Pencarian Karya
filter_alt Filter
Menampilkan 190 hasil
STRATEGI GURU BAHASA ARAB DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI MTS SIULAK
Penelitian ini berjudul Strategi Guru Bahasa Arab dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di MTs Siulak , dengan latar belakang bahwa minat belajar merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi prestasi akademik siswa. Siswa dengan minat belajar tinggi cenderung lebih fokus, disiplin, dan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, sedangkan minat yang rendah dapat menjadi penghambat keberhasilan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Maharah Qirā’ah serta mengkaji faktor penyebab rendahnya minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas 8 A dan guru Bahasa Arab. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1).proses pembelajaran Maharah Qirā’ah dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pembukaan, inti, dan penutup. Pada tahap pembukaan, guru memulai dengan salam, membaca ayat Al-Qur’an, doa belajar, absensi, dan pemeriksaan tugas. Kegiatan inti mencakup penjelasan materi, contoh membaca teks Arab, latihan membaca bergiliran, serta penggunaan media pembelajaran seperti LKS, speaker, dan materi dari YouTube. Tahap penutup dilakukan dengan sesi tanya jawab, latihan soal, dan penutupan pembelajaran. 2).Faktor yang menyebabkan rendahnya minat belajar siswa antara lain kesulitan membaca teks Arab, materi yang dianggap sulit, perbedaan latar belakang pendidikan (MI dan SD), serta lingkungan kelas yang kurang kondusif. 3). Untuk mengatasinya, guru menerapkan strategi ekspositori, strategi aktif, dan strategi diferensiasi. Strategi ekspositori dilakukan melalui pemberian contoh membaca dan penguatan kosakata, strategi aktif dilakukan dengan menciptakan suasana relaks, penggunaan media audio-video, pemberian reward, dan mendorong siswa bertanya, sedangkan strategi diferensiasi dilakukan dengan pengelompokan siswa sesuai kemampuan membaca huruf Arab.
MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN MUTU GURU TIDAK TETAP DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 9 SUNGAI PENUH
ABSTRAK MARLIANA. 2025. “Manajemen Tenaga Pendidik dalam Meningkatkan Mutu Guru Tidak Tetap di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Sungai Penuh”. Tesis. Program Pascasarjana. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Permasalahan manajemen tenaga pendidik diantaranya: perencanaan manajemen tenaga pendidik kurang baik menyebabkan tumpang tindihnya tugas guru tidak tetap di SMPN 9 Sungai Penuh, manajemen tenaga pendidik di SMPN 9 Sungai Penuh telah dilaksankan tetapi hasilnya belum maksimal, lemahnya pengawasan manajemen tenaga pendidik menyebabkan guru tidak tetap di SMPN 9 Sungai Penuh tidak melaksana tugas dengan baik, dan kurang optimalnya manajemen tenaga pendidik mempengaruhi mutu guru tidak tetap di SMPN 9 Sungai Penuh Tujaun penelitian ini untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan manajemen tenaga pendidik dalam meningkatkan mutu guru tidak tetap di SMP Negeri 9 Sungai Penuh. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder, sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data penelitian ini menggunakan teknik analisis terdiri dari: data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing/ verifikation. Teknik keabsahan data menggunakan perpanjangan studi lapangan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Adapun hasil penelitiannya; 1) Perencanaan manajemen tenaga pendidik dalam meningkatkan mutu guru tidak tetap di SMP Negeri 9 Sungai Penuh yang dilakukan oleh kepala sekolah telah berhasil dilaksanakan yakni dengan merencanakan analisis kebutuhan guru tidak tetap, merencanakan orientasi, merencanakan penempatan, merencana pelatihan, dan merencanakan kompensasi yang akan diberikan kepada guru tidak tetap; 2) Pengorganisasian manajemen tenaga pendidik dalam meningkatkan mutu guru tidak tetap di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Sungai Penuh, kepala sekolah telah berhasil melakukan pengorganisasian guru tidak tetap dengan menempatkan posisi guru tidak tetap sesuai dengan kompentensi dan kualifikasi pendidikannya yang dimilikinya; 3) Pelaksanaan manajemen tenaga pendidik dalam mutu guru tidak tetap di SMP Negeri 9 Sungai Penuh sudah baik. Yang terdiri dari beberapa tahapan pertama menganalisis kebutuhan guru tidak tetap, tahapan kedua rekrutmen, tahap ketiga orientasi yang mana kepala sekolah memperkenalkan lingkungan fisik dan non fisik kepada guru tidak tetap, tahap keempat penempatan guru tidak tetap telah sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi pendidikannya; dan thap kelima pelatihan; 4) Pengawasan pada manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan mutu guru tidak tetap di SMP Negeri 9 Sungai Penuh yakni mengawasi pelaksaaan orientasi, pengawasan pelatihan, pengawasan penempatan dan mengawasi kinerja guru tidak tetap.