya waktu, keadaan siswa. Kata Kunci: Problematika, Media Pembelajaran TIK , Pendidikan Agama Islam

school Pendidikan Agama Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 28 x
Skripsi calendar_today 1 Juni 2026

PERNIKAHAN SUMBANG SEBAGAI PELANGGARAN ADAT DI SEMURUP: ANALISIS SOSIOLOGI HUKUM DAN HUKUM KELUARGA ISLAM

Afif Iman Rohim

Penelitian ini membahas fenomena pernikahan sumbang di Semurup, Kabupaten Kerinci, sebagai pelanggaran adat yang sering disamakan masyarakat dengan pelanggaran agama. Tujuannya adalah menganalisis pandangan masyarakat terhadap larangan tersebut dalam perspektif sosiologi hukum dan hukum keluarga Islam.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan sosiologi hukum. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat setempat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan pernikahan sumbang di Semurup bersumber dari adat yang berfungsi menjaga kehormatan dan keseimbangan sosial. Pelanggar dikenai sanksi adat budendo sebagai simbol pemulihan sosial. Secara syar’i, pernikahan antar sepupu tidak termasuk larangan mahram, namun masyarakat menilainya sebagai pelanggaran karena dianggap merusak kehormatan kaum. Fenomena ini menunjukkan bahwa hukum adat berfungsi sebagai living law yang masih kuat, sementara hukum Islam menjadi landasan moral yang sering kali dipersepsikan sejalan dengan adat.Kesimpulannya, pernikahan sumbang di Semurup mencerminkan hubungan dinamis antara hukum adat dan hukum Islam. Diperlukan pemahaman hukum Islam yang kontekstual agar masyarakat dapat membedakan batasan larangan adat dan larangan syar’i tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya lokal.

school Hukum Keluarga Islam
account_balance Fakultas Syari'ah
visibility 48 x
Skripsi calendar_today 1 Juni 2026

UPAYA GURU PAI DALAM MEMBANGUN AKHLAK SISWA MELALUI PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 14 KERINCI

Agil Azmi

Azmi, Agil. 2025. Upaya Guru Pai Dalam Membangun Akhlak Siswa Melalui Pemberian reward and punishment Di Sekolah Menengah Atas 14 Negeri Kerinci. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Pembimbing Dr. Hasrinal, M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesadaran siswa SMA Negeri 14 Kerinci dalam mengamalkan nilai-nilai akhlak mulia, yang terlihat dari kurangnya disiplin, rendahnya tanggung jawab, serta perilaku yang belum mencerminkan karakter islami. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berupaya membangun akhlak siswa melalui strategi pemberian reward (penghargaan) dan punishment (hukuman). Namun, pelaksanaannya belum berjalan optimal sehingga perlu diteliti lebih mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui pandangan guru PAI terhadap pentingnya pembinaan akhlak siswa melalui pemberian reward dan punishment, (2) mendeskripsikan bentuk-bentuk reward dan punishment yang diterapkan guru PAI, serta (3) menganalisis efektivitas penerapan strategi tersebut dalam membangun akhlak siswa di SMA Negeri 14 Kerinci. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, waka kesiswaan, guru PAI, serta siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memandang pentingnya pembinaan akhlak melalui penerapan reward dan punishment karena mampu memotivasi siswa untuk berperilaku positif serta mengurangi pelanggaran. Bentuk reward yang diberikan antara lain berupa pujian, penghargaan simbolis, dan hadiah sederhana, sedangkan bentuk punishment berupa teguran, tugas tambahan, hingga hukuman edukatif. Penerapan strategi ini cukup efektif dalam meningkatkan disiplin, tanggung jawab, dan sikap sopan santun siswa, meskipun masih terdapat kendala seperti kurangnya konsistensi penerapan, perbedaan karakter siswa, dan keterbatasan pengawasan di luar sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian reward dan punishment dapat menjadi strategi efektif dalam membangun akhlak siswa apabila dilakukan secara konsisten, proporsional, dan didukung lingkungan sekolah serta keluarga. Penelitian ini diharapkan memberi manfaat bagi guru PAI dalam merancang strategi pembelajaran akhlak, bagi siswa dalam meningkatkan kesadaran moral, serta bagi sekolah dalam memperkuat program pendidikan karakter.

school Pendidikan Agama Islam
account_balance Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
visibility 40 x