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN SARANA DAN PRASARANA DI SMP NEGERI 8 KERINCI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam meningkatkan sarana dan prasarana di SMP Negeri 8 Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan staf sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam meningkatkan sarana dan prasarana dilakukan melalui perencanaan, pengadaan, pengelolaan, dan pemeliharaan fasilitas sekolah. Perencanaan dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan dan menentukan prioritas fasilitas sekolah. Pengadaan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan sekolah. Pengelolaan dilakukan melalui pengaturan penggunaan fasilitas, pembagian tugas, koordinasi, dan pengawasan. Sementara itu, pemeliharaan dilakukan melalui pengecekan kondisi fasilitas, perawatan, dan perbaikan sarana prasarana yang mengalami kerusakan. Namun, pelaksanaannya masih belum maksimal karena belum adanya jadwal yang teratur, pengawasan yang kurang konsisten, koordinasi yang belum optimal, serta masih adanya fasilitas yang belum tertata dan terawat dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, evaluasi, dan kerja sama seluruh warga sekolah agar sarana dan prasarana dapat mendukung proses pembelajaran secara efektif, nyaman, dan kondusif.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENIGKATKAN KUALITAS PENGAJARAN DI IAIN KERINCI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas pengajaran di SMP Negeri 8 Kerinci. Fokus penelitian meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pengorganisasian sumber daya manusia telah dilaksanakan dengan cukup baik dan terarah, ditandai dengan adanya pembagian tugas sesuai kompetensi serta koordinasi yang dilakukan secara berkala. Namun, dalam aspek pelaksanaan dan pengawasan masih terdapat beberapa kendala, seperti kurang optimalnya kegiatan pengembangan kompetensi guru serta belum konsistennya pelaksanaan supervisi dan evaluasi kinerja. Hal ini berdampak pada belum maksimalnya peningkatan kualitas pengajaran di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia di SMP Negeri 8 Kerinci belum sepenuhnya berjalan optimal, khususnya pada aspek pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui peningkatan supervisi, evaluasi berkelanjutan, serta penguatan program pengembangan profesional guru guna meningkatkan kualitas pengajaran secara lebih efektif.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN SELF-EFFICACY TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SISWA SMP ISLAM MUTIARA AL-MADANI KOTA SUNGAI PENUH
Siswa SMP Islam Mutiara Al-Madani Kota Sungai Penuh menghadapi tantangan psikologis yang dipengaruhi oleh rendahnya dukungan sosial dan selfefficacy. Meskipun sekolah berpotensi menjadi sumber dukungan emosional melalui guru dan teman sebaya, banyak siswa masih merasa terisolasi dan kesulitan membangun hubungan sosial yang sehat. Penelitian bertujuan untuk mengungkap pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis siswa, mengungkap pengaruh self-efficacy terhadap kesejahteraan psikologis siswa dan mengungkap pengaruh dukungan sosial dan self-efficacy secara simultan terhadap kesejahteraan psikologis siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Islam Mutiara AlMadani Kota Sungai Penuh yang berjumlah 62 siswa, dengan sampel sebanyak 33 siswa yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) dengan skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji statistik yang meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis deskriptif (TCR), serta uji hipotesis menggunakan uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis siswa dengan nilai t-hitung 4,573 dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis siswa dengan nilai t-hitung 2,423 psikologis siswa dengan nilai F-hitung 26,575 > F-tabel 3,32 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,639 menunjukkan bahwa 63,9% kesejahteraan psikologis siswa dipengaruhi oleh dukungan sosial dan self-efficacy, sedangkan 36,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Saran dalam penelitian ini yaitu sekolah diharapkan meningkatkan program mendukung kesejahteraan psikologis siswa melalui layanan konseling. Guru diharapkan memberikan perhatian kepada siswa dan membantu meningkatkan self-efficacy. Orang tua aktif memberikan dukungan emosional kepada anak dan Siswa diharapkan meningkatkan rasa percaya diri dan hubungan sosial yang baik.
IMPLIKASI SOSIAL PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG (NOMOR: 13 K/AG/2019) TENTANG HADANAH (TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM ISLAM TERHADAP KEPENTINGAN ANAK PASCA PERCERAIAN DI KECAMATAN AIR HANGAT)
Penelitian ini mengkaji implikasi sosial Putusan Mahkamah Agung Nomor 13 K/Ag/2019 tentang hadanah dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum Islam, khususnya dalam kaitannya dengan pemenuhan kepentingan terbaik bagi anak pasca perceraian di Kecamatan Air Hangat. Putusan tersebut menegaskan bahwa hak asuh anak berada pada ibu, sementara ayah tetap memiliki kewajiban memberikan nafkah kepada anak. Namun dalam praktik sosial, implementasi putusan ini kerap tidak berjalan secara efektif, terutama dalam pemenuhan nafkah anak, sehingga menimbulkan berbagai persoalan sosial dan ketidakadilan substantif bagi anak dan ibu sebagai pengasuh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris-sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan hakim Pengadilan Agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, ibu dan anak pasca perceraian, serta melalui studi dokumentasi dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi putusan belum berjalan efektif, khususnya dalam pemenuhan nafkah anak oleh ayah meskipun telah diputus oleh pengadilan. Ketidakpatuhan tersebut dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran hukum, dominasi norma adat dan budaya lokal, keterbatasan ekonomi, konflik emosional pasca perceraian, serta lemahnya mekanisme pengawasan dan eksekusi putusan. Implikasi sosialnya terlihat pada meningkatnya beban ekonomi dan psikologis ibu sebagai pengasuh tunggal, terganggunya kesejahteraan dan perkembangan anak, serta melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan. Dalam perspektif sosiologi hukum Islam, kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara norma hukum formal dan realitas sosial, sehingga prinsip maslahah al-thifl belum sepenuhnya terwujud. Diperlukan penguatan penegakan hukum dan internalisasi nilai tanggung jawab orang tua untuk menjamin perlindungan hak anak secara berkeadilan.
“KEWAJIBAN AHLI WARIS DALAM MENENTUKAN ARAH KUBUR MENGHADAP KIBLAT: ANALISIS FIKIH DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM DI KECAMATAN PESISIR BUKIT”
Penelitian ini membahas kewajiban ahli waris dalam menentukan arah kubur menghadap kiblat dalam perspektif fikih Islam serta implementasinya dalam praktik pemakaman masyarakat di Kecamatan Pesisir Bukit. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan antara ketentuan normatif fikih mengenai keharusan menghadapkan jenazah ke arah kiblat dengan praktik pemakaman yang berkembang di masyarakat. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) bagaimana kewajiban ahli waris dalam memastikan arah kubur menghadap kiblat menurut fikih Islam, (2) bagaimana implementasi kewajiban tersebut dalam praktik pemakaman masyarakat, dan (3) faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif fikih, menghadapkan jenazah ke arah kiblat merupakan bagian dari tata cara pemakaman yang dianjurkan dan menjadi bagian dari kewajiban fardhu kifayah. Dalam konteks Hukum Keluarga Islam, kewajiban ini tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga menjadi tanggung jawab ahli waris sebagai pihak yang memiliki hubungan hukum, emosional, dan sosial dengan jenazah. Namun, dalam praktiknya di Kecamatan Pesisir Bukit, pelaksanaan kewajiban tersebut belum optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pemahaman teknis arah kiblat, dominasi tradisi lokal, kondisi geografis, serta belum maksimalnya peran tokoh agama dalam memberikan bimbingan. Selain itu, ditemukan bahwa dalam praktik Hukum Keluarga Islam, kewajiban ahli waris seringkali dipersepsikan hanya sebatas pada pembagian harta warisan, sementara tanggung jawab terhadap pengurusan jenazah, termasuk penentuan arah kubur, belum dipahami secara komprehensif. Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan konflik keluarga terkait kewenangan dalam pengambilan keputusan pemakaman. Penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara norma fikih, konsep Hukum Keluarga Islam, dan praktik sosial masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemahaman bahwa pengurusan jenazah merupakan bagian integral dari kewajiban ahli waris dalam Hukum Keluarga Islam, sehingga praktik pemakaman dapat berjalan sesuai dengan prinsip syariat sekaligus menjaga keharmonisan keluarga.
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI SEKOLAH DI DUNIA PENDIDIKAN SMP N 5 SUNGAI PENUH
Anggun Delia putri 2026. Manajemen kepala sekolah sebagai upaya mempertahankan eksistensi sekolah di dunia pendidikan SMP N 5 sungai penuh. Skripsi. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Negeri Kerinci. ( Dr.Muhd Odha Meditamar, M.Pd ) Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya manajemen kepala sekolah dalam mempertahankan eksistensi sekolah di tengah persaingan dunia pendidikan. SMP Negeri 5 Sungai Penuh mengalami beberapa permasalahan, seperti penurunan jumlah peserta didik, keterbatasan sarana dan prasarana, serta rendahnya daya saing sekolah dibandingkan sekolah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan kepala sekolah dalam mempertahankan eksistensi sekolah di dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah dan guru SMP Negeri 5 Sungai Penuh yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kepala sekolah dilakukan melalui program Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang disusun bersama guru dan komite sekolah sehingga berjalan dengan baik. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas, pembentukan struktur tim, dan penetapan tanggung jawab sesuai bidang masing- masing sehingga dinilai telah berjalan dengan baik. Pelaksanaan evaluasi diri sekolah dilakukan melalui pengumpulan data akademik, kehadiran, administrasi, supervisi, serta sarana dan prasarana, namun pelaksanaannya masih kurang maksimal. Pengawasan kepala sekolah terhadap Evaluasi Diri Sekolah belum dilakukan secara khusus dan masih berfokus pada kegiatan sekolah secara umum sehingga pengawasan dinilai belum maksimal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen kepala sekolah dalam aspek perencanaan dan pengorganisasian telah berjalan dengan baik, sedangkan aspek pelaksanaan dan pengawasan masih perlu ditingkatkan agar eksistensi SMP Negeri 5 Sungai Penuh dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di dunia pendidikan.
MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN CITRA PONDOK PESANTREN PERMATA NUSANTARA MADANI
Willa Septynilia ; Ali Marzuki Zebua
This study aims to analyze public relations (PR) management in enhancing the image of Permata Nusantara Madani Islamic Boarding School amid the transition of its funding system from free to fee-based. The study employs a descriptive qualitative approach through in-depth interviews, observation, and documentation involving school leaders, PR officers, parents, and students. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding. The results indicate that the success of PR is supported by three main aspects: core knowledge, shared expectations, and participatory culture. Core knowledge is reflected in the ability to understand internal and external conditions and to manage communication risks strategically and systematically, while shared expectations are evident in the alignment between leadership and PR in delivering policy messages consistently, clearly, and persuasively to the public. Participatory culture is manifested through open, dialogic, and responsive communication with parents and the wider community, supported by persuasive approaches based on trust, transparency, and accountability. The findings show that the change in the funding system does not diminish the institution’s image; instead, it enhances public trust, as indicated by the increasing number of students and community support. The novelty of this study lies in its focus on the strategic role of PR in maintaining institutional image during a funding transition in an adaptive and sustainable manner.
MANAJEMEN PROGRAM BEYOND CENTER CIRCLE TIME DALAM MENINGKATKAN POTENSI DAN MINAT ANAK DI TK PEMBINA DEPATI TUJUH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen program Beyond Center and Circle Time (BCCT) dalam meningkatkan potensi dan minat anak di TK Pembina Depati Tujuh. Fokus penelitian meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, serta kendala dalam pelaksanaan program BCCT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan guru di TK Pembina Depati Tujuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program BCCT di TK Pembina Depati Tujuh telah dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan melalui rapat dan diskusi bersama antara kepala sekolah, guru, dan orang tua dengan menyusun program semester, RPPM, dan RPPH serta menentukan kegiatan pembelajaran sesuai kebutuhan dan minat anak. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas guru, pengelompokan anak, penyusunan jadwal kegiatan, serta pengelolaan alat dan bahan pembelajaran. Pelaksanaan program dilakukan melalui kegiatan circle time, kegiatan bermain di sentra, pemberian pijakan oleh guru, serta rotasi sentra agar anak memperoleh pengalaman belajar yang beragam. Pengawasan dilakukan melalui supervisi kelas, observasi kegiatan pembelajaran, evaluasi perangkat pembelajaran, dan diskusi bersama guru. Namun, pelaksanaan program BCCT masih mengalami beberapa kendala seperti keterbatasan alat dan media bermain, kondisi ruang belajar yang relatif sempit, serta jumlah anak yang cukup banyak sehingga proses pembelajaran belum berjalan secara maksimal